Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Mondar Mandir


__ADS_3

"Info tempat bukber yang menunya, menua bersamamu."


Kevin yang sedang berdiri di pinggir jalan raya sambil mengatur lalu lintas di jalan raya tersebut. Sebuah angkot berhenti dipinggir jalan raya, seorang ibuk turun dari angkot tersebut sambil membawa kantong plastik berukuran besar. Ibuk tersebut membayar ongkos setelah itu angkot berjalan pergi meninggalkan si ibuk tersebut.


Ibuk tersebut berdiri di pinggir jalan raya, Kevin yang melihat ke arah si ibuk tersebut menghampiri.


"Apa ibuk mau menyeberangi jalan?" Kevin yang sudah berdiri di samping si ibuk tersebut.


"Iya pak polisi." Si ibuk tersebut menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"Kalau begitu biar saya bantu ibuk untuk menyeberangi jalan raya tersebut," kata Kevin.


"Baiklah pak polisi," kata si ibuk tersebut.


Priiitt......... Priiitt


Kevin meniup peluit yang sudah berada di mulutnya lalu dia mengerakan tangannya memberikan abab-abab kepada para pengendara kendaraan untuk memberhentikan kendaraan yang sedang mereka kendarai. Para pengendara kendaraan tersebut menghentikan kendaraan, sehingga Kevin dan si ibuk tersebut berjalan di jalan raya tersebut untuk menyeberangi jalan tersebut.


Kevin dan si ibuk tersebut sudah berhasil menyeberangi jalan raya tersebut. Kevin meniupkan peluitnya sambil memberikan isyarat agar para pengendara kendaraan tersebut bisa melajukan kembali kendaraan nya. Kendaraan tersebut sudah melaju seperti biasanya setelah mendapatkan abab-abab dari Kevin.


"Terimakasih pak polisi." Si buk tersebut berterima kasih kepada Kevin karena sudah membantunya menyeberangi jalan raya.


"Sama-sama ibuk, lagian ini juga sudah menjadi tugas saya," kata Kevin.


"Kalau begitu saya pamit dulu pak polisi." Di ibuk tersebut berpamitan kepada Kevin setelah itu dia berjalan pergi meninggalkan Kevin.


"Hati-hati di jalan ibuk." Kevin melihat ke arah si ibuk yang sudah berjalan menjauhi dirinya.


"Ini buat mase." Ry yang sudah berdiri di samping Kevin memberikan sebuah botol air mineral kepada Kevin.


"Kamu sejak kapan sudah di sini?" Kevin menoleh ke arah sumber suara tersebut, dia terkejut saat mendapati Ry sudah berada di sampingnya.


"Barusan, mase gak haus ya? Kalau gitu biar Ry minum."Ry melihat botol minuman yang berada di tangannya tidak di ambil oleh Kevin lalu Ry pun menarik tangannya dari Kevin. Ry membuka tutup botol air tersebut, Ry hendaklah meminum air dari botol tersebut.


"Kata siapa aku gak haus , aku haus kok." Kevin merebut botol tersebut dari tangan Ry lalu Kevin segera meminum air dari botol tersebut.

__ADS_1


"Mase jangan di habiskan Ry juga haus." Ry melihat Kevin meminum air dari dalam botol tersebut, air dari botol tersebut sudah tinggal setengah di minum oleh Kevin. Sehingga Ry meminta Kevin untuk tidak menghabiskan air tersebut karena dia juga merasa haus.


"Ini." Kevin berhenti meminum air tersebut lalu dia memberikan botol air tersebut kepada Ry.


"Glug glug glug." Ry mengambil botol air yang berada dari tangan Kevin. Ry meminum air yang berada di dalam botol tersebut sehingga tandas tidak bersisa sama sekali.


"Kamu mau nyebrang jalan kan?" tanya Kevin.


"Iya mase," jawab Ry.


Lagi-lagi Kevin meniupkan peluitnya sambil memberikan abab-abab kepada para pengendara kendaraan yang berada di jalan raya tersebut untuk menghentikan laju kendaraannya. Para pengendara kendaraan tersebut menghentikan laju kendaraannya, tiba-tiba saja Kevin memegang tangan Ry.


Deg........... Deg


Jantung Ry berdetak kencang saat Kevin memegang tangannya. Kevin menggandeng tangan Ry sambil berjalan melewati jalan raya. Para pengendara