Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Jangan Lupa Mimpiin Ry


__ADS_3

"Dunia ini keras kawan, kalau kamu minta maaf, aku maafkan, tapi kalau kamu minta uang, aku minta maaf......"


Kevin yang wajah merah merona mendengar perkataan bunda lalu dia menundukkan kepalanya.


Hari sudah mulai sore papa dan mama berpamitan kepada mereka. Papa dan mama menasehati Ry agar menjadi istri yang sholeh kepada Kevin sedangkan kepada Kevin papa menitipkan Ry kepada Kevin, agar Kevin menjaga dan membahagiakan Ry.


Ry menyalim punggung tangan dan memeluk mama dan papa bergantian. Saat Ry memeluk badan papa, papa membalas pelukan Ry sambil mengusapkan punggung Ry. Mata papa berkaca-kaca sudah mengembun. Papa mencoba menahan air matanya agar tidak terjatuh.


Papa begitu berat melepaskan Ry karena Ry putri bungsu selain itu putri kesayangan papa dan Ry yang paling dekat ama papa di bandingkan dengan kedua mbaknya. Walaupun dengan berat hati akhirnya papa harus melepaskan Ry. Karena ini pertama kalinya Ry akan tinggal jauh dari kedua orang tuanya.


"Papa ini udah sore natik kita bisa kemalaman." Mama menginginkan papa.


"Iya mama." Papa melepaskan pelukannya dari badan Ry.


"Papa mama pulang dulu, adek harus nurut ama nak Raka," kata papa.


"Iya papa," kata Ry.


Malam Harinya............


Kevin dan Ry sudah berada di dalam kamar Kevin, Kevin yang sedang berbaring di atas tempat tidur. Sedangkan Ry berada di depan lemari pakaian Kevin yang tiga pintu. Ry memindahkan pakaian yang ada di dalam koper ke dalam lemari pakaian tersebut.


"Kamu gak capek?" Kevin melirik ke arah Ry yang sedang memasukkan pakaiannya ke dalam lemari pakaian Kevin.


"Gak Mase, kenapa?" Ry berbicara tanpa menoleh ke arah Kevin.


"Sudah sebaiknya kamu istirahat, ini sudah malam. Kan besok masih bisa di lanjutkan lagi." Kevin menyuruh Ry untuk di tidur karena hari sudah malam.


"Kalau mase mau tidur, tidur aja duluan. Ini masih nanggung." Ry menyuruh Kevin untuk tidur terlebih dahulu soalnya pekerjaan Ry memasukkan pakaian ke dalam lemari pakaian Kevin tinggal sedikit lagi.


"Kamu mau tidur atau aku tidurin?" Kevin bangun dari tempat tidur lalu dia menghampiri Ry yang masih berdiri di depan lemari pakaian. Kevin berdiri di samping Ry lalu Kevin menarik tangan Ry sambil berjalan ke arah tempat tidur.


"Ini juga Ry mau tidur, gak usah pakai tarik-tarik segala." Ry melepaskan tangan Kevin dari tangan nya. Ry naik ke atas tempat tidur.



Kevin mematikan lampu kamarnya setelah itu dia naik keatas tempat tidurnya. Kevin berbaring di samping Ry.

__ADS_1


"Tempat tidur kayak gak muat buat kita berdua." Ry merasa tempat tidur itu pas dengan ukuran badan mereka berdua.


"Muat kok." Kevin memiringkan badannya agar menghadap ke Ry.


"Tapi sempit nih, Ry gak bisa tidur dengan bebas," kata Ry.


"Makanya kamu tidur jadi cosplay patung," kata Kevin.


"Gak bisa Mase," kata Ry.


"Bisa, kalau kayak gini pasti kamu akan jadi patung." Kevin melingkarkan tangannya di pinggang Ry lalu dia meletakkan kakinya di paha Ry. Kevin memeluk Ry seperti bantal guling.


"Idih ini mah modus bilang aja kalau mau peluk Ry." Ry menyingkirkan tangan dan kaki Kevin dari tubuhnya.


"Heleh gaya kamu waktu itu aja. Kamu pelukan aku sampai kita jadi nikah sirih," kata Kevin.


