
"Dibujuk tambah marah, didiemin di bilang nggak peka, giliran di tanya jawabnya tau ah tersebut."
Kukuruyuk.......... Kukuruyuk
Suara ayam jago yang berkokok membangunkan Kevin yang masih mengantuk. Perlahan-lahan Kevin membuka kedua matanya setelah kedua matanya terbuka, dia melihat perempuan yang tidur di samping Kevin dengan posisi wajah yang berhadapan dengan Kevin.
"Hei bangun." Kevin membangun si perempuan tersebut.
"Papa lima menit lagi adek bangun." Si perempuan tersebut ialah Ry, Ry masih mengantuk sehingga dia malas bangun.
"Hei aku ini bukan papa kamu, cepatan kamu bangun." Kevin berbicara dengan suara yang lantang.
"Pakpol kok ada di kamar Ry sih."Ry mencoba membuka kedua matanya setelah kedua matanya terbuka, Ry melihat ke arah Kevin yang masih berbaring dengan posisi wajah menghafap ke arah wajah Ry.
"Coba kamu lihat baik-baik ini kamar siapa?" Kevin bangun dari tidur lalu dia duduk di atas tempat tidur dengan posisi badan nya bersadar di dasbor tempat tidur.
"Aku di kamar siapa nih?" Ry melihat sekeliling kamar tampak jauh berbeda dengan kamarnya.
"Kamu berada di kamar aku," jawab Kevin.
"Aduh pasti ini aku lagi mimpi, mana mimpi pakpol yang aku benci lagi." Ry kembali menutup matanya, dia merasa kalau semua ini mimpi.
"Buka mata kamu ini itu tidak mimpi." Kevin mengeserkan badannya agar mendekat ke arah Ry, setelah itu dia menundukkan kepalanya di dekat wajah Ry.
"K... amu mau ngapain?" Ry terlihat takut melihat wajah Kevin mulai mendekat ke arah wajah Ry.
"Mau buktikan bahwa ini itu gak mimpi." Kevin menatap wajah Ry, dia melihat Ry yang sedang grogi karena posisi wajah kita yang sudah berdekatan.
"Bagaimana caranya?" Aduh kayak dia mau ngasih morning kiss deh ke Ry, setelah berbicara dengan batin Ry maka Ry pun menutup kedua mata soalnya Ry yakin bahwa Kevin pasti akan mencium bibir Ry.
"Sebentar." Kevin yang melihat Ry menutup kedua matanya lalu dia memundurkan kepalanya, Kevin menangkat tangan nya lalu dia menjentikan jarinya pas di kening Ry.
"Aduh sakit." Setelah mendapatkan jentikan di keningnya Ry tersadar kalau ini bukan mimpi, lalu dia spontan berteriak kesakitan.
__ADS_1
Mbah Milah yang baru saja keluar dari kamarnya, segera berlari ke arah kamar Kevin. Mbah Milah sudah berada di depan pintu kamar Kevin. Mbah Milah menempelkan telinganya di dinding pintu kamar Kevin. Mbah Milah ingin mengetahui apa yang di lakukan pasangan pengantin baru di dalam kamar tersebut.
"Kamu jangan teriak-teriak entar mbah bangun." Kevin membekap mulut Ry dengan tangannya.
Ry merasa kesal karena tadi kening di jentik dan sekarang mulutnya di bekab pakai telapak tangan oleh Kevin. Ry mencoba melepaskan bekapan tangan Kevin dengan cara mengigit telapak tangan Kevin.
"Awww sakit, kamu ternyata ganas juga main gigit." Kevin mengaduh kesakitan karena telapak tangannya di gigit oleh Ry.
"Rasain emangnya enak." Ry segera bangun dari tempat tidur lalu dia mengulurkan lidah mengejek ke arah Kevin.
Mbah Milah yang mendengarkan pembicaraan pengantin baru tersebut pikiran mbah Milah sudah travelling. Mbah Milah terlihat langsung bahagia karena dia yakin pasangan pengantin barusan tersebut sedang melakukan kegiatan pengandonan cicit untuk mbak Milah.
