
"Jika minta maaf, saya maafkan tetapi kalau minta Thr saya minta maaf."
"Kalian jangan pulang dulu." Ry tidak mengizinkan mereka untuk pulang terlebih dulu.
"Noh, Ry aja gak bolehin kita pulang." Ambar merasa senang karena Ry tidak memperbolehkan mereka pulang.
"Lah, kan tugas kelompok udah selesai Ry. Kenapa kita gak boleh pulang?" tanya Nunu.
"Kalian belum menyerahkan tugas kelompok yang kalian buat dengan Ry. Mana tugas yang kalian kerjakan?" Ry melihat ke arah Nunu, lalu Ry mengulurkan tangannya ke arah Nunu.
"Astagfirullah, aku lupa Ry." Nunu segera mengeluarkan kembali laptop, Nunu meletakkan laptop di atas meja lalu dia memasukkan flashdisk ke usb laptop. Nunu memindahkan tugas kelompok yang dia kerjakan ke flashdisk.
"Nih." Ambar menyerah flashdisk ke tangan Ry.
"Iya, Ry copy paste dulu ya tugas ya Ambar kerjakan." Ry memasukkan flashdisk milik Ambar ke usb laptop nya.
"Abang mau minum apa?" Ambar melihat kearah Ry yang sibuk dengan laptop sehingga Ambar mengambil kesempatan untuk bisa ngobrol dengan Kevin.
"Pelayan." Kevin memanggil pelayanan cafe tersebut.
"Mau pesan apa abang?" Pelayan segera menghampiri Kevin, si pelayan sudah berdiri di hadapan Kevin.
"Jus jeruk satu," jawab Kevin.
"Kalau makanan mau pesan apa abang?" Si pelayan tersebut mencatat pesan minuman Kevin.
"Chubby mau pesan apa?" tanya Kevin.
"Kentang goreng satu," jawab Ry
"Makanan kentang goreng," kata Kevin.
"Apa ada tambah lainnya?" tanya si pelayan.
"Chubby ada lagi yang mau di pesan?"tanya Kevin.
"Jus buah Naga," jawab Ry.
"Minum tambah lagi jus buah naga," kata Kevin.
"Minum jus jeruk dan jus buah naga, makanan kentang goreng." Si pelayan menulis pesanan sambil menyebutkan yang di pesan oleh Kevin.
"Abang aku kok gak di tawarin mau pesan apa?" Ambar yang dari tadi berharap Kevin berbasa basi menawarkan dirinya, tetapi Kevin sama sekali tidak menawarkan dirinya sehingga Ambar bertanya langsung dengan Kevin.
__ADS_1
"Kalau kamu mau tinggal pesan saja sendiri." Kevin berbicara dengan nada ketus kepada Ambar.
"Ry ini punya aku, Ambar kita pulang sekarang." Nunu meletakkan flashdisk di samping laptop Ry. Nunu mengajak Ambar pulang.
"Aku masih mau di sini." Ambar menolak ajakan Nunu untuk pulang.
"Kamu mau jadi obat nyamuk di sini," kata Nunu.
"Gak ah." Ambar melirik ke arah Kevin, tetapi Kevin sama sekali tidak melirik ke arah Ambar. Melainkan Kevin terus saja menatap ke arah Ry tanpa berkedip.
"Maka nya mendingan kita pulang saja." Nunu berdiri dari kursinya, Nunu menarik lengan Ambar.
"Gak usah pakai tarik-tarik, iya kita pulang sekarang." Ambar menipiskan tangan Nunu dari lengannya.
"Kalian benaran mau pulang?" Ry menoleh ke arah Ambar dan Nunu secara bergantia.
"Iya," jawab mereka serentak.
"Baguslah kalau kalian mau pulang," kata Kevin.
"Mase kok gitu sih ngomong nya, kalian jangan dengerin kata mase ya." Ry merasa tidak enak kepada kedua temannya saat Kevin mengatakan hal tersebut.
"Ini udah sore Ry kita pamit pulang dulu." Nunu pamitan dengan Ry.