"Apa mase nyesal nikah sirih dengan Ry?" tanya Ry.


"Ntlah aku tidak tahu, bagaimana dengan kamu menyesal kah menikah sirih dengan aku?" tanya Kevin.


"Gak." Ry berbicara dengan tegas.


"Dengan pernikahan ini Ry bisa pergi meninggalkan kota D yang penuh dengan kenangan bersama dia." Ry berbicara sambil melihat langit-langit di kamar Kevin yang terlihat gelap.


"Sejauh apapun kamu pergi itu akan percuma kalau di hati kami itu masih terisi oleh dia, lebih baik kamu menata kembali hati kamu yang telah hancur berkeping-keping itu." Kevin memberikan nasehat kepada Ry untuk menata perasaannya.


"Setidak dengan pergi dari kota D, Ry sudah tidak mengingat kenangan bersama dia," kata Ry.


"Apa kamu belum bisa move on dari mantan kamu?" tanya Kevin.


"Udah lah ngapain juga Ry ingat dia yang udah jadi suami orang," jawab Ry.


"Bagus kalau gitu, lagi kamu juga udah jadi istri orang," kata Kevin.


"Ya istri orang lah masak Ry jadi istri monyet sih," kata Ry.


"Memang kamu mau jadi istri monyet?" Kevin berbicara dengan nada ketus kepada Ry.

__ADS_1


"Ya gak lah, idih ogah banget Ry nikah ama monyet," kata Ry.


"Sudah-sudah bicara ama kamu gak ada habisnya. Ini udah malam lebih baik kita tidur, jangan lupa baca doa sebelum tidur." Kevin membaca doa sebelum tidur lalu dia memejamkan matanya.


"Iya, good night. Jangan lupa mimpi Ry ya mase." Ry memiringkan wajahnya sehingga posisi Ry menatap Kevin.


"Gak ah ngapain juga aku mimpi kamu, sudah setiap hari aku ngeliatin kamu masak di dalam mimpi pun aku harus ngeliat kamu lagi." Kevin membuka kedua mata lalu dia melihat ke arah Ry dengan suasana kamar yang gelap karena lampu kamar sudah di padamkan.


"Mase pasti mau mimpi pacarnya, ya kan?" tanya Ry.


"Bukan urusan kamu, tuh mulut dari tadi ngoceh melulu kayak petasan banting. Tuh mulut mau dia diam atau aku cium." Kevin yang di buat pusing mendengar ocehan Ry akhirnya dia mengancam .


Ry segera menutup mulutnya dengan menggunakan tangannya.


Dini hari udara begitu sejuk membuat kedua pasangan suami istri berpelukan mencari kehangatan di bawah selimut. Terdengar suara pintu kamar yang di ketuk oleh seorang.


Tok.................. Tok


"Vin bangun." Bunda mengetuk pintu kamar Kevin sambil berteriak.


"Vin cepatan bangun."


"Aku udah bangun bunda ." Kevin membuka kedua matanya lalu dia mengatakan kepada ibunya bahwa dia sudah bangun.Kevin enggan beranjak dari tempat tidur karena dia masih ingin memeluk badan Ry lebih lama sambil mencium aroma badan Ry.


"Buka pintunya Vin."


"Iya sebentar bunda."Dengan perasaan malas akhirnya Kevin melepaskan pelukan dari badan Ry setelah itu Kevin beranjak turun dari tempat tidur.


Kevin berjalan ke arah pintu kamarnya lalu dia yang telah tiba di depan pintu kamar membuka kunci kamar yang tergantung di pintu tersebut. Setelah itu Kevin membuka pintu kamarnya.


Ceklek.......... Ceklek


" Kenapa lama buka pintunya Vin?" Bunda yang melihat suasana kamar Kevin gelap.


"Bunda ada apa bangunin Kevin?" Kevin bingung harus memberikan alasan kepada bunda kenapa dia lama membuka pintunya jadi dia memilih untuk mengalihkan pembicaraan.


"Lah Vin lupa ya biasa bunda emang membangunkan kamu jam segini." Bunda heran melihat Kevin yang seperti orang linglung yang lupa dengan kebiasaan dari dahulu.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2