
"Maaf sedang puasa, jangan nawarin makan, minum, rokokl, kalau bisa uangnya saja yah."
"Nih kamu bawak aja motor aku." Kevin memberikan kunci motor ke kepada Ry.
"Ini benar Ry boleh bawak motor mase?" tanya Ry.
"Benaran, cepatan ambil ini sebelum aku berubah pikiran," jawab Kevin.
"Iya nih Ry ambil." Ry mengambil kunci motor dari tangan Kevin.
"Kamu bawa motor jangan ngebut," kata Kevin.
"Iya, Ry janji gak bakal ngebut bawak motornya. Terimakasih mase." Ry memenatap wajah Kevin sambil tersenyum.
"Kamu cuma bilang makasih aja, apa gak ada yang lain gitu?" tanya Kevin.
"Gak, emangnya yang lain itu kayak apa?" tanya Ry.
"Kiss," jawab Kevin.
"Ry gak punya permen kiss mase," kata Ry.
"Bukan permen kiss," kata Kevin.
"Terus apa?" Ry yang baru pacaran satu kali belum mengerti maksud ucapan Kevin.
"Cium." Kevin berdiri dari tempat duduk.
"Mase wajahnya nunduk dong." Ry berjinjit untuk mencium Kevin, karena tidak nyampai akhirnya Ry menyuruh Kevin menundukkan wajahnya.
"Iya." Kevin menundukkan wajahnya sambil mendekati wajah Ry sehingga posisi wajah Kevin dan Ry hanya berharap 5 centimeter.
"Cup." Ry mencium kedua pipi Kevin secara bergantian.
"Ini bukan cium tapi cipika cipiki," kata Kevin.
"Lah terus cium itu kayak mana?" tanya Ry.
__ADS_1
"Kayak gini." Kevin memajukan wajahnya sehingga semakin mengikis jarak di antara wajah mereka. Dengan berlahan tetapi pasti akhirnya Kevin berhasil menempelkan bibir nya di bibir Ry.
Kevin menunggu reaksi Ry setelah bibir mereka menempel. Ternyata reaksi Ry hanya diam saat bibir mereka menempel, Kevin pun menanggap bahwa Ry menerima ciumannya. Sehingga Kevin tidak mau Menyiakan-nyiakan kesempatan itu.
Kevin segera memegang tengkuk kepala Ry lalu Kevin memiringkan wajahnya sambil ******* bibir. Kevin merasakan bibir Ry begitu manis saat di ***** olehnya sehingga Kevin ingin memperdalam ciumannya. Saat Kevin sedang memperdalam ciuman dengan Ry, Ry berusaha melepaskan ciuman tersebut karena Ry mengalami kesulitan bernafas.
Kevin yang menyadari hal itu segera melepaskan ciumannya dari bibir Ry. Kevin memundurkan wajahnya agar Ry bisa bernafas dengan legah. Setelah itu Ry pun bisa bernafas dengan legah.
"Apa itu tadi ciuman pertama kamu?" Kevin yang penasaran akhirnya bertanya kepada Ry.
"Iya." Ry menundukkan kepala karena merasa malu, wajahnya sudah berubah bersemu menjadi merah merona seperti memakai blash on.
"Pantas saja kamu tidak membalas ciuman aku." Ternyata dugaan Kevin benar bahwa itu tadi ciuman pertama Ry. Kevin merasa bahagia karena dia mendapatkan ciuman pertama Ry tapi Kevin juga kembali teringat bahwa ciuman pertama dulu dia lakukan kepada Asa. Waktu itu mereka sama-sama pertama kali melakukan ciuman.
Setelah mendengarkan ucapan Kevin, Ry bertambah malu. Sehingga Ry bergegas pergi dari hadapan Kevin dengan menundukkan kepalanya. Hari ini Ry berangkat ke kampus dengan perasaan yang bahagia karena hati Ry sedang berbunga setelah di cium oleh Kevin.
Sesampainya di kampus Ry memarkirkan motornya di parkiran kampus. Ry membuka helem setelah itu Ry meletakkan helem di atas kaca spion motor. Tidak lama kemudian sebuah motor sport terparkir di samping motor Ry.
"Selamat pagi Mentary." Si pengendara motor sport tersebut membuka helem lalu dia meletakkan helem di atas motor. Dia menoleh ke arah Ry yang sudah turun dari motor.
