
"Boro-boro mikirin baju lebaran, dikasih sehat aja sudah bersyukur."
Kevin berhasil melepaskan tubuh Ry yang bergantungan pada tubuhnya sehingga Ry terjatuh di dalam air pantai tersebut. Tubuh Ry sudah masuk ke dalam air pantai.
"Tooolong tolong." Ry beteriak meminta pertolongan,hanya tinggal kepada dan kedua tangan yang masih berada di atas permukaan air.
Kevin yang terlihat panik saat melihat tubuh terkena ombak panti sehingga menjauh dari tubuhnya sehingga tanpa pikir panjang Kevin segera berenang. Kevin terus saja berenang agar bisa menyelamatkan tubuh Ry yang ombak pantai.
Ry yang tubuhnya sudah terombang-ambing di sebabkan oleh ombak.Ry melihat Kevin yang berenang mendekati ke arahnya, Ry mengulurkan tangan ke arah Kevin. Kevin berusaha untuk mencapai tangan Ry yang sedang terulur ke arahnya. Kevin berhasil mencapai tangan Ry lalu dia berenang sambil membawa tubuh Ry untuk mengikutinya.
Saat tangan Ry sudah di raih oleh tangan Kevin, Ry mulai merasakan kesulitan bernafas saat kepalanya juga sudah berada di dalam air pantai tersebut. Kevin terus saja berenang sambil memegang tangan Ry. Kevin berenang terus menuju ke arah pinggir pantai tersebut.
Akhirnya Kevin berhasil membawak tubuh Ry berada di pinggir pantai. Mereka sudah berada di pinggir pantai, Kevin berjongkok di samping tubuh Ry lalu Kevin mengendong tubuh Ry seperti bridel style. Kevin melihat ke arah Ry yang sedang berada di gendonganya.
Kevin semakin khwatir saat melihat Ry berada dalam gendong sudah tidak sadarkan diri. Kevin berjalan terburu-buru membawa Ry ke salah gazebo yang letaknya terdekat dari pantai tersebut. Sesampainya Kevin di depan gazebo tersebut, Kevin membaringkan tubuh Ry di atas lantai gazebo tersebut.
"Tary bagun." Kevin berjongkok di samping tubuh Ry lalu Kevin mengepalkan kedua tangannya lalu dia menekankan di bagian dada Ry mengunakan kedua tangan yang sudah di kepal. Kevin sedang melakukan pertolongan pertama kepada Ry.
Kevin sudah menekan bagian dada Ry sebanyak 3 kali tetapi tampak tidak ada reaksi apa-apa pada tubuh Ry sehingga akhirnya Kevin semakin panik takut terjadi sesuatu.
"Coba kamu kasih nafas buatan kepada dia." Si ibuk pemilik gazebo yang melihat Kevin sedang mengendong Ry. Si ibuk pemilik gazebo tersebut segera menghampiri mereka saat melihat mereka sudah berada di gazebo miliki nya. Si ibuk tersebut sudah berada di depan gazebo tersebut melihat Kevin yang sedang melakukan pertolongan pertama kepada Ry. Ry yang tidak ada reaksi saat Kevin sedang melakukan pertolongan pertama langsung merasa panik.
Setelah Kevin mendengarkan ucapan si ibuk pemilik gazebo tersebut lalu Kevin menempel kan bibir nya kepada bibir Ry lalu Kevin memberikan nafas kepada Ry setelah itu Kevin melepaskan bibir dari bibir Ry.
__ADS_1
"Uhuk uhuk uhuk." Setelah Ry mendapatkan nafas buatan dari Kevin lalu dia mulai membuka kedua matanya setelah itu dia terbatuk-batuk sambil air keluar dari mulutnya.
"Syukurlah akhirnya Chubby sadar." Kevin duduk di samping lalu dia segera membantu Ry agar bisa duduk di atas lantai gazebo tersebut.
Tiga minggu kemudian setelah mbah Milah melihat hubungan Kevin dan Ry sudah terlihat seperti sepasang pengantin baru. Mbah Milah juga melihat dari tatapan mata mereka seperti saling mencintai sehingga mbah Milah merasa legah.
