
"Jangan berusaha terlalu keras untuk menemukan seseorang untuk di cintai. Cintai dirimu terlebih dahulu dan orang yang tepat akan datang untuk mencintaimu juga."
Flashback..................
Kevin yang sedang duduk di atas tempat tidur sambil menunggu Ry selesai mandi. Tiba-tiba saja ponsel yang berada di saku celana Kevin berbunyi. Kevin mengeluarkan ponsel tersebut lalu dia melihat panggil telpon dari Asa. Kevin yang tidak berniat menangkat panggil telpon dari Asa
Kevin membiarkan panggil telpon dari Asa hingga panggil telpon tersebut terputus. Setiap panggil telpon tersebut terputus Kevin segera mengatur ponselnta menjadi mode diam. Kevin sengaja melakukan itu karena dia tidak mau saat berjalan bersama Ry ponsel berbunyi, Kevin hanya ingin menghabiskan waktu berdua bersama Ry.
Lagi-lagi ponsel Kevin bergetar, Kevin melihat ke arah ponselnya tersebut. Ternyata ponsel Kevin bergetar karena ada panggilan masuk dari Asa. Kevin masih belum mau menangkat panggil telpon tersebut. Akhirnya panggil telpon tersebut berhenti sendiri tetapi ponsel Kevin kembali bergetar.
Kevin merasa yakin bahwa itu pasti panggil telpon dari Asa. Kevin pun menoleh ke arah layar ponsel ternyata benar feeling Kevin itu telpon dari Asa. Kevi membiarkan panggilan telepon tersebut terputus.
Ting............ Tong
π"Siang Pakpol tampan."
π"Pakpol tampan apa kbr? "
π"Pakpol tampan aku dengar udah pulang ke Pekanbaru."
π"Aku kangen Pakpol tampan, jadi aku mau kerumah Pakpol tampan sekarang."
π"Siang juga, kabar aku baik."Kevin yang mendengar suara chat masuk segera membuka chat, ternyata chat tersebut berasal dari Asa. Kevin membaca chat Asa yang mau datang ke rumahnya sehingga Kevin segera membalas chat dari Kevin.
π"Sa, ayo kita ketemuan sekarang di cafe biasa kita nongkrong!"
π"Baiklah, sampai ketemu di sana Pakpol."
π"I miss you Pakpol π."
π"Iya sampai ketemu di sana Sa." Setelah Kevin membalas chat dari Asa. Kevin memasukkan ponsel ke dalam saku celananya. Kevin segera berdiri dari tempat duduknya.
Kevin sudah berada di cafe tempat dia janjian ama Asa. Kevin sedang duduk di bangku sambil menunggu Asa. Kevin terus melihat ke arah pintu cafe tersebut untuk melihat kedatangan Asa.
Asa yang masih memakai baju seragam dokternya berjalan melewati pintu cafe tersebut lalu Asa berhenti berjalan sambil menoleh kesegala arah di dalam cafe tersebut. Asa mencari keberadaan Kevin lalu dia melihat sebuah tangan yang melambai-lambai.
Asa yang mengetahui bahwa tangan tersebut ialah tangan sang kekasih yaitu Kevin. Asa segera berjalan sambil tersenyum ke arah sang kekasih yang sedang menunggu dirinya.
__ADS_1
"Pakpol tampan." Asa sudah berada di dekat Kevin lalu dia menundukkan badan, dia memeluk Kevin dengan erat karena dia begitu merindukan Kevin.
"Sa lepasin, gak enak di lihat orang." Kevin berusaha melepaskan pelukan dari Asa, Kevin merasa tidak nyaman saat Asa memeluk dirinya.
"Eh, maaf habis aku kangen ama pakpol tampan." Asa melepaskan pelukan lalu dia segera duduk di samping Kevin.
"Apa kabar Sa?" tanya Kevin.
"Pakpol tampan kok manggil aku kayak gitu sih." Asa yang mendengar Kevin memanggil dirinya tidak seperti biasanya, seketika itu pun wajah Asa berubah menjadi cemberut.
"Apa ada yang salah dengan aku manggil kamu dengan sebutan Sa?" Sebenarnya Kevin tidak tega melihat wajah Asa sudah terlihat cemberut.
