Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Asa Mualaf


__ADS_3

"Bentar lagi bulan puasa nih, kamu maukan jadi alarm sahur Ry?"


"Jam berapa Sa mau ketemu dengan Kevin?" tanya bunda.


"Setelah Kevin pulang kerja bunda," jawab Asa.


"Bunda telpon Kevin dulu, entar bunda kabarin Asa," kata bunda.


"Kevin jangan di marahin ya bunda." Asa meminta bunda tidak marah kepada Kevin soal masalah Kevin memutuskan Asa secara sepihak.


"Iya bunda tidak akan marahin Kevin, bunda akan berpura-pura tidak tahu kalau kalian sudah putus," kata Kevin.


"Terimakasih bunda, maafin Asa sudah ngerepotin bunda." Asa merasa legah karena bunda tidak akan marah dengan Kevin, bahkan bunda akan berpura-pura tidak mengetahui kalau mereka sudah putus.


"Sama-sama, bunda yang harus berterimakasih karena selama ini Asa sudah membantu bunda sekeluarga. Bunda berharap kalau kalian akan balikan dan bisa menikah," kata bunda.


"Natik aku mau bujuk Kevin supaya mau balikan ama aku, semoga saja dia mau bunda. Do'ain ya bunda supaya Kevin mau balikan ama aku." Asa meminta bunda mendoakan supaya Kevin mau kembali bersama dengan dia.


"Aamiin, bunda pasti mendoakan kalian supaya kembali bersama semoga berjodoh sampai menikah karena bunda hanya mau Asa menjadi menantu bunda." Bunda berharap dan berdo'a semoga Kevin dan Asa bisa bersama bahkan sampai menikah. Tetapi sebelum itu bunda harus membuat Kevin dan Ry bercerai.


"Makasih bunda. Udah dulu ya bunda," kata Asa.


"Bunda matiin dulu telpon ya, bunda mau nelpon Kevin." Setelah mengatakan itu bunda mematikan telpon dari Asa.


Setelah bunda selesai menghubungi Kevin maka bunda menghubungi Asa. Bunda memberi tahukan Asa bahwa Kevin akan datang ke mesjid Agung. Mendengar hal itu Asa merasa bahagia dan tidak sabar untuk bertemu dengan Kevin di mesjid Agung. Setelah itu bunda mematikan panggil telponya dengan Asa.

__ADS_1


Sore harinya Kevin sudah berada di depan pintu mesjid Agung. Kevin mengucapkan salam lalu beberapa orang yang berada di dalam mesjid menjawab salam Kevin. Kevin berjalan masuk ke dalam mesjid saat Kevin sudah berada di dalam mesjid.


"Apa yang kamu lakukan di sini?"Yang membuat Kevin terkejut saat melihat perempuan yang dia kenal sedang duduk di mesjid sambil memakai jilbab.


"Akhirnya kamu datang juga Vin." Perempuan tersebut menoleh ke arah Kevin sambil tersenyum.


"Hah, apa maksud dari ucapan kamu?" Kevin berjalan mendekati ke arah perempuan tersebut.


"Nak Kevin silahkan duduk dulu." Pak Ustadz menyuruh Kevin untuk duduk.


"Baiklah pak Ustadz." Kevin berjalan mendekati pak Ustadz, Ketika Kevin sudah berada di dekat pak Ustadz dia menyalim tangan pak Ustadz dan beberapa orang lain yang berada di dalam mesjid . Setelah itu Kevin duduk di tempat yang masih kosong.


"Apa sudah bisa kita lanjutkan lagi acaranya?" tanya pak Ustadz.


"Silahkan di lanjutkan pak Ustadz." Kevin meminta pak Ustadz untuk melanjutkan acara tersebut. Walaupun sebenarnya Kebun sama sekali tidak tahu acara apa yang sedang berlangsung di dalam mesjid tersebut. Tetapi Kevin tetap ingin duduk sambil menyaksikan acara yang sedang berlangsung di dalam mesjid tersebut.


Pak Ustadz memulai acara tersebut, Kevin terdiam saat mengetahui bahwa ada seseorang yang berkeinginan untuk menjadi mualaf. Pak ustadz memberitahukan bahwa seorang yang mau menjadi mualaf tersebut ialah bernama Asa Berliana.