Mbah Milah memutuskan untuk pulang hari ini di dengan di jemput oleh Om Dika sekeluarga. Om Dika sekeluarga sudah sampai dari tadi siang di rumah Kevin. Setelah mereka puasa ngobrol baru lah om Dika berserta keluarga dan mbah Milah berpamitan pulang ke Kota D.
Mereka sudah berada di teras rumah Kevin, bunda dan Jojo bergantian menyalim punggung tangan mbah Milah, om Dika, Tante dan Ulfa secara bergantian.
"Benaran nih om mau pulang?" tanya Ry.
"Iya, kamu baik-baik di sini. Nurut sama suami, keluarga kamu di kota D titip salam." Om Dika menyampaikan salam dari keluarga Ry di kota D untuk Ry.
"Iya, Ada apa emangnya Ry?" tanya Om Dika.
"Om lain kali bilang sama mereka jangan cuma Kirim salam aja tapi Kirim uanglah," jawab Ry.
"Tary, apa selama ini uang yang setiap bulan aku kasih kurang?" Kevin merasa tidak suka saat mendengar ucapan Ry kepada Dika. Kevin merasa takut bahwa Dika akan berpikir bahwa Kevin tidak memberikan uang nafka kepada Ry padahal Kevin sudah memberikan uang nafkah kepada Ry dengan adil, sama seperti yang dia berikan kepada bunda.
"Gak." Ry menggelengkan kepalanya, Ry terpaksa berbohong di hadapan om Dika sekeluarga dan mbah Milah. Pada di dalam hati Ry ingin berbicara bahwa uang yang Kevin beri setiap bulan itu, setengahnya diambil oleh bunda. Maka Ry berharap keluarganya menitipkan yang kepada Dika.
"Ingat Tary sekarang itu kamu sudah menjadi istri aku maka sudah menjadi tanggung jawab aku untuk menafkahi kamu secara lahir dan batin." Kevin menginginkan Ry tentang status mereka yang sudah menjadi pasangan suami istri. Maka Kevin lah yang akan bertanggung jawab memenuhi semua kebutuhan Ry.
__ADS_1
"Iya, maafin Ry mase." Ry merasa tidak enak kepada Kevin akhirnya Ry menundukkan kepalanya nya.
"Kalau begitu mbah mau pamit dengan kalian semua," kata mbah Milah.
"Hati-hati ya mbah." Ry menyalim punggung tangan mbah Milah.
"Embem secepatnya harus kasih mbah cicit." Mbah Milah memeluk tubuh Ry lalu dia meminta Ry agar memberikan cicit untuknya.
"InsyaAllah mbah." Ry membalas pelukan mbah Milah setelah merasa sudah cukup memeluk tubuh mbah Milah maka Ry melepaskan pelukan dari tubuhnya.
"Kapan Kevin mau nikahi embem secara resmi?" Mbah Milah sudah berdiri di hadapan Kevin.
"Belum tahu mbah." Kevin menyalim punggung tangan mbahnya lalu dia menangkat bahunya ketika mbah Milah bertanya tentang menikahi Ry secara resmi.
"Mbah tidak mau tahu, kamu mbah kasih waktu 1 bulan untuk mendaftarkan pernikahan kalian secara resmi." Mbah Milah menatap Kevin sambil berbicara kepada Kevin dengan tegas.
"Seperti dalam 1 bulan sulit mbah soalnya surat-surat penting punya Tary aku belum punya." Kevin merasa waktu satu bulan tidak akan cukup untuk dia menyiapkan acara pernikahan resmi dengan Ry.
"Kamu tenang aja Kevin, soal itu biar Om yang ngurus." Om Dika memegang bahu Kevin lalu Dia menyakinkan Kevin tidak usah terlalu memikirkan masalah surat-surat punya Ry akan menjadi urusan Ry sekeluarga.
"Maaf jadi ngerpotin om, terimakasih om." Walaupun Kevin merasa tidak enak karena harus merepotin Dika, Kevin mengucapkan terimakasih kepada Dika.
...~ Bersamabung ~...
__ADS_1