"Ya salah lah biasanya Pakpol tampan itu manggil aku dengan sebutan Buk dokter cantik, kenapa sekarang jadi Sa?" tanya Asa.
"Nama kamu kan Asa Berliana jadi wajar kalau aku panggil dengan sebutan Sa," jawab Kevin.
"Pakpol tampan sudah berubah sekarang, apa karena Pakpol tampan sudah bertemu dengan perempuan cantik di kota D?" Asa menatap ke arah Kevin.
"Pelayan." Kevin memanggil pelayan cafe tersebut.
"Iya mas, Mas ini buku menunya." Si pelayanan tersebut menghampiri Kevin dan Asa. Si pelayanan tersebut memberikan sebuah buku menu kepada Kevin.
"Hm, apa ya?" Asa yang masih melihat buku menu tersebut.
"Mas dan mbak mau pesan apa?" tanya si pelayanan tersebut.
"Coffee late dan French," jawab Kevin.
"Kalau mbaknya mau pesan apa?" Si pelayanan tersebut yang mencatat pesanan minuman dan makanan Kevin.
"Ayam geprek, jus jeruk dan salad buah," jawab Asa.
"Apa ada tambah lainnya?" Si pelayanan tersebut mencatat menu yang Asa pesan.
"Gak ada," jawab Asa dan Kevin serentak.
"Kalau begitu saya permisi dulu." Si pelayan tersebut mengambil buku menu di atas meja tersebut. Setelah itu si pelayan pergi meninggalkan Kevin dan Asa.
"PakPol tampan tadi belum jawab pertanyaan aku," kata Asa.
__ADS_1
"Pertanyaan yang mana Sa?" tanya Kevin.
"Kenapa Pakpol tampan sikap berubah sekarang ke aku? apa Pakpol tampan bertemu dengan perempuan cantik di kota D makanya, sikap Pakpol tampan jadi berubah seperti ini," tanya Asa.
"Iya, aku bertemu banyak wanita cantik di kota D," jawab Kevin.
"Apa wanita cantik tersebut yang menjadikan sikap Pakpol tampan berubah ke aku?" tanya Asa.
"Bisa jadi Iya, bisa jadi nggak," jawab Kevin.
"Jadi Iya atau nggak?" Asa menaikan volume suaranya karena merasa kesal dengan jawaban Kevin yang diantara iya dan nggak.
"Ntlah." Kevin menangkat kedua bahunya.
"Apa kamu sudah tidak menanggap aku lagi sebagian kekasih kamu?" tanya Asa.
"Apa kamu lupa bahwa hubungan kita saat ini sedang break?" tanya Kevin.
"Ya aku lupa, sekarang aku tanya kenapa kamu memutuskan untuk break?" tanya Asa.
"Kita itu seperti air dan minyak yang tidak akan pernah menyatu, lagian kedua orang tua kamu tidak merestui hubungan kita. Makanya aku memutuskan untuk kita break agar kita bisa memikirkan kembali soal hubungan ini." Kevi memberikan penjelasan kepada Asa.
"Apa benar itu alasannya? bukan karena kamu sudah memiliki pacar baru di sana," tanya Asa.
"Memang itu alasannya, aku tidak memiliki pacar baru di sana. Apa selama aku berpacaran dengan kamu, aku pernah selingkuh?" tanya Kevin.
"Tidak," jawab Asa.
"Apa menurut kamu kita masih bisa bersama sedangkan kita itu berbeda?" tanya Kevin.
Asa masih terdiam mendengar pernyataan Kevin, Asa bingung harus memberi jawab apa kepada Kevin. Kevin melihat Asa terdiam sambil berpikir, Kevin tahu saat ini Asa pasti sedang bingung menjawab pertanyaan darinya.
"Bisa karena kita saling mencintai." Asa berbicara sambil memegang tangan Kevin, dia mengenggam tangan Kevin.
"Apa cinta saja cukup membuat kita bersama?" Kevin membiarkan tangan Asa mengenggam tangannya.
"Iya, asal kita saling mencintai maka kita akan bisa melewati semuanya." Asa menyakinkan Kevin agar mereka bisa bersama.
"Ckckck Cinta, Cinta saja tidak akan cukup kalau iman kita berbeda. Jadi sebaiknya kita Putus." Kevin melepaskan gengam tangan Asa dari tangan nya.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...