Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Dunia Terbalik


__ADS_3

"Ingat kawan sakit hati dan sakit gigi itu berawal dari yang manis-manis."


"Kamu mau ke kampus." Kevin yang sengaja mengalihkan topik pembicaraan.


"Ke pasar, sudah tahu pakai nanya lagi." Ry bergumam pada Kevin.


"Ya sudah sana berangkat kampus." Kevin mengulurkan tangan kanannya ke arah Ry.


"SIM dan STNK mana?" Ry melihat tangan yang Kevin ulurkan itu tangan kosong.


"SIM dan STNK kamu aku tahan dulu, cepatan kamu salim tangan aku." Kevin menyuruh Ry menyalim tangannya.


"Ckckckck, kamu lupa ya kita tidak punya hubungan apa-apa lagi. " Ry segera menepis tangan Kevin yang berada di depan tangannya, Ry segera memakaikan helem di kepalanya. Ry menyalahkan motornya lalu dia menarik gas motor nya.


Bruuumm........... Bruuumm


Ry melajukan motornya dengan kecepatan yang tinggi.


"Uhuk uhuk." Wajah Kevin terkena asap dari kenalpot dari motor Ry sehingga Kevin terbatuk-batuk.


Sore harinya setelah Kevin pulang kerja dia segera ke RS untuk menjemput Asa. Kevin mengendarai motor patroli menuju ke arah Ry. Kevin sudah berada di parkiran Rs lalu dia duduk di atas motor sambil menunggu Asa.


Asa dan beberapa teman nya berjalan keluar dari RS, mereka berjalan ke arah parkiran RS. Saat mereka sudah berada di dekat parkiran RS.


"Cie..... cie dokter Asa udah di jemput tuh sama pakpol." Seorang teman melirik ke arah parkir RS ternyata Kevin sudah berada di sana sambil duduk di atas motornya.


"Ehem ehem kan masih pengantin baru jadi lagi hangat nya, ya kan buk dokter?" tanya seorang teman Asa yang lainnya.


"Apanya yang hangat?"Wajah Asa merah merona saat teman menggodanya, Asa tidak me tertinggi dengan ucapan seorang temannya yang lain.


"Itu loh."


"Itu loh apa?" Asa yang pasih penasaran.


"Ranjang masih hangat kan?"

__ADS_1


"Hah." Asa yang mendengarkan ucapan temannya lalu mulut mengagah lebar.


"Dokter Asa tutup mulut terus sana samperin pakpol."


"Iya, Teman-teman kalau begitu saya duluan." Setelah Ada berpamitan kepada beberapa temannya lalu dia berjalan pergi meninggalkan mereka, Asa berjalan ke arah parkiran.


Kevin dan Asa sudah berada di dalam kamar, Asa langsung merebahkan badannya di atas tempat tidur.


"Ayang sana mandi dulu." Kevin duduk di pinggir tempat tidur lalu dia menyuruh Asa untuk mandi.


"Nantik dulu," kata Asa.


"Sekarang mandi, Ayang kan dari RS banyak bawa bibit penyakit.


" Tapi aku mau mandi pakai air hangat," kata Asa.


"Kalau begitu biar aku masak air panas nya." Kevin berdiri dari tempat duduk lalu dia mengambil handuk dari gantung belakang pintu kamar.


Kevin sudah berada di dapur dengan mengalungkan handuk di lehernya. Kevin sudah berada di depan westafel sambil mengisi dandang yang berukuran sedang dengan menggunakan air yang berada dari dalam kran.


"Kamu sedang apa Vin?" tanya bunda.


"Buat apa?" Bunda berjalan menghampiri Kevin.


"Asa mau mandi air hangat bun." Kevin memegang dandang tersebut mengunakan kedua tangannya.


"Kalau begitu biar bunda saja yang masak air hangat buat Asa sebaiknya kamu mandi." Bunda mengambil dandang dari tangan Kevin lalu Bunda meletakkan di atas kompor.


Esokan paginya bunda sudah bangun terlebih dahulu seperti biasa, semenjak Kevin menikah dengan Asa bunda tidak berani mengedor kamar Kevin pagi-pagi. Bunda membiar Kevin dan Asa bangun setelah semua pekerjaan rumah selesai di kerjakan oleh bunda dan Jojo. Setiap pagi hari bunda menyiapkan air hangat untuk mandi Asa.


