
"Wanita baik tidak akan merebut pria yang sudah menjadi milik orang lain, pria baik tidak akan tergoda oleh wanita lain."
"Tadi Ry melihat pacar Ry bergandengan tangan dengan seorang perempuan, mereka terlihat begitu mesra seperti berpacaran. Ry sakit hati melihat itu kak Asa tega makanya Ry menangis." Ry memberitahu Asa alasannya menangis.
"Sekarang mereka dimana?" Asa melihat sekeliling arah untuk mencari pacar Ry dan selingkuh nya.
"Lah tadi mereka di situ kok tidak ada lagi." Ry menujuk ke arah toko pakaian yang berada di hadapan toko buku
"Berarti mereka sudah pergi, kamu tidak usah nangis lagi." Asa segera memeluk tubuh Ry lalu dia mengusap punggung Ry.
Ckckck dasar pelakor.
Gak usah sok baik sok perhatian sama Ry, asal kamu tahu Ry jadi janda seperti ini dikarenakan oleh kamu yang merebut Kevin dari Ry.
Ry gak nyaka wajah seperti perempuan baik-baik malah memakai hijab ternyata seorang pelakor mendingan kaya Ry gak memakai hijab batin Ry.
"Mungkin saja perempuan yang kamu lihat itu adeknya," kata Asa.
"Adeknya laki-laki," kata Ry.
"Atau saudaranya," kata Asa.
"Aku mengenal semua saudaranya, aku yakin perempuan tadi bukan saudaranya melainkan selingkuhan nya." Ry melepaskan pelukan nya dari Asa. Ry merasa bahwa Asa tidak mengetahui bahwa pacar Ry yang di maksud itu Kevin dan si perempuan yang selingkuh Kevin itu ialah dirinya.
"Apa yang akan kamu lakukan terhadap mereka?" Asa menghapus air mata yang membasahi wajah Ry dengan menggunakan jarinya.
"Ntahlah Ry belum tahu, kak Asa aku mau bayar buku ini dulu." Setelah mengatakan itu Ry berjalan pergi ke arah kasir.
Esokan Paginya beberapa kali alarm ponsel berbunyi membangunkan Ry yang masih tertidur di atas tempat tidur. Tetapi Ry belum juga terbangun dari tidurnya, lalu terdengar beberapa kali suara ponsel milik Ry berbunyi.
Ry mendengar bunyi ponsel miliknya segera meraba bagian samping bantal nya untuk mengambil ponselnya dengan matanya yang masih tertutup. Ponsel tersebut sudah berada di tangan Ry lalu Ry mengeser layar ponsel tersebut.
__ADS_1
"Woi Ry."
"Udah jam segini Ry dimana?"
"Kamar." Ry mulai membuka matanya secara berlahan-lahan.
"Apa?"
"Cepatan kamu datang ke kampus kita ada kelas pagi ini."
"Jadi kita ada kelas Pagi ini." Mata Ry sudah terbuka lebar lalu dia melihat ke arah jam dinding. Jam sudah menujukan pukul 07.15 wib biasa kelas pagi di mulai 07.30 wib berarti dia cuma punya waktu 15 menit buat ke kampus.
"Iya bentar lagi kita masuk maka nya kamu cepatan datang."
"Iya, udah dulu." Ry segera mematikan panggil telpon.
Ry segera beranjak dari tempat tidur nya lalu Ry berjalan ke arah kamar mandi. Saat berada di dalam kamar mandi Ry mencuci muka dan gosok gigi. Kemudian Ry segera kembali ke kamar untuk mengganti pakaian. Ry sudah memakai celana panjang berbahan kain berwarna coklat dengan baju kemeja yang berwarna senada dengan celana panjang tersebut.
Ry mengeluarkan motor sport berwarna biru dari kos-kosan nya, Ry memakir motor sport berwarna biru di depan kos-kosanya. Ry menutup pintu kos-kosanya lalu dia menguci pintu kos-kosanya. Ry sudah berada di atas motor sport berwarna biru lalu dia menyalankan motor sport berwarna biru tersebut.
