Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Kencan


__ADS_3

"Seandainya malaikat bertugas mencatat rindu, mungkin dia bakal bosan berulang kali mencatat nama mu."


Kevin terus saja melajukan motornya melewati jalan raya yang menuju keluar dari kota P. Ry makin di buat penasaran karena Kevin tidak mau memberitahukan kepada Ry, Kevin mau membawa Ry kemana. Mereka sudah berada di jalan yang di luar kota.


Kevin melajukan motornya ke arah jembatan, saat motor yang Kevin kendarai sudah berada di atas jembatan yang panjang tersebut. Ry mengeratkan pelukan di pinggang Kevin sambil Ry menyembunyikan wajahnya di panggung Kevin.


"Chubby kenapa?"Kevin merasa heran karena tiba-tiba Ry memeluk pinggang Kevin dengan begitu erat.


"Ry takut mase," jawab Ry.


"Takut apa?" tanya Kevin dengan penasaran.


"Itu lihat yang di bawah jembatan," jawab Ry.


"Takut sungai kah?" tanya Kevin.


"Bukan," jawab Ry.


"Terus takut apa?" Kevin makin di buat bingung oleh Ry, yang Kevin lihat di bawah jembatan tersebut ialah sungai.


"Takut ketinggian," jawab Ry.


"Apa hubungan takut ketinggian dengan lihat sungai?" Kevin keningnya berkerut setelah mendengarkan ucapan Ry.


"Saat ini Ry merasa takut kalau tiba-tiba jembatan ini putus terus kita jatuh ke sungai bagaimana mase?" Ry bertanya balik kepada Kevin.


"Bukannya Chubby itu bisa berenang, terus kenapa harus takut kalau jatuh ke sungai?" tanya Kevin.


"Ry memang bisa berenang, tapi Ry gak di pernah berenang di sungai," jawab Ry.


"Lah, bukannya di kampung mama ada sungai. Kenapa Chubby gak pernah berenang di sungai?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Di kampung mama Ry emang ada sungai, tapi nenek selalu ngelarang kami buat mandi di sungai makan nya kami tidak pernah mandi di sungai." Ry memberitahukan kepada Kevin bawah dia tidak pernah mandi di sungai itu karena di larang sama nenek.


Selama perjalanan menuju ke suatu tempat yang hanya Kevin seorang diri yang tahu, mereka sudah melewati tiga buah jembatan tetapi mereka belum tiba juga di tempat tersebut.


"Apa mase jauh mase?" Ry merasa suah terlalu lama duduk di atas jok motor sehingga pantat Ry merasa panas, tetapi di satu sisi Ry merasa bahagia karena terus saja bisa memeluk pinggang Kevin dengan sangat erat.


"Sebentar lagi kita sampai." Kevin membelokan motornya ke arah kanan lalu dia terus saja melajukan motornya.


"Ah, sebenarnya kita mau kemana sih mase? kok jalannya sepi." Setelah Kevin membelokan motornya Ry melihat ke arah jalan tersebut yang terlihat sepi karena tidak ada kendaraan yang lain melewati jalan tersebut.


"Kita mau ke suatu tempat, aku yakin nantik Chubby juga pasti suka." Kevin masih enggan memberitahukan Ry tempat yang kan meraka datangi, Kevin merasa yakin bahwa Ry akan menyukai tempat tersebut.


"Kayak mase mau bawak Ry kesemak ya?" Ry melihat sepanjang jalan tersebut tidak ada rumah penduduk melainkan hanya Kebun-kebun sawit sehingga Ry berpikir bahwa Kevin akan mengajak Ry kesemak.


"Bukan, kenapa bisa mikir kayak gitu?" Kevin tidak habis pikir dengan pemikiran Ry yang seperti itu.


"Habis tempat nya sepi udah pasti mase mau buat mesum ama Ry, iyakan?" tanya Ry.