Kalau dulu sewaktu Ry menjadi menantu bunda maka bunda selalu memperlakukan Ry seperti babunya sekarang semua sudah terbalik Asa yang menjadi menantunya memperlakukan bunda seperti babu. Tapi bunda tidak merasa keberatan Asa memperlakukan dia seperti babu.


Walaupun bunda mendapatkan perlakuan seperti babu oleh Asa, bunda tetap merasa lebih baik Asa menjadi menantunya karena Asa memberikan semua uang gaji yang di berikan Kevin kepada Asa kepada bunda. Selain itu Asa juga memberikan saku setiap bulan kepada Jojo.


Kadang-kadang Asa juga memberikan uang gajinya buat bunda. Sehingga bunda tidak mempermasalahkan di perlakuan oleh Ambar sebagai babu.

__ADS_1


Hari terus saja berganti sehingga sudah seminggu SIM dan STNK Ry di tahan oleh Kevin. Kevin sengaja melakukan hal itu agar Ry mencari atau menghubungi nya tapi selama seminggu ini Ry tidak mencari atau berusaha menghubungi Kevin. Melainkan Ry terlihat cuek dan masa bodoh dengan SIM dan STNK di tahan oleh Kevin.


Sore harinya sebelum pulang kerja Kevin mengeluarkan ponselnya lalu dia menghubungi nomor ponsel Ry dengan menggunakan nomor baru yang sengaja dia beli buat Ry. Panggil telpon pertama tidak di jawab oleh Ry lalu Kevin menghubungi Ry lagi hingga panggil telpon yang ketiga baru di jawab oleh Ry.


Tuuutt......... Tuuutt


πŸ“ž"Halo."


πŸ“ž"Halo, kamu siapa? " Saat Ry mendengar suara penelepon tersebut Ry sudah mengetahui kalau itu suara milik Kevin, tapi Ry berpura-pura tidak tahu.


πŸ“ž"SIM dan STNK kamu ada sama saya, saya tunggu kamu di taman kota malam ini pukul 19.00 wib."


πŸ“ž"Baiklah." Setelah mengatakan itu Ry langsung memutuskan panggil telpon, Ry tidak mau berlama-lama telpon dengan mantan suami sirihnya.


Setelah mengantarkan Asa mengunakan mobil milik Asa Kevin pun melajukan mobil tersebut ke arah taman kota tempat janjian. Kevin sudah berada di taman kota dia berjalan sambil mencari bangku yang kosong di taman kota. Kevin menemukan bangku kosong lalu dia mendudukkan pantatnya di bangku kosong tersebut.


Kevin mengeluarkan ponsel dari saku celananya lalu Kevin menghubungi nomor ponsel Ry tetapi tidak di jawab oleh Ry. Kevin mengirim pesan kepada Ry.


πŸ’Œ"Aku sudah sampai."


πŸ’Œ"Kamu dimana?"


πŸ’Œ"Aku tunggu di bangku taman yang dekat pohon."


Pesan tersebut sudah terkirim ke nomor Ry tetapi Kevin belum juga mendapat balasan dari Ry. Kevin terus saja melihat ke layar ponsel sambil menunggu ke datang Ry. Sudah berlalu 30 menit dari mereka janjian tetapi Ry belum juga menampakan batang hidungnya.


Kevin sudah mulai bosan menunggu kedatangan Ry, di tambah lagi Kevin menoleh ke arah bangku yang berada di bagian pojok taman kota tersebut terlihat sepasang kekasih yang terlihat begitu mesra di tambah cahaya lampu yang terlihat remang-remang itu membuat sepasang kekasih tak sungkan untuk melakukan ciuman.


Kevin yang melihat hal itu segera membuang wajahnya ke arah lain. Kevin pun berdiri dari bangku tersebut sambil berdiri lalu Kevin berjalan mondar mandir di depan bangku tersebut.


Datang tidak datang tidak datang tidak datang


Ah, dia itu kemana sih? Kevin mulai gusar memegang rambut nya


Gimana Kevin rasanya dibuat menunggu Ry?

__ADS_1


Itu belum seberapa dengan apa sudah kamu lakukan dengan Ry.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2