
"Jangan dulu pasang hati pada orang yang baru kenal, tapi pasanglah hati-hati."
"Ry mau naik." Ry memutuskan untuk ikut menumpang motor si pengendara tersebut, karena kalau Ry naik kendaraan umum di pasti akan terlambat.
Seminggu kemudian setelah mata kuliah selesai Nunu dan Ry berjalan meninggalkan kelas.
"Kamu kenapa? kok kelihatan lesu." Nunu berjalan sambil melihat ke arah wajah Ry yang terlihat lesu.
"Ry cuma kecapekan saja." Ry berbicara sambil berjalan.
"Bohong, kamu pasti lagi ada masalah pakpol kan." Nunu yang tidak percaya kalau Ry kecapekan, Nunu merasa yakin bahwa Ry sedang ada masalah ama Kevin.
"Gak ada." Ry mengelengkan kepalanya.
"Terus, apa yang membuat kamu kecapekan?" tanya Nunu.
"Mikirin dia yang seminggu ini sikapnya berubah sama Ry," jawab Ry.
"Emang sikap di berubah bagaimana?" Nunu yang penasaran akhirnya bertanya ama Ry.
"Seminggu ini dia seperti menghindar dari Ry, ponselnya di hubungi sering gak aktif." Wajah Ry yang terlihat sedih saat bercerita kepada Nunu.
"Sabar, mungkin dia lagi banyak kerjaan maklumin lah kan polisi," kata Nunu.
"Semoga aja dia sibuk kerja bukan sibuk cari selingkuhan," kata Ry.
"Kamu jangan berpikiran kayak gitu, ingat perkataan itu ibarat doa. Gimana kalau doa kamu di kabulkan ama Allah? kan jadi repot kamu," kata Nunu.
"Gimana Ry gak mikir kayak gitu? habis sikap dia bersikap seperti itu kepada Ry," jawab Ry.
Ry terus saja mencurahkan isi hati kepada Nunu sambil berjalan menuju ke arah halaman kampus, Ry terus saja berjalan sambil menoleh ke arah Nunu tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya. Mereka sudah sampai di halaman kampus lalu Nunu melihat ke arah para mahasiswi yang sedang berkerumunan di halaman kampus.
"Itu ada apa sih? kok mahasiswi pada berkerumun di situ. " Nunu berhenti berjalan lalu jari telunjuknya menujuk ke arah para mahasiswi yang sedang berkerumunan.
"Ntlah." Ry juga berhenti berjalan lalu dia menoleh ke arah jari yang di tunjuk oleh Nunu.
__ADS_1
"Ayo kita kesana!" Nunu mengajak Ry, lalu Nunu menarik tangan Ry sambil berjalan menuju ke arah kerumunan para mahasiswi tersebut.
"Ah, ngapain juga kita kesana Nunu?" Ry mencoba menolak Nunu yang mengajaknya ke sana tetapi Nunu sudah mengandeng tangan Ry.
"Aku penasaran, apa yang membuat para mahasiswi berkerumunan di sana?" Nunu yang penasaran melihat para mahasiswi yang berkerumunan di sana.
Mereka sudah berada di depan para mahasiswi tersebut berkerumunan.
"Maaf aku mau tanya, sebenernya ini ada apa?" tanya Nunu.
"Ada Cogan." Seorang mahasiswi membalikkan badan lalu dia menoleh ke arah Nunu sambil menjawab pertanyaan Nunu.
"Ya elah cuma Cogan aja, kalian kayak gini." Ry mengelengkan kepalanya sambil gak habis pikir melihat kaum hawa yang sedang berkerumunan hanya untuk melihat cogan.
"Kamu gak lihat saja, kalau cogan itu mirip sama oppa cha eunwoo," kata si mahasiswi tersebut.
"Apa mirip oppa cha eunwoo?" tanya Nunu dan Ry serentak.
"Iya, pasti kalian gak percaya. Makanya kalian lihat saja sendiri biar percaya," jawab si mahasiswi tersebut.
"Kalian semua minggir saya mau lewat." Si pria yang di kerumunin para mahasiswi tersebut berusaha untuk keluar dari kerumunan tersebut.
"Kalian semua beri saya jalan." Si pria tersebut berusaha untuk keluar dari kerumunan para mahasiswi tersebut.