"Iya juga ya, terus mase mau ngapain bawak Ry ketempat yang sepi kayak gini?" Ry membenarkan ucapan Kevin, kemudian Ry yang penasaran akhirnya bertanya kepada Kevin. Ry ingin mengetahui alasan Kevin membawa dirinya ketempat yang sepi.


"Ah, masak Chubby gak ngerti juga sih, aku jauh-jauh ngajak Chubby kesini." Kevin makin di buat gemas dengan kepolosan istri sirih nya.


"Gak, maka nya Ry tanya.Mase Ry itu tipe yang gak peka juga jadi mendingan to the point aja kalau dengan Ry, gak usah pakai kode-kode gitu Ry gak mengerti." Ry mengatakan kepada Kevin untuk to the point saja karena dia tipe perempuan yang tidak peka, apalagi cuma di kasih kode-kode dia gak akan tahu.


"Ah, akhirnya kita sampai juga." Kevin memberhentikan motornya di parkiran lalu dia memikirkan motornya di parkiran.


"Tempat apa ini?" Ry yang masih berada di atas motor melihat ke segela arah untuk mengetahui tempat tersebut.


"Ayo turun!" Kevin sudah turun terlebih dahulu dari atas motornya, lalu dia mengajak Ry untuk turun dari atas motornya.


"Baiklah Ry turun." Melihat Kevin sudah berada di samping motor sambil menunggu Ry untuk turun dari motor.

__ADS_1


"Abang tiket parkirnya?" Seorang tukang parkir menghampiri mereka, setelah itu si tukang parkir memberikan tiket kepada Kevin.


"Iya." Kevin mengambil tiket tersebut dari tangan si tukang parkir.


"Abang uang?" Si tukang parkir tersebut mengulurkan tangannya ke arah Kevin.


"Berapa?" tanya Kevin.


"5 ribu abang," jawab si tukang parkir.


"Ini." Kevin mengeluarkan selembar uang kertas kepada dari saku nya, setelah itu dia memberikan selembar uang tersebut kepada si tukang parkir.


"Terimakasih abang." Setelah uang tersebut berada di tangan si tukang parkir maka dia mengucapkan terimakasih kepada Kevin.


"Sama-sama, ayo kita jalan!" Kevin mengandeng tangan Ry untuk pergi dari tempat parkiran.


"Mase kok parkiran di sini sama mahal kayak di mall sih." Ry heran saat mengetahui bawa biaya parkiran di tempat tersebut sama kayak di mall. Padahal tempatnya tidak senyaman di mall mana panas lagi tapi biaya parkiran sama dengan di mall.


"Itu karena di sini tidak di pungut biaya masuk hanya biaya parkiran saja." Kevin dengan lembut berbicara kepada Ry karena dia tidak ingin merusak momen yang sudah dia tunggu untuk bisa bersama Ry.


"Mase juga aneh, ngapin juga kita jauh-jauh ke tempat yang sepi seperti ini?" tanya Ry.


"Kan kita mau kencan, jadi tempat ini yang pas buat kencan pertama kita." Akhirnya Kevin mengatakan kepada Ry bahwa mereka akan kencan.


"Apa kita Ke...ncan?" Ry berhenti berjalan lalu dia menoleh ke arah Kevin dengan wajah terkejut saat Kevin mengetahui bahwa meraka akan kencan.


"Iya, maaf ya Chubby seminggu kemarin aku itu sibuk kerja maka nya tidak ada waktu buat kita bersama. Sebagai gantinya hari ini aku mengajak Chubby kencan." Kevin dan Ry posisinya sudah berhadapan lalu Kevin menundukkan kepalanya sambil mengelus punggung tangan kanan Ry, karena merasa bersalah selama seminggu ini Kevin terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga mengabaikan Ry.


"Yeyeye jadi kita benar kencan nih." Ry merasa begitu bahagia karena bisa berkencan dengan Kevin, sehingga Ry melompat-lompat kegirangan.


"Jangan lompat-lompat Chubby." Kevin melihat Ry melompat, lalu dia merasa malu melihat tingkah Ry yang kekanak-kanakan.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2