
"Aku lelaki yang tidak senang di dekati banyak wanita, karena itu aku juga menginginkan wanita yang di hidupnya tidak banyak menyukai lelaki."
"Iya mbak Ry benar yang bunda katakan paling-paling mas itu ketemuan ama temannya." Jojo menyakinkan Ry supaya mempercayai ucapan bunda.
"Iya Ry percaya ucapan tante dan Jojo." Setelah mendengarkan ucapan dari Jojo akhirnya Ry percaya dengan ucapan mereka.
"Nah gitu dong baru mbak aku." Jojo merasa pegah karena Ry mempercaya perkataannya, setelah itu Jojo berjalan pergi meninggalkan ruangan keluarga.
"Sini uang yang di berikan Kevin untuk kamu." Bunda yang melihat Jojo sudah pergi lalu dia segera meminta uang yang Kevin berikan kepada Ry.
"Emang untuk apa tante?" tanya Ry.
"Cepatan Sini." Bunda merampas uang yang berada di tangan Ry.
"Bukannya tadi tante juga udah di kasih ama mase uang, terus kenapa uang yang mase buat Ry tante ambil?"Ry membiarkan bunda merampas uang yang berada di tangannya.
"Uang yang Kevin berikan tadi itu kurang, semua ini gara-gara ke hadiran kamu jadi istri sirih Kevin. Harusnya kamu itu tidak pernah menikah dengan anaku." Bunda yang wajah memerah karena marah kepada Ry.
"Sebenarnya apa salah Ry? kenapa tante begitu tidak menyukai Ry? padahal selama sebulan ini Ry sudah berusaha menjadi menantu di rumah ini." Hati Ry terasa sakit mendengar ucapan yang keluar dari mulut bunda.
"Salah kamu itu banyak, salah satunya kamu menjebak Kevin sehingga kalian tidur berdua sekamar. Gara-gara itu Kevin terpaksa menikahi kamu secara sirih. Asal kamu tahu saja aku tidak menyetujui kamu menikah secara sah dengan Kevin maka nya sampai saat ini Kevin hanya menjadi istri sirih Kevin." Bunda berbicara sambil menujuk jarinya ke wajah Ry.
"Ry gak pernah menjembak mase, kejadian itu terjadi begitu saja." Ry memberitahukan kepada bunda bahwa dia tidak menjebak Kevin tetapi kejadian itu terjadi begitu saja.
__ADS_1
"Heleh itu cuma alasan kamu saja. Mana ada maling ngaku kalau maling ngaku sudah penuh penjara." Bunda yang tidak mempercayai ucapan Ry.
"Ry berani bersumpah demi Allah tante kalau Ry gak menjebak mase." Bunda yang terus memojok Ry dengan ucapan yang membuat Ry sakit hati, untuk menyakinkan bunda akhirnya Ry bersumpah.
"Kamu tidak usah bawak Allah hanya untuk sumpah palsu. Aku tahu kamu perempuan licik yang bersembunyi di balik wajah polos itu untuk bisa memikat anak aku. Tetapi jangan berharap aku akan membiarkan semua itu terjadi ." Bunda yang sama sekali tidak mempercayai sumpah Ry.
Ry yang mendengar ucapan bunda begitu menyakiti hatinya sehingga dia sudah tidak dapat membendung air mata yang hendak terjatuh. Ry segera berlari menuju ke arah kamar Kevin.
"Hiks hiks hiks." Ry berlari sambil menangis menuju ke arah kamar Kevin.
Ry yang sudah berada di dalam kamar segera menjatuhkan badannya di atas tempat tidur. Ry menangis tersedu-sedu di atas tempat tidur. Hati Ry begitu terluka mendengar ucapan bunda. Seumur hidup Ry baru kali ini ada orang yang berani mengantakan hal itu kepada dirinya. Dia tidak menyaka ucapan yang begitu menyakitkan hatinya dia dapatkan dari seorang wanita yang berstatus bunda mertua.
