
"Se enak-enaknya teh manis, masih enakan teh ha er."
"Maaf, aku gak sengaja," kata Seorang yang menabrak Ry.
"Iya, gak apa-apa kak. Aku juga salah tadi pas jalan gak ngeliat kedepan." Ry menangkat wajahnya melihat ke arah orang yang menabrak tubuhnya.
"Ya sudah kalau begitu, berarti kita sama-sama salah." Si orang penabrak tersebut juga melihat ke arah Ry.
"Iya, apa kak tahu toilet ada dimana?" tanya Ry.
"Kamu lurus aja nantik toilet ada sebelah kanan," jawab si orang penabrak tersebut.
"Terimakasih kak," kata Ry.
"Kasih kembali, kalau begitu saya pamit dulu." Setelah mengatakan itu si orang tersebut berjalan pergi meninggalkan Ry yang masih berada di tempat tersebut.
Setelah buang air kecil Ry berjalan keluar dari pintu toilet, saat Ry berjalan ke arah tempat duduknya Ry berpapasan dengan Nunu.
"Nunu mau kemana?" Ry berhenti berjalan.
"Mau nyusul kamu ke toilet." Nunu sudah berdiri di hadapan Ry.
"Lah, ngapain kamu nyusul aku ke toilet?" tanya Ry.
"Aku khawatir tadi, soalnya kamu kok lama di toilet," kata Nunu.
"Tadi waktu Ry mau ke toilet di tabrak ama seorang," kata Ry.
"Terus, kamu gak apa-apa kan. Apa ada yang luka? "Nunu memeriksa semua anggota tubuh Ry.
"Ry gak apa-apa, gak ada yang luka kok," jawab Ry.
"Syukur lah kalau seperti itu, yang nabrak kamu cewek atau cowok?" Nunu yang penasaran dengan orang yang menabrak Ry.
"Cewek, kenapa emangnya Nunu?" tanya Ry.
"Terus tuh cewek minta maaf dengan kamu?" tanya Nunu.
"Sudah, pas dia nabrak Ry langsung aja dia minta maaf dengan Ry," kata Ry.
"Baguslah kalau seperti itu, Ayo kita balik ke tempat duduk!" Nunu mengajak Ry untuk balik ke tempat duduk.
__ADS_1
"Nih juga Ry mau kesana," kata Ry.
"Ayo kita bareng aja kesana!" Setelah mengatakan itu Nunu menggandeng tangan Ry sambil berjalan ke arah tempat duduk.
Mereka sudah kembali ke tempat duduk, mereka kembali duduk di kursi yang tadi mereka duduki.
"Lah, yang lain pada kemana?" Ry melihat ke arah kursi yang beberapa kursi sudah kosong.
"Udah pada pulang," jawab Ambar.
"Emang tugas kelompoknya udah selesai?" tanya Ry.
"Belum." Ambar menggelengkan kepalanya.
"Lah kalau belum selesai, kenapa mereka pergi?" tanya Nunu.
"Soalnya mereka ada urusan lain gitu, jawab Ambar.
"Kok kamu bolehin mereka pergi sih." Nunu yang wajah berubah kesal karena tugas kelompok belum selesai tetapi beberapa anggota kelompokmya sudah pergi hanya meninggalkan mereka bertiga saja di tempat tersebut.
"Aku gak memperolehkan mereka pergi tapi mereka main pergi begitu saja tanpa memperdulikan ucapan." Ambar menjelaskan kepada Nunu dan Ry beberapa anggota kelompok yang pergi.
"Ketua mana?" tanya Ry.
"Terus, gimana sekarang tugas kelompok ini?" tanya Nunu.
"Ya sudah, ayo kita kerjakan bertiga tugas kelompoknya!" Ry mengajak kedua temannya untuk mengerjakan tugas kelompok tersebut.
"Baiklah," jawab Nunu dah Ambar secara serentak.
Sore harinya mereka masih berada di dalam cafe tersebut, mereka masih sibuk di depan laptop masing-masing sambil mengerjakan tugas kelompok.
