
"Minum kedondong campur kamu, tutor dong jadi kesayangannya kamu."
"Apa putus?" Asa terkejut mendengar ucapan Kevin yang mau putus dari Asa.
"Iya, Sa sebaiknya kita putus." Berat bagi Kevin saat mengatakan untuk keputusan kepada Asa, karena Asa merupakan cinta pertama yang akan di harapkan menjadi cinta terakhir dari Kevin. Tetapi Kevin harus memutuskan Asa sebab saat ini dia sudah berstatus suami dari Ry walaupun status pernikahan mereka hanya sah di mata agama.
"Aku gak mau putus ama kamu, kamu itu cuma cintanya ama kamu." Asa yang matanya sudah berkaca-kaca karena mendengar perkataan Kevin yang memintanya putus.
"Aku juga sama mencintai kamu tapi aku lebih mencintai sangat pencipta aku yaitu Allah. Kamu tahukan Sa, kita itu tidak mungkin bersama aku seorang muslim sedangkan kamu nonis." Kevin memberikan pengertian kepada Asa bahwa hubungan mereka harus segera berakhir di sini sebelum semakin perasaan mereka bertambah kuat dan membuat mereka akan merasa sulit untuk berpisah.
"Apa tidak ada cara lain agar kita bisa bersama?" Asa yang sudah tidak dapat menahan air matanya sehingga air mata jatuh membasahi wajah Asa.
"Ada Sa," jawab Kevi.
"Apa itu cepat katakan?" Asa menyuruh Kevin untuk mengatakannya.
"Tapi gak yakin sih." Kevin terlihat ragu untuk mengatakan hal tersebut kepada Asa.
"Cepat katakan, agar tidak ingin kita putus." As yang belum menerima keinginan Kevin untuk putus, Asa akan melakukan apa-apa pun yang terpenting dia tidak putus dengan Kevin.
"Salah satu di antara kita harus mengalah," kata Kevin.
"Mengalah bagaimana maksud kamu?" Asa yang belum mengerti arah pembicaraan Kevin.
"Salah satu dari kita harus mengikuti harus melepaskan agama kita," jawab Kevin.
__ADS_1
"Kalau begitu kamu saja ya pindah ke agama aku." Asa menyuruh Kevin untuk pindah ke agamanya.
"Aku memang mencintai kamu, tapi kalau aku harus pindah ke agama kamu menjadi murtad maka aku tidak mau." Kevin menolak untuk pindah agama lalu dia segera berdiri dari tempat duduknya. Kevin melangkah kakinya meninggalkan tempat tersebut.
"Hiks hiks hiks, Vin aku gak mau putus. Kita itu saling mencintai." Asa berdiri dari tempat duduknya, lalu Asa segera berlari ke arah Kevin. Asa memeluk badan Kevin dari belakang.
"Cih jadi laki-laki kok tega sih mutusin ceweknya," kata perempuan pengujung cafe tersebut.
"Uh, Sa lepasin tangannya. Malu di lihatin ama pengujung cafe yang lain." Kevin berhenti melangkah karena Asa sudah memeluk dirinya dari belakang. Kevin berusaha melepaskan pelukan Asa.
"Aku akan lepasin pelukan ini sebelum kamu perjanjian tidak akan pergi, bagaimana?" tanya Asa.
"Baiklah aku tidak akan pergi.Ayo kita kembali duduk lagi!" Kevin terpaksa mengikuti kemauan Asa agar Asa mau melepaskan pelukkan tersebut, Kevin merasa malu menjadi tonton gratis di cafe tersebut dengan drama yang Asa buat.
"Baiklah." Asa melepas pelukan dari Kevin lalu Asa memegang tangan Kevin.
Mereka sudah duduk di bangku yang tadi lalu pelayanan tersebut mengantarkan semua makanan dan minuman yang di pesan oleh mereka ke atas meja terus. Mereka meminum minuman yang mereka pesan.