Mbah Milah memilih pergi meninggalkan kamar Kevin, dia tidak ingin pasangan pengantin baru itu bahwa dia tadi sempat menguping pembicaraan pasangan pengantin baru tersebut. Makanya Mbah Milah bergegas dari pintu kamar Kevin.
Sesampai di dapur Kevin sudah melihat mbah Milah sibuk di depan kompor.
"Mbah masak apa?" Kevin berjalan ke arah kamar mandi yang berada di dapur.
"Sudah dari tadi aku bangun, aku mandi dulu yah mbah." Kevin berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Kevin keluar dari kamar, Ry merasa kebelet buang air kecil sehingga dia segera turun dari kamar mandi. Ry segera berjalan arah kamar mandi, saat Ry sudah sampai di dapur mbah Milah melihat ke Ry yang sedang berjalan seperti bebek karena sedang menahan sesuatu yang sudah berada di ujung.
"Udah bangun embem." Mbah Milah tersenyum melihat Ry yang jalan seperti bebek karena dia pikir pasangan pengantin baru itu sudah unboxing.
"Udah mbah." Ry berjalan seperti bebek ke arah kamar mandi.
"Mau kemana embem?" Mbah Milah yang berbasa basi kepada Ry, bahwa sebenarnya dia sudah melihat kalau Ry mau berjalan ke arah kamar mandi.
"Ke kamar mandi, di kamar mandi ada siapa?" RT sudah berdiri di depan pintu kamar mandi yang tertutup.
"Kevin," jawab Mbah Milah.
Tok....... Tok
__ADS_1
"Woi, cepet buka pintunya aku udah gak tahan nih." Ry yang sedang menahan sesuatu yang sudah berada di ujung.
"Tunggu dulu sebentar aku belum siap nih," kata Kevin.
Mbah Milah yang mendengar percakapan pengantin baru tersebut pikirannya sudah travelling.
Apa jangan mereka belum puas buat tadi ngadon cicit untuk aku, sekarang mau lanjut lagi di kamar mandi. Benar anak jaman sekarang tidak ada malu ama orang tua. Pasti mereka sudah merasakan ketagihan nih makannya mau nambah lagi.
Kayak sebentar lagi aku akan punya cicit nih tapi kalau tinggal sama pengantin baru kayak gini buat aku jadi iri deh. Aku kan udah lama jadi janda tidak pernah merasakan sentuhan dari seorang pria. Pengen sih cari suami lagi tapi aku masih trauma menikah lagi setelah suami berselingkuh dengan tetangga aku batin mbah Milah.
"Cepat bukak pintunya aku udah gak tahan nih," kata Ry.
"Aduh perih." Kevin yang matanya terkena sampo dari rambut nya, dia segera mengambil air dari bak mandi dengan menggunakan gayung. Setelah itu Kevin menguyur air dari gayung tersebut ke kepalanya. Sehingga sampo yang mengenai matanya sudah tidak ada lagi.
"Kamu kenapa?" tanya Ry.
"Ini semua gara-gara kalau awas saja natik." Kevin segera menyelesaikan ritual mandi karena dari tadi di ganggu oleh Ry.
Ceklek.......... Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka Kevin berjalan keluar hanya mengunakan handuk yang melingkar di pinggang nya.
"Awww roti sobek." Ry segera menutup matanya mengunakan telapak tangan, telapak tangan tersebut memiliki celah-celah sehingga Ry masih bisa melihat roti sobek Kevin.
"Heleh gak usah di tutup, kamukan juga udah lihat." Kevin memegang tangan yang menutupi wajah Ry lalu dia menyikirkan tangan tersebut dari wajah Ry.
"Awas aku mau lewat." Ry segera berjalan ke arah pintu kamar mandi.
"Tunggu aku juga mau masuk." Kevin membalikkan badan lalu dia mau masuk ke dalam kamar mandi.
Ry segera menutup pintu kamar mandi sehingga menimbulkan bunyi.
Braaakk.............. Braaakk
__ADS_1