Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Kedatangan Asa Kerumah Kevin


__ADS_3

"Penampilan itu penting, tapi jangan ketipu sama bungkusnya. Karena sebagus-sebagusnya kertas kado, tetap yang penting itu adalah isi. Sebagus bagusnya penampilan seseorang tetap yang penting itu adalah perilakunya."


Seminggu kemudian rumah Kevin tampak sepi hanya ada bunda seorang yang sedang berada di dalam warung sambil membereskan barang dagangan yang sudah terjual habis. Terdengar suara sebuah motor berhenti di halaman rumah Kevin.


Seorang pria turun dari motor lalu dia membawa sebuah amplop berwarna coklat. Si pria tersebut berjalan ke arah rumah Kevin.


"Paket." Si pria sudah berdiri di depan teras rumah Kevin.


"Iya sebentar." Bunda keluar dari warung lalu dia berjalan ke arah teras rumah.


"Apa pak Kevin Adhitama ada?" tanya si pria tersebut.


"Tidak, ada apa?" tanya bunda.


"Ini ada paket untuk pak Kevin Adhitama." Si pria tersebut menujukan amplop berwarna coklat kepada bunda.


"Siapa nama pengirim pak?" Bunda yang penasaran akhirnya bertanya kepada si pria pengantar paket tersebut.


"Pak Dika," jawab si pria pengantar paket tersebut.


"Alamat pengiriman dari mana pak?" tanya bunda.


"Jl.Wonosari di kota D," jawab si pria pengantar paket tersebut.


"Kalau begitu siniin paketnya, biar saya terima." Setelah mendengar nama pengirim berserta alamat baru lah bunda mau menerima paketan tersebut.


"Ini paket nya." Si pria tersebut menyerahkan sebuah amplop berwarna coklat kepada bunda.


"Apa ada lagi selain ini?" Bunda mengambil amplop berwarna coklat dari tangan si pria pengirim paket.

__ADS_1


"Tidak ada, ibuk tolong tanda tangan di sini." Si pria tersebut memberikan sebuah kertas berserta pena kepada bunda.


"Ini sudah saya tanda tangan." Bunda mengambil kertas dan pena yang berada di tangan si pria pengantar paket tersebut. Bunda membaca kertas tersebut setelah itu bunda membubuhkan tanda tangan di kertas tersebut dengan mengunakan pena. Setelah itu bunda memberikan kertas serta pena kepada si pria pengantar paket tersebut.


"Baiklah, terimakasih." Si pria pengantar paket tersebut mengambil kertas serta pena yang berada di tangan bunda. Setelah itu si pria pengantar paket membalikkan lalu dia berjalan ke arah motor yang berada di halaman.


Setelah kepergian si pria pengantar paket bunda berjalan masuk ke dalam rumah sambil membawa amplop berwarna coklat tersebut. Setibanya di ruang tamu bunda yang begitu penasaran akhirnya membuka amplop tersebut. Bunda mengeluarkan isi yang berada di amplop tersebut.


Setelah bunda mengetahui isi dari amplop tersebut lalu bunda memasukkan kembali isi dari amplop tersebut ke dalam amplop tersebut. Bunda yang sudah berada di dalam kamarnya segera menyembunyikan amplop tersebut kedalam lemari pakaian.


Tok......... Tok


"Assalamu'alaikum bunda."


"Walaikumsalam, tunggu sebentar." Bunda yang masih berada di dalam kamar mendengar suara seorang yang mengucapkan salam maka bunda segera keluar dari kamar lalu dia berjalan ke arah pintu rumah.


"Bunda apa kabar? maaf aku baru sempat main ke sini." Asa melihat bunda sudah berdiri di depan pintu lalu dia segera menyalim punggung tangan bunda setelah itu Asa cepika cepiki dengan bunda. Asa sudah sering melakukan hal itu kepada bunda dari waktu dia pertama kali dia dikenali berkenalan dengan bunda.


"Aku baik bunda." Asa membalas pelukan bunda, bagi Asa bunda sudah seperti bunda mertuanya walaupun Asa tahu saat ini hubungannya dengan Kevin sudah berakhir putus tetapi Asa masih berusaha dan berharap agar Kevin mau kembali bersama dengannya seperti dulu lagi.