Setelah kepergian Ambar dan Nunu, pelayan membawa pesanan Kevin menuju ke arah Kevin. Si pelayan tersebut sudah berada di depan meja lalu si pelayan meletakkan pesanan Kevin di atas meja yang berada di hadapan Kevin. Si pelayan tersebut meninggalkan Kevin dan Ry.
"Gak, natik saja mase." Ry menggelengkan kepalanya.
"Nantik dingin gak enak lagi Chubby,"kata Kevin.
"Kalau gitu mase suapin Ry." Ry meminta Kevin menyuapi dirinya
"Gak mau, kamu kan punya tangan makan sendirilah." Kevin menolak menyuapi Ry.
"Nih lihat tangan Ry masih sibuk di atas keyboard laptop." Ry memberitahukan Kevin bahwa tangannya masih sibuk mengetik di atas keyboard laptop.
"Buka mulut Chubby, aaakk." Kevin pun mengambil sepotong kentang dari piring yang berada di atas meja setelah itu Kevin menyuapi sepotong kentang kepada Ry.
"Nyam nyam." Ry membuka mulut nya lalu sepotong kentang yang Kevin suapin masuk ke dalam mulut Ry.
Kevin sudah selesai menyuapi Ry karena kenta gorengnya sudah habis. Ry memasukan laptop serta buku ke dalam tas ransel. Ry melihat ke arah Kevin yang sedang duduk sambil memegang ponselnya.
__ADS_1
Malam harinya Kevin dan Ry sudah berada di atas tempat tidur. Kevin memiringkan tubuh nya agar bisa berhadapan dengan Ry.
"Chubby." Kevin mengelus pipi Ry yang chubby.
"Iya mase." Ry menatap wajah Kevin dengan begitu lekat.
"Aku mau nagih janji chubby sekarang," kata Kevin.
"Janji apa mase? perasaan Ry gak punya janji apa-apa sama mase." Kening Ry berkerut sambil memikirkan Kevin yang menagih janji Ry.
"Masak sih Chubby lupa," jawab Kevin.
"Iya Ry lupa, maka nya Ry tanya. Ry punya janji apa dengan mase?" tanya Ry.
"Itu pas Chubby minta izin ngerjakan tugas kelompok di cafe, Aku ngasih izin Chubby buat ngerjakan tugas kelompok di cafe tapi dengan syarat," jawab Kevin.
"Oo.... itu iya Ry ingat, terus mase bilang syarat malam ini. Emang apa syarat nya mase?" tanya Ry.
"Aku mau minum susu, bolehkan Chubby?" Kevin menatap Ry dengan tatapan mendambakan.
"Ya elah cuma minum susu saja boleh dong mase," jawab Ry.
"Serius aku boleh minum susu?" Kevin bertanya lagi karena dia masih ragu dengan ucapan Ry yang memberikan izin kepada Kevin untuk meminum susu.
"Dua rius mase," jawab Ry.
"Aku jadi gak sabar mau minum susu." Mata Kevin yang terus saja melihat ke arah dada Ry.
"Tunggu sebentar ya mase." Ry turun dari tempat tidurnya.
"Lah kamu mau kemana?" Lebih yang melihat Ry turun dari tempat tidur, lalu Kevin segera memegang tangan Ry.
"Ke dapur buat susu, mase mau susu apa?" Kevin membalikkan tubuhnya melihat ke arah Kevin.
"Susu cap nona."Pikiran Kevin yang sudah travelling memikirkan susu.
"Kalau susu cap nona gak ada, Apa mase mau susu merek lain?" Ry belum pernah mendengar susu cap nona sehingga dia bertanya kepada Kevin kalau susu cap nona tidak ada, susu merek apa yang ingin Kevin minum.
"Aku cuma mau susu cap nona." Kevin berbicara dengan nada yang tegas bahwa dia tidak mau susu merek yang lain, Kevin cuma ingin susu cap nona.
"Ya sudah kalau gitu Ry lihat dulu di dapur ada susu cap nona gak." Ry melepaskan tangan Kevin dari tangannya.
"Kamu itu perlu kedapur, susu cap nona ada di sini. " Kevin yang mata terus melihat ke arah bagian dada Ry.
__ADS_1
"Mana?" Ry melihat sekeliling kamar untuk mencari susu cap nona yang Kevin maksud.
...~ Bersambung ~...