Tap.......... Tap
Suara langkah kaki seorang pria berjalan masuk ke dalam cafe tersebut. Si pria tersebut sudah berjalan di dalam cafe, si pria tersebut melihat ke segala arah untuk mencari keberadaan seorang. Si pria tersebut menemukan seorang yang sedang dia cari.
Si pria tersebut segera berjalan menghampiri meja si orang tersebut. Si pria tersebut sudah duduk di bangku kosong yang berada di samping si orang tersebut. Si orang tersebut tidak menyadari keberadaan si pria yang sudah duduk di kursi yang berada di samping si orang itu.
Mereka bertiga yang terlalu fokus mengerjakan tugas kelompok tidak menyadari keberadaan si pria yang dari tadi duduk sambil terus saja melihat ke arah si orang yang sedang duduk di kursi yang berada di sampingnya.
"Ah, akhirnya selesai juga." Si orang tersebut meregangkan tubuhnya.
__ADS_1
"Iya capek banget aku," kata si orang lain.
"Haus." Si orang tersebut hendak mengambil gelas yang berada di atas meja tanpa melihat ke arah arah gelas tersebut.
"Silakan minum Chubby." Si pria tersebut mengeserkan gelas tersebut sehingga berada di samping laptop.
"Astagfirullah mase." Si orang tersebut ialah Ry, dia segera menoleh ke arah sumber suara tersebut. Betapa terkejut nya Ry saat menoleh ke arah sumber suara tersebut ternyata Kevin.
"Pakpol."Setelah mendengarkan suara seorang pria maka Nunu pun juga menoleh ke arah sumber suara tersebut, Nunu juga terkejut saat mendapati Kevin yang sudah duduk di. kursi. yang berada di samping Ry.
"Mana pakpol?" Amber melihat ke sekeliling cafe tersebut untuk mencari keberadaan pakpol yang Nunu ucapankan.
"Itu yang duduk di samping Ry." Nunu memberitahukan Ambar bahwa pakpol tersebut berada di samping Ry.
"Jadi itu pakpol pacar nya Ry?" tanya Ambar.
"Iya." Nunu mengangguk kepalanya.
"Nama abang siapa?" Ambar mengulurkan tangan ke arah Kevin.
"Mase itu dia mau kenalan." Ry melihat ke arah Kevin yang tidak menanggapi Ambar yang ingin berkenalan dengan dia. Sehingga Ry menyenggol lengan Kevin.
"Kevin." Kevin yang mendapat senggolan dari Ry akhirnya mengulurkan tangan ke arah Ambar lalu Kevin dan Ambar berjabatan tangan setelah itu Kevin melepaskan tangannya dari Ambar.
"Ambar." Ambar menyebutkan nama kepada Kevin.
"Mase udah pulang?" Ry melihat ke arah Kevin yang sudah tidak memakai seragam polisi.
"Udah, Chubby gak minum tadi katanya haus," kata Kevin.
"Pantas aja mase kesini gak pakai baju seragam lagi, Ini Ry mau minum."Ry mengambil gelas dari meja setelah itu Ry meminum air dari gelas tersebut.
"Kalau aku kesini pakai seragam polisi yang ada bakal jadi pusat perhatian maka nya aku pulang dulu ganti pakaian." Kevin yang tidak mau menjadi pusat perhatian dari pengujung cafe tersebut.
"Ya padahal aku pengen lihat abang Kevin pakai seragam polisi," kata Ambar.
"Kamu jangan kecentilan dengan abang Kevin, ingat dia itu pacar Ry." Nunu tidak suka dengan sikap Ambar kecentilan dengan Kevin makanya dia mengingatkan Ambar untuk tidak kecentilan terhadap Kevin.
"Heleh mereka kan masih pacar, ingat yang lama pacaran saja belum tentu menikah, " kata Ambar.
"Kan tugas kelompok kita sudah selesai, Ayo Ambar kita pulang!" Nunu sudah memasukkan laptop serta buku ke dalam tasnya, lalu Nunu mengajak Ambar untuk pulang ke rumahnya.
__ADS_1
"Kalau kamu mau pulang, pulang aja sendiri aku masih mau di sini dengan abang Kevin." Ambar menolak untuk pulang dengan Nunu.
...~ Bersambung ~...