Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Kevin Masak


__ADS_3

"Kalau dengan mengurangi teman, bisa mengurangi drama, itu bagus-bagus aja, hidup udah banyak masalah, gak perlu ditambah-tambah."


Di dalam tudung saji tersebut hanya terdapat sambel tanpa lauk sama sekali . Sehingga Ry mengherankan nafasnya dengan berat. Perut Ry kembali berbunyi lalu Ry segera menutup tudung saji. Ry membuka kulkas untuk mencari makanan di dalam kulkas tetapi tidak ada makanan yang bisa Ry makan di dalam kulkas.


Ry melihat di dalam kulkas terdapat bahan-bahan makanan yang harus di masak tapi Ry gak bisa masak. Ry kembali menutup pintu kulkas lalu Ry berjalan ke arah lemari yang berada di bawah kompor. Ry berjongkok sambil membuka pintu lemari tersebut.


"Kamu sedang cari apa?" Kevin sudah berada di dapur sambil berdiri melihat ke arah Ry.


"Makanan." Ry memasukkan tangannya di lemari tersebut untuk mencari makanan di dalam lemari tersebut.


"Kalau mau cari makanan itu dalam tudung saji." Kevin berjalan ke arah tudung saji, dia sudah berdiri di depan tudung saji.


"Bukak aja tudung sajinya." Ry menyuruh Kevin untuk membuka tudung saji.


"Lah kok lauknya udah habis." Kevin membuka tudung saji lalu dia melihat di atas meja tersebut hanya terdapat sambel saja.


"Emang tadi ada lauknya?" Ry berdiri dari jongkok nya lalu dia membalikkan badan melihat ke arah Kevin.


"Ada, siapa yang makan kok sampai habis kayak gini?" Kevin yang terlihat bingung melihat di atas meja sudah tidak ada lauk lagi.


"Ntah lah." Ry mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


"Kamu pasti lapar, tunggu sebentar biar aku masakin." Kevin menutup tudung saji lalu dia membuka kulkas untuk mencari bahan yang bisa di masak.


"Memang mase bisa masak?" Ry berjalan ke arah meja makan.


"Bisa, kamu duduk aja dulu," jawab Kevin.


Kevin yang berdiri di depan kompor sambil memasak untuk makan Ry. Sementara Ry duduk di kursi yang berada depan meja makan. Ry menopang dagu mengunakan tangan sambil melihat ke arah punggung Kevin.


Ry menyukai laki-laki yang bisa memasak karena dia tidak bisa memasak. Kriteria calon suami idaman Ry yaitu pintar masak. Ry tidak menyaka bahwa Kevin bisa masak, sehingga membuat Ry terpesona dengan Kevin. Ry merasa senang Kevin mau memasak makan untuk Ry.


"Mase masak apa?" tanya Ry.


"Ada deh." Kevin yang masih sibuk memasak di depan kompor.


"Sabar bentar lagi masak." Kevin berbicara sambil mengadukan makanan yang berada di dalam wajan.


"Iya mase," kata Ry.


Kevin mematikan kompornya karena masakan sudah mateng. Setelah itu Kevin mengambil piring dari rak. Kevin memasukkan makan yang dia masak ke atas piring yang berada di tangannya.


"Nih buat kamu." Kevin meletakkan piring yang berisi makan yang dia masak di atas meja. Setelah itu Kevin duduk di kursi yang berada di hadapan Ry.

__ADS_1


"Ternyata mase masak nasi goreng." Ry melihat di atas piring tersebut berisi nasi goreng.


"Iya, cepatan kamu makan." Kevin menyuruh Ry untuk memakan nasi goreng buatannya.


"Kok nasi goreng satu, emang mase gak makan?" tanya Ry.


"Gak, aku gak makan malam. Takut natik perut aku buncit gak kotak-kotak lagi," kata Kevin.


"Ya udah kalau gitu Ry makan dulu." Ry membaca doa sebelum makan tersebut dahulu, setelah itu Ry mulai menyuapi nasi goreng buat Kevin dengan menggunakan sendok.


"Gimana rasa nya?" Kevin melihat ke arah Ry yang memakan nasi goreng buatan Kevin.


"Enak banget mase." Ry memakan nasi goreng dengan lahap.


"Kamu makannya jangan buru-buru, gak ada yang mau minta." Kevin yang melihat Ry makan begitu terburu-buru serta lahap.


"Uhuk...uhuk." Ry tersedak saat memakan nasi goreng.


"Nih buat kamu."Melihat Ry tersedak Kevin segera mengambil gelas lalu dia menuangkan air di dalam gelas tersebut. Kevin memberikan gelas yang berisi air kepada Ry


" Glug.......glug, terimakasih mase." Ry mengambil gelas dari tangan Kevin lalu setelah itu Ry meminum air tersebut.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2