"Selamat pagi juga abang abie." Ry menoleh ke arah suara tersebut ternyata ialah abie. Setelah itu Ry berjalan meninggal Abie yang masih berada di atas motornya.
Ry terus saja berjalan tanpa mengubris perkataan Abie. Akhirnya Abie mengejar Ry sekarang dia sudah berjalan di samping Ry. Abie berjalan sambil menoleh ke arah Ry yang berada di samping nya.
"Oh, ya Mentary udah sarapan?" tanya Abie.
"Belum," jawab Ry.
"Kenapa belum sarapan?" tanya Abie.
"Takut terlambat," jawab Ry.
"Kalau gitu, ayo kita sarapan ke kantin!" Abie memegang tangan Ry.
"Tidak, terimakasih." Ry segera menepis tangan Abie dari tangannya.
"Kenapa tidak mau?" tanya Abie.
__ADS_1
Saat Ry akan menjawab pernyataan dari Abie terdengar suara ketua Bem yang menyuruh seluruh calon mahasiswa baru untuk berkumpul di halaman kampus. Ry yang mendengar itu segera berjalan ke arah halaman kampus. Tanpa mengatakan apapun kepada Abie, Abie menyusul Ry yang sudah berjalan terlebih dahulu.
Siang harinya setelah jam istirahat selesai seluruh calon mahasiswa baru berkumpul di Aula kampus. Seluruh calon mahasiswa baru sudah berkumpul di dalam Aula. Mereka juga berbaris sesuai dengan kelompok masing-masing.
Ketua Bem memberikan tugas kepada calon mahasiswa baru untuk meminta tanda tangan anggota Bem.Ketua Bem mengatakan akan memberi hukum kepada calon mahasiswa baru yang tidak mendapat tanda tangan anggota Bem yang lengkap.
Ketua Bem memberikan waktu 2 jam untuk mendapatkan tanda tangan semua anggota Bem. Setelah mengatakan itu Ketua Bem menyuruh calon mahasiswa baru untuk meminta tanda tangan anggota Bem. Seluruh calon mahasiswa berbondong-bondong mencari anggota Bem untuk meminta tanda tangan.
Ry ikut mengantri untuk meminta tanda tangan seorang anggota Bem. Seorang anggota Bem tersebut memberi tanda tangan dengan cuma tanpa menyuruh calon mahasiswa baru melakukan sesuatu sesuai permintaan nya.
"Kak minta tanda tanganya." Ry mengulurkan buku tulis dan pena kepada seorang anggota Bem tersebut.
"Teruntuk kamu harus minta tanda tangan Abie dulu baru saya bisa memberikan tanda tangan," kata seorang anggota Bem tersebut.
"Lah, kenapa begitu kak?" tanya Ry.
"Sebaiknya kamu temui Abie, lalu tanya kan langsung pada Abie.Kamu bisa pergi sekarang karena masih banyak yang mengantri." Seorang anggota Bem tersebut menyuruh Ry menemui Abie.
Setelah mendengarkan ucapan seorang anggota Bem tersebut, Ry berjalan ke arah seorang perempuan yang merupakan anggota Bem Ry mencoba meminta tanda tangan si perempuan tersebut ternyata hasil nihil. Dia juga mengatakan bahwa Ry harus menemui Abie.
Ry mencari keberadaan Abie dengan berkeliling kampus sambil membawa buku tulis dan pena. Tetapi Ry tidak menemukan keberadaan Abie, Ry yang merasa lelah akhirnya duduk di bangku taman tersebut.
"Nih buat kamu." Seorang pria yang berdiri di hadapan Ry memberikan sebotol air mineral kepada Ry.
"Gak usah." Ry menolak sebotol air mineral pemberian pria tersebut.
"Aku tidak terima penolakan." Si pria tersebut meletakkan botol air mineral tersebut di tangan Ry.
"Ckckck dasar pemaksa." Dengan terpaksa Ry menerima sebotol air mineral tersebut.
"Apa aku boleh duduk di sini?" tanya si pria tersebut.
"Duduk aja, gak ada tulisan dilarang duduk," jawab Ry.
"Hahaha, Mentary bisa aja." Si pria tersebut sudah duduk di samping Ry lalu dia tertawa terpingkal-pingkal mendengar ucapan Ry.
"Kamu____."
__ADS_1
...~ Bersambung ~...