Ry terus saja menangis mengingat semua ucapan yang baru saja di lontarkan oleh bunda. Ry tidak habis pikir bagaimana bisa seorang wanita bicara dengan kata-kata yang begitu menyakitkan seperti itu kepada wanita yang lain yaitu Ry. Setiap kata-kata yang bunda lontarkan kepada Ry itu seperti sebelah pisau yang menghujani jantung Ry.
Padahal ada yang mengatakan jika ucapan kamu akan membuat orang lain terluka maka lebih baik kamu diam. Tetapi jika ucapan bisa membuat orang termotivasi maka berbicaralah.
Sedangkan di waktu yang sama Kevin sedang mengendarai motornya menuju ke suatu tempat. Kevin melajukan motornya dengan kecepatan yang tinggi dia harus segera sampai di tempat tersebut. Kevin memberhentikan motornya karena sudah tiba di tempat tersebut. Kevin memikirkan motornya lalu dia turun dari motornya.
"Hiks hiks hiks."
"Kenapa kamu nangis?" Kevin yang sudah berada di belakang si perempuan tersebut lalu dia memegang bahu si perempuan tersebut.
"Hiks hiks hiks." Si perempuan tersebut yang posisinya sedang berlutut diatas rumput sambil menagis.
__ADS_1
"Sudah-sudah kamu tidak perlu menangis lagi aku sudah ada di sini." Kevi berjalan selangkah sehingga posisinya saat ini sudah berada di samping si perempuan tersebut. Kevin membantu si perempuan tersebut untuk berdiri.
"Kenapa kamu bisa ada di sini? "Si perempuan tersebut terkejut mendapati Kevin sudah berada di sampingnya. Si perempuan tersebut sudah berganti posisi dengan berdiri setelah di bantu oleh Kevin.
"Aku menyuruh dia kesini." Seorang pria paruh baya keluar dari rumahnya sambil berjalan ke arah Kevin dan si perempuan tersebut.
"Kenapa papa harus menyuruh Kevin kesini?" Si perempuan tersebut melihat ke arah papa yang sudah berdiri di hadapannya.
"Ckckck jangan panggil aku lagi dengan sebutan papa. Mulai hari ini aku sudah tidak menangaap kamu sebagai anak aku lagi." Si pria paruh baya berdiri sambil decak pinggang ke arah Kevin dan si perempuan tersebut.
"Papa." Si perempuan tersebut melepaskan tangan Kevin dari bahunya lalu dia bersudut di hadapan si pria paruh baya yang di panggil dengan sebutan papa. Si perempuan tersebut memegang kaki si pria paruh baya tesebut yang memakai sandal.
"Awas singkirkan tangan mu dari kaki, sekarang lebih baik kalian pergi dari rumah aku sebelum aku panggilkan satpam."Si pria paruh baya tersebut menyingkirkan tangan si perempuan tersebut dari kakinya. Si pria paruh baya tersebut mengusir mereka untuk pergi dari rumah.
"Papa jangan usir aku, aku tidak punya rumah selain di sini." Si prempuan tersebut memohon kepada pria paruh baya tersebut untuk tidak mengusir dia.
"Itu bukan urusan saya." Setelah kaki si pria baru baya tersebut terlepas dari tangan si perempuan tersebut. Si pria paruh baya tersebut berjalan ke arah rumah.
"Maaf sebelumnya om sebenarnya ini ada apa? kenapa om mengusir dia dari rumah?" Kevin yang masih nampak bingung dengan ayah dan anak tersebut.
"Hei dengar baik-baik. Semua ini gara-gara kamu, kalau saja anak aku tidak mencintai kamu mungkin ini tidak akan pernah terjadi." Si pria paruh baya membalikkan badan lalu dia ber berjalan ke arah Kevin. Saat dia sudah berada di depan Kevin, dia berbicara sambil menujuk-nujuk Kevin.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1