"Silahkan masuk putri bunda." Bunda melepaskan pelukan dari Asa, setelah itu bunda mengajak Asa untuk masuk ke dalam rumah nya.


"Bunda, Kevin mana?" Asa sudah duduk di atas lantai yang beralas tikar di ruangan tamu tersebut.


"Kevin masih kerja, apa putri bunda tidak melihat Kevin tadi di pos polisi yang berada di simpang tiga?" Bunda yang duduk di samping Asa lalu bunda menoleh ke arah Asa.


"Gak bunda, kira-kira dia kemana ya bunda?"Asa menggelengkan kepalanya lalu dia bertanya kepada bunda tentang keberadaan Kevin saat ini.


"Mungkin dia sedang di panggil komandan ke kantor kapolres," kata bunda.

__ADS_1


"Bisa jadi, bunda dengan siapa di rumah?" tanya Asa.


"Sendirian, bagaimana hubungan kalian?" Bunda yang penasaran mengenai hubungan Asa dan Kevin.


"Hiks hiks hiks." Asa tiba-tiba saja menangis saat di tanya oleh bunda mengenai hubungan dengan Kevin.


"Cup cup, putri ibu jangan nagis."Bunda berusaha membujuk Asa untuk berhenti menagis.


Asa berusaha untuk berhenti menagis karena posisi dia sudah berada di samping bunda Kevin.


"Sekarang coba Asa cerita ama bunda, apa yang menyebabkan Asa menangis?" Bunda meminta Asa untuk menceritakan kepada dirinya penyebab Asa menagis.


Asa menceritakan kepada bunda bahwa mereka sudah putus, lalu setelah putus Asa merasa kehilangan Kevin sehingga Asa memutuskan menjadi mualaf. Asa pikir setelah dia menjadi mualaf maka Kevin akan mengajaknya kembali bersama. Tetapi semua yang Asa pikirkan itu salah, Kevin sama sekali tidak mau balik dengan Asa walaupun sekarang sudah memiliki keyakinan yang sama.


"Apa Kevin sudah punya pacar?"Asa merasa setelah hubungan mereka putus sikap Kevin telah berubah kepadannya.


"Belum, kenapa putri bunda bertanya seperti itu?" Bunda menggelengkan kepalanya, Kevin memang belum memiliki pacar tetapi Kevin sudah memiliki seorang istri dari pernikahan sirih mereka batin bunda.


"Alhamdulillah kalau Kevin belum memiliki pacar, berarti aku masih ada kesempatan buat jadi menantu bunda." Setelah mendengar ucapan bunda, Asa merasa lebih legah berarti dia masih memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan Kevin.


"Ya masih lah, putri bunda tidak perlu cemas karena bunda akan membantu kalian agar bisa bersama kembali." Bunda akan melakukan apapun asal Asa dan Kevin kembali bersama walaupun bunda harus menyikirkan Ry dari kehidupan Kevin batin bunda.


"Apa itu benar bunda?" Asa menatap bunda dengan tatapan memelas dan penuh harapan.


"Iya, sekarang putri bunda hanya perlu bersabar untuk itu jangan lupa juga berdoa meminta dengan Allah." Bunda memegang telapak tangan Asa sambil memberikan semangat dukungan agar Asa tidak menyerah.


"Baiklah, bunda aku ingin tinggal di sini setelah menjadi menantu bunda." Asa memberitahukan keinginannya kepada bunda.


"Iya, putri bunda pasti akan tinggal di sini dan menjadi menantu kesayangan bunda. Karena bunda cuma mau Asa yang menjadi menantu bunda bukan perempuan lain." Bunda berbicara dengan tegas tetapi dengan suara yang lembut.

__ADS_1


"Semoga saja secepatnya hubungan aku dan Kevin membaik lalu setelah itu kami bisa menikah." Asa berbicara sambil membayangkan dia dan Kevin kembali berpacaran lalu setelah itu Kevin melamar nya sehingga mereka akan menikah.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2