"Wah, ternyata cogan yang kalian maksud itu ini." Akhirnya Nunu berhasil melewati para mahasiswi tersebut sehingga Nunu sudah berada di hadapan si pria tersebut.
"Apa kamu mengenalnya Nunu?" tanya beberapa mahasiswi yang kenal dengan Nunu.
"Hei, kalian semua dengarkan ucapan aku baik-baik, si pria yang si hadapan kita semua ini ialah pak polisi yang bertugas di simpang tiga. Jadi sebaiknya sekarang kalian beri kami jalan buat keluar." Nunu berbicara dengan suara yang lantang kepada para mahasiswi yang sedang mengerumunin mereka.
"Apa benar yang kamu ucupakan itu?" tanya si mahasiswi.
"Nih silakan kalian lihat bahwa saya itu memang seorang pak polisi." Kevin menujukan tanda pengenalan kepada para mahasiswi tersebut.
"Wah, ternyata dia seorang polisi." Para mahasiswi tersebut semakin menyukai Kevin setelah melihat tanda pengenal Kevin.
__ADS_1
"Sekarang kalian minggir, aku mau lewat." Kevin memasukkan tanda pengenal ke dalam saku celananya.
"Silahkan lewat pak polisi." Para mahasiswi mengeserkan badan agar Kevin bisa lewat.
Kevin berjalan melewati para mahasiswi tersebut, setelah melewati para mahasiswi tersebut Kevin melihat ke arah Ry yang sedang berdiri sambil menatap ke arah. Kevin berjalan menghampiri Ry yang masih berdiam diri di situ.
"Apa sudah pulang kuliah Chubby?" Kevin sedang berdiri di hadapan Ry, Kevin menatap Ry sambil tersenyum.
"Ah, mase manggil siapa? mana chubby." Ry melihat ke kanan ke kiri untuk mencari seorang yang di panggil Kevin dengan sebutan Chubby.
"Chubby itu panggil sayang aku buat pacar, aku yang mengemaskan ini." Kevin menundukkan kepalanya lalu Kevin mencubit pipi Ry yang mengemaskan itu dengan mengunakan kedua tangan.
"Ah mase kok pipi Ry di cubit sih, sakit tahu. Jadi itu panggil buat Ry." Ry mengerucut bibirnya saat Kevin mencubit pipinya.
"Gak, Ayo kita pulang Chubby!" Kevin melepaskan tangannya dari pipi chubby Ry setelah itu Kevin memegang tangan Ry. Kevin berjalan sambil menggandeng tangan Ry.
"Hm, Ry mau kemana? " Nunu berbicara sambil berteriak kepada Ry.
"Nunu Ry pulang dulu." Ry menoleh ke arah Nunu.
"Iya, cie.... cie yang di jemput sama pacarnya." Nunu yang sengaja meledek Ry sambil mengatakan bahwa Ry dan Kevin pacaran.
"Apa benar mereka pacaran?" tanya si mahasiswi tersebut.
"Benar, lihat aja pacarnya ngandeng tangan Ry." Nunu menyuruh mereka memperhatikan Kevin yang sedang memegang tangan Ry.
"Ah, tuh cewek pakai pelet apa sih? kok bisa punya pacar seganteng itu selain itu abang Abie juga naksir ama dia." Si mahasiswi tersebut terus berbicara sambil melihat ke arah Ry.
"Ups kamu jangan sembarangan ngomong pacaran polisi bisa-bisa kamu di penjara ama pak polisi." Nunu sengaja menakut-nakuti si mahasiswi tersebut agar tidak sembarangan berbicara kepada Ry.
Kevin sedang mengendarai motornya sedang Ry berada di belakang Kevin. Kevin sengaja menambah laju motornya, agar Ry memeluk pinggang Kevin.
"Peluk, nantik kamu jatuh." Kevin menarik tangan Ry sehingga tangan Ry melingkar di pinggang Kevin.
"Mase kita mau kemana?" Ry melihat ke arah jalan raya yang tampak berbeda dari biasanya Ry lewatinya.
__ADS_1
"Nantik juga chubby tahu. " Kevin menoleh ke arah kaca spion motor, dia melihat Ry yang berada di belakang Ry.
.... ~ Bersambung ~...