"Sa, kenapa gak makan?" Kevin melihat Asa yang dari tadi tidak memakan nasi dan ayam goreng yang berada di piring tersebut. Asa hanya menganduk-ngaduk nasi dan ayam tersebut di dalam piringnya.
"Selera makan aku hilang." Asa meletakkan sendoknya di atas piring tersebut.
"Kamu itu harus makan, kasihan pasien kamu yang sudah menunggu kamu untuk mengobati mereka." Kevin mencoba membujuk Asa agar mau makan.
"Ah sudah lah aku gak mau makan." Asa yang tidak mau makan karena dia masih belum mau di putuskan oleh Kevin.
__ADS_1
"Jangan begitu Sa, aku sudah duduk di sini menemani kamu makan." Kevin yang terus berusaha membujuk Asa untuk makan.
Seminggu Setelah Kevin memutuskan Asa secara sepihak. Asa terus saja mencoba membujuk Kevin untuk balikan lagi tetapi Kevin tetap bersikeras menolak ajakan Asa. Kevin sudah bulat dengan keputusan untuk putus dengan Asa.
Sebenarnya di hati kecil Kevin berontak saat dia memutuskan Asa secara sepihak. Kevin juga merasa sedih saat harus melepaskan perempuan yang paling dia cinta setelah bunda. Tetapi Kevin tidak punya pilihan lain selain memutuskan Asa.
Kevin sudah memilih Ry yang sudah berstatus istrinya secara agama. Pernikahan Kevin dan Ry sudah sah di mata Allah. Sehingga Kevin merasa yakin dengan keputusan yang dia ambil. Dia yakin Asa akan merasa terluka dengan keputusan yang dia ambil, tapi dia yakin bahwa Asa wanita yang kuat.
Sedangkan Asa selama seminggu ini tidak nafsu makan di sebabkan oleh Kevin yang memutuskan dia secara sepihak. Asa benar pusing di buat oleh Kevin sudah di bujuk dengan berbagai cara tetapi tetap saja Kevin tetap pada pendirian menolak balikan dengan Asa.
Asa yang baru saja sampai di depan rumah kedua orang tuannya. Asa lalu memikirkan mobilnya kedalam garasi rumahnya. Asa membuka pintu mobilnya lalu dia berjalan keluar dari mobilnya. Asa yang sudah keluar dari mobilnya lalu dia menutup kembali pintu mobilnya. Asa mengunci mobil lalu dia berjalan ke arah pintu samping yang tembus kedalam rumahnya.
Asa berjalan melewati pintu samping tersebut. Saat Asa berjalan melewati pintu samping tersebut. Asa merasakan pandangannya mulai kabur, lalu dia merasa pusing. Sehingga tampak sadar Asa pun pingsan lalu Asa jatuh kelantai.
Brak......... Brak
Suara badan Asa terjatuh ke lantai, bibik yang berada di dapur mendengar suara seorang terjatuh. Bibik segera mematikan kompor, bibik segera berlari meninggal dapur. Saat bibi berada di dekat ruangan tengah yang ada pintu garasi terhubung di situ.
"Non Asa." Bibik yang melihat bada Asa yang terletak di atas lantai dia segera menghampiri badan Asa yang berada di lantai.
"Non Asa bangun." Bibik meletakkan kepala di atas pahanya. Bibik mencoba membangun Asa. Tetapi Asa masih belum juga sadar.
"Tolong." Bibik yang melihat Asa belum juga sadar diri akhirnya Bibik berteriak meminta tolong dengan suara volume suara yang besar. Bibik berharap pak satpam yang berada di depan ruangan mendengar teriakan Asa.
Asa sudah berada di atas tempat tidur dengan di tunggu oleh seorang pria yang sedang duduk di bangku yang berada di samping tempat tidur. Si pria tersebut menatap Asa dengan tatapan kasihan. Si pria tersebut menyalahkan dirinya karena Asa pingsan itu pasti penyebab ialah Kevin yang memutuskan cinta secara sepihak.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...