Ry mengendarai motor sport tersebut dengan kecepatan tinggi. Ry menyalip setiap kendaraan yang berada di depannya. Ry terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi di jalan raya sambil menyalip setiap kendaraan yang berada di depannya.
Saat Ry menyalip setiap kendaraan yang berada di depannya tanpa sadar dia menyalip sebuah motor patroli yang di kendarai oleh pakpol. Pakpol yang mengendarai motor patroli tersebu mengejar motor yang di kendarai oleh Ry.
Di jalan raya pun terjadi aksi motor yang Ry kendarai di kejar oleh motor pakpol. Tetapi Ry sama sekali tidak menyadari motor yang dia kendarai di kejar oleh motor pakpol yang berada jauh di belakang nya. Ry terus saja menaiki kecepatan motornya dengan kecepatan tinggi agar seperti Velentino Rossi pembalap F1 yang di idolakan Ry saat masih SMK tetapi pembalap tersebut sudah pensiun dari Motor Gp.
Ry melihat ke arah jalan raya tidak jauh dari tempat ada lampu merah sehingga Ry mengurangi kecepatan motornya lalu Ry memberhentikan motornya saat berada di depan lampu merah. Motor patroli yang di kendarai pakpol juga berhasil menyusul motor Ry, sekarang motor patroli itu berada di samping motor Ry.
Tiiinn........ Tiiinn
Ry yang mendengar bunyi klakson dari motor lalu dia menoleh ke arah sumber suara tersebut.
__ADS_1
"Hei, ikut saya." Pakpol tersebut menyuruh Ry untuk mengikuti motornya.
"Ckckckck dia lagi dia lagi, ah maunya apa sih?" Ry berada di balik helem tersebut melihat ke arah pakpol ternyata pakpol tersebut Kevin, Ry berbicara di dalam helem yang masih tertutup.
Lampu pun berubah menjadi warna hijau, motor patroli yang di kendarai oleh Kevin melaju terlebih dahulu lalu Ry pun mengikuti motor tersebut yang berada di depannya. Kevin menepikan motor di pinggir jalan raya lalu dia memikirkan motor di pinggir jalan raya.
"Tunjukkan SIM dan STNK kamu?" Kevin sudah berdiri di depan motor Ry.
Ry mengeluarkan SIM dan STNK dari saku celana lalu Ry memberikan SIM dan STNK kepada kepada Kevin.
"Buka helem kamu." Kevin terkejut melihat SIM tersebut bertulis nama mantan istri siri hnya lalu dia menyuruh Kevin, Ry untuk membuka helem nya.
Ry membuka helem nya lalu dia meletakkan helem di depan bagian depan motornya.
"Kamu tahu apa yang sudah kamu lakukan tadi melanggar peraturan lalu lintas." Kevin berbicara dengan tegas kepada Ry karena dia sedang dalam dinas.
"Yang mana?" Ry berbicara sambil memalingkan wajahnya ke arah jalan raya, Ry enggan untuk melihat ke arah Kevin.
"Kamu mengendarai kendaraan motor dengan kecepatan lalu lintas, apa kamu tidak takut kalau terjadi kecepatan?" tanya Kevin.
"Tidak, bahakan rasa lebih baik aku mati." Ry berbicara dengan nada ketus kepada Kevin.
"Apa kamu pernah berpikir kalau seandainya kamu ngebut bawa motor terus menabrak orang lain sampai meninggal dunia?" Kevin menghilang nafasnya karena mendengar jawaban yang memohok dari mulut Ry
"Tidak, paling aku masuk penjara." Ry berbicara dengan santai tanpa rasa takut sedikitpun kepada Kevin.
"Apa kamu mau masuk penjara?" tanya Kevin.
"Silakan saja kalau kamu mau masukan aku ke dalam penjara." Bukannya merasa takut Ry malah menatang Kevin untuk memasukkan dia ke dalam penjara.
"Ah kamu benar-benar gak ada takut sama polisi." Kevin semakin geram melihat mantan istri sirihnya yang tidak memiliki rasa takut kepadanya.
__ADS_1
"Kenapa aku harus takut pada seorang pengkhianat yang berseragam polisi?" Ry tersenyum mengejek kepada Kevin.
...~ Bersambung ~...