Pak Ustadz membantu Asa Berliana untuk mengucapkan dia kalimat syadat. Asa yang ke sulit mengucapkan dua kalimat syahadat, Asa mengucap kan dua kalimat syahadat dengan terbata-bata padahal sudah di bantu oleh pak Ustadz tetapi akhirnya Asa berhasil menyelesaikan mengucapkan dua kalimat syadat tersebut.


Sehingga Asa telah berhasil menjadi mualaf, Asa terlihat bahagia setelah berhasil menjadi mualaf. Asa merasa yakin bahwa hubungan dengan Kevin akan kembali bersama bahkan mereka sudah bisa menyatukan perbedaan yang selama ini menghalangi hubungan mereka.


Setelah selesai Asa mengucapkan banyak Terima kasih kepada pak Ustadz serta beberapa orang yang berada ada di sana untuk menyaksikan Asa menjadi mualaf. Kevin terlebih dahulu berpamitan kepada semua orang yang berada di sana. Kevin berjalan ke arah pintu mesjid.


Asa melihat Kevin yang berjalan melewati pintu mesjid. Asa segera berpamitan kepada semua orang yang berada di mesjid tersebut. Setelah itu Asa segera berjalan terburu-buru untuk menyusul Kevin. Dia ingin membahas hubungannya dengan Kevin hari ini juga.

__ADS_1


"Vin tunggu." Asa sudah berada di luar mesjid segera berlari menghampiri Kevin yang sudah berada di atas motornya.


"Ada apa?" Kevin memasang helem di kepalanya.


"Apa sekarang kita bisa balikan seperti dulu?" Asa bertanya sambil berharap bahwa Kevin mau berbalikan ama dia.


"Maaf gak bisa." Kevin menolak Asa untuk bisa berbalikan menjalin hubungan pacaran lagi.


"Kenapa Vin? asal kamu tahu aku menjadi mualaf itu hanya demi kamu."Asa mengatakan kepada Kevin bahwa dia menjadi mualaf itu hanya demi Kevin seorang.


"Dengar baik Sa, aku tidak pernah meminta kamu menjadi mualaf hanya untuk bisa bersama aku lagi Lagian kita itu sudah putus Sa." Kevin menjelaskan kepada Asa bawah dia tidak pernah meminta Asa untuk menjadi mualaf karena dirinya. Lagian keputusan Kevin sudah bulat dia ingin mempertahankan rumah tangga bersama Ry bahkan sudah memiliki niat untuk menikahi Ry secara resmi agar Kevin bisa menjadikan Ry istri yang seutuhnya. Kevin juga berniat ingin membahagiakan Ry dengan menafkahi Ry secara lahir dan batin.


"Kamu benar-benar jahat Vin." Asa sedih mendengar ucapan Kevin seperti itu padahal Asa berharap Kevin akan meminta Asa untuk segera menikah dengannya setelah Asa menjadi mualaf. Ternyata semua tidak seindah yang Asa bayangan.


"Hiks hiks hiks." Asa menangis sambil berjongkok karena dia begitu sedih telah mengambil keputusan yang salah menjadi seorang mualaf agar Kevin mau bersama dia tetapi semuanya tidak sesuai dengan kenyataan yang Asa inginkan. Kevin yang tetap dengan pendirian yang tidak peduli dengan perasaan Asa.


Kevin yang tidak tega melihat Asa menagis akhirnya dia melepaskan helemnya. Kevin turun dari motor lalu dia melangkah kakinya mendekati Asa yang sedang berjongkok sambil menangis tersedu-sedu.


"Sudah jangan nagis lagi Sa." Kevin menundukkan badan lalu dia memegang bahu Asa.


"Hiks hiks hiks, lepaskan jangan sentuh aku. Kamu jahat jahat." Asa menagis sambil menepis tangan Kevin dari bahunya.


"Apa kamu gak mau natik di lihatin orang-orang kamu nagis di sini?" tanya Kevin.


"Biarin aja orang-orang lihat aku nagis kayak gini. Kalau ada orang yang tanya aku nangis itu gara-gara apa maka aku tinggal jawab kalau aku itu nagis gara-gara kamu," kata Asa

__ADS_1


...~ Bersambung ~...



__ADS_2