Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Kevin Minta Maaf


__ADS_3


Tary sudah duduk di atas ranjang pasien sambil punggung nya di sadarkan dia atas bantal.


"Glug glug, ini mama." Tary mengambil gelas dari tangan Ry lalu Tary meminum air dari dalam gelas tersebut setelah itu Tary memberikan kembali gelasnya kepada Ry.


"Apa Tary sudah makan?"Ry mengambil gelas dari tangan Tary lalu dia meletakkan di atas meja yang berada di samping ranjang pasien.


"Belum mama." Tary bicara sambil menggelengkan kepalanya.


"Kalau gitu papa suapin Tary makan." Kevin duduk di pinggir ranjang pasien dengan posisi yang berhadapan dengan Tary.


"Tidak mau papa. "


"Kenapa Tary tidak mau makan?"


"Tidak lapar papa."


"Tapi Tary dari tadi pagi belum makan." Kevin berbicara sambil menatap ke arah Tary dengan tatapan khawatir.


"Tary mau sembuhkan?"


"Mau papa."


"Kalau mau sembuh Tary harus makan setelah itu minum obat." Kevin mengusap kepala Tary yang di tutupi oleh jilbab.


"Benar itu yang papa Tary bilang, maka Tary makan ya." Ry ikut membujuk Tary supaya makan.


"Aku mau makan papa tapi ____."


"Tapi apa?"


"Mau di suapin sama mama." Tary menatapnke arha Ry dengan tatapan penuh harapan.


"Baiklah tante suapin Tary." Ry pun setuju menyuapi Tary makan.


Ry mengambil piring yang berisi makanan di atas meja yang berada di samping ranjang pasien.


"Buka mulut nya, aaakk."Ry menyuruh Tary untuk membuka mulutnya lalu dia menyuapi nasi dan lauk-pauk ke dalam mulut Ry.


"Mama makanan tidak enak." Makanan yang di suapin oleh Ry masuk ke dalam mulut Tary. Saat makanan tersebut sudah berada di dalam mulut Tary. Tary merasa bahwa makanan itu tidak enak.


"Namanya makan di rumah sakit pasti tidak enak Tary." Ry menyuapi kembali Tary.


"Aku tidak mau makan lagi mama." Setelah mengatakan itu Tary menutup mulutnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Tary sayang buka mulut nya lagi ya." Ry mencoba membujuk Tary supaya mau makan lagi.


Tary tidak mau berbicara dia hanya menggelengkan kepalanya.


"Sayang mau makan apa? kasih tahu papa biar papa belikan."


"Bubur papa."


"Bubur apa?"


"Bubur sumsum papa."


"Terus sayang mau apa lagi?"

__ADS_1


"Susu coklat dan buah anggur papa."


"Tary apa aku boleh minta tolong?" Kevin menoleh ke arah Ry.


"Kalau mau minta tolong ke kantor polisi saja."


"Hehehehe, kamu ini ada-ada saja. Kamu lupa aku ini kan pakpol." Kevin terkekeh mendengar ucapan Ry.


"Ry masih ingat kalau kamu pakpol yang suka ngerazia motor." Ry berbicara sambil teringat kembali kejadian empat tahun lalu. Saat Ry terkena razia oleh Kevin.


"Cie cie mama papa pacaran." Tary meledek Kevin dan Tary yang sedang berbicara saling menatap.


"Tante gak pacaran sama papa Tary."


"Mama dan papa gak pacaran tapi akan segera menikah." Kevin berbicara sambil mengedipkan matanya kepada Ry.


"Hore, mama papa akan menikah. Aduh sakit." Tary yang mendengar ucapan Kevin merasa senang sehingga dia pun menangkat kedua tangannya, lalu dia merasakan sakit saat tangan yang terpasang selang infus di angkat.


"Sayang, jangn banyak gerak dulu." Kevin segera memegang tangan Tary. Kevin meletakkan tangan Tary kembali di atas tempat tidur.


"Iya papa, habis aku senang papa dan mama menikah."


Sore harinya keadaan Tary sudah membaik sehingga dokter memperbolehkan dia pulang. Tary tampak begitu senang karena sudah di perbolehkan pulang kerumah.


"Aku mau di gendong mama." Tary yang duduk di atas ranjang tempat tidur pasien sudah merentangkan tangannya. Q


"Sini tante gendong." Ry pun mengendong Tary.


"Hore di gendong mama." Tary tampak bahagia saat berada di gendong Ry.


"Gak ada lagikan kan barang yang ketinggalan." Kevin yang memegang tas yang berisi pakain Tary.


Mereka sudah berada di dalam mobil Kevin Ry duduk di bangku yang berada di samping Kevin sambil memangku Tary.


"Papa sekarang kita mau kemana?"


"Kita pulang ke rumah."


"Kalau begitu nantik kamu turunin aku di simpang garoga aja." Ry yang mendengar Kevin akan membawa mereka pulang ke rumahnya, meminta Kevin untuk menurunkan dia di persimpangan jalan Ry tidak ingin bertemu dengan bunda Kevin. Setiap bertemu bunda Kevin selalu mengeluarkan kata-kata kasar yang melukai hati Ry.


"Kenapa kamu minta turun di simpang itu?" Kevin berbicara sambil menyetir mobil.


"Ry malas ketemu sama bunda kamu."


"Tary sayang kita antar mama pulang kerumah mbah wedok bagaimana?"


"Boleh papa."


"Kalau begitu kita antar mama pulang dulu kerumah mbah wedok baru setelah itu kita pulang ke rumah." Kevin melirik ke arah Tary sambil tersenyum.


"Eh kamu jangan panggil Ry mama, Ry bukan istri kamu." Ry merasa tidak suka dengan Kevin yang seenaknya memanggil dirinya dengan sebutan mama.


"Tary boleh memanggil kamu dengan sebutan mama terus kenapa aku tidak boleh?"


"Tary itu masih kecil lagian dia anak piatu yang membutuhkan kasih sayang seorang mama sedangkan kamu itu udah tua bangka."Ry berbicara dengan nada ketus kepada Kevin.


"Aku ini duren ( duda keren) yang membutuhkan kasih sayang dan kehangatan di ranjang." Kevin memegang tangan Ry.


"Ya sudah kalau begitu kamu cari mama baru buat Tary." Ry segera menepiskan tangan Kevin dari tangnya.

__ADS_1


"Aku udah ketemu sama calon mama baru buat Tary."


"Bagus lah kalau begitu." Ry berbicara tanpa menoleh ke arah Kevin.


"Kamu gak mau tahu calon mama barunya itu siapa?".


"Gak, gak ada gunanya juga Ry tahu calon mama baru Tary."


"Tapi kamu harus tahu bahwa calon mama baru Tary itu kamu."Kevin yang lagi menyertir mobil bicara serius.


"Hahahaha, bercanda kamu gak lucu lagian aku tidak mau menjadi calon mama baru Tary." Ry yang sengaja tertawa mendengar ucapan Kevin.


"Aku serius Tary.Kita sudah sampai di depan rumah kamu." Kevin memberhentikan mobilnya di halaman rumah Ry.


"Papa kok mobilnya berhenti?"


"Kita sudah sampai di depan rumah mbah wedok.


Setelah Kevin berada di luar mobil lalu dia berlari ke arah sebaliknya . Kevin membuka pintu mobil tersebut. Kevin mengendong Tary terlebih dahulu baru lah Ry turun dari mobil tersebut.


" Papa turunin aku." Tary meminta di turunkan dari gendongan Kevin.


"Baiklah." Kevin menurunkan Tary dari gendong.


Setelah itu Tary menarik tangan Kevin lalu Tary menarim tangan Ry dengan tangan sebelahnya. Mereka berjalan sambil bergandengan dengan posisi Tary berada di tengah anatara Kevin dan Tary.


Ceklek....... Ceklek


Pintu rumah Ry terbuka mama berjalan keluar melewati pintu rumah tersebut. Mama susah berdiri di depan teras rumah di kejut dengan kehadiran mereka.


"Mama." Ry melepaskan tangan dari Tary lalu dia berjalan menghampiri mama, Ry langsung menghamburkan pelukan kepada mama.


"Apa ada yang terluka?" Mama membalas pelukan Ry.


"Gak mama." Ry melepaskan pelukan dari mama.


"Assalamu'alaikum mama."


"Assalamu'alaikum mbah wedok.


"Mau apa kalian kesini?" Mama menatap Kevin dan Tary dengan wajah yang tidak suka.


"Mau ngantar mama."


"Jangan pernah kamu panggil anak kudengan sebutan mama. Karena dia itu bukan mama kamu." Mama merasa tidak suka mendengar Tary memanggil Ry dengan sebutan mama.


"Mama sudah lah dia masih anak-anak." Ry merasa mama terlalu kasar berbicara kepada Tary sehingga dia menyuruh mama sudah cukup berbicara.


"Kamu sebaiknya pergi dari sini." Ry menyuruh Kevin dan Tary untuk pergi dari rumahnya.


"Aku tidak mau pergi. Sebelum kamu sekeluarga mau memaafkan aku." Kevin yang kekeh dengan pendirian tidak akan pergi sebelum mendapatkan maaf dari Ry sekeluarga.


...~ Bersambung ~...


Guys Jangan Lupa Mampir


Ke Karya Ry yg Baru


PaMud Papa Muda

__ADS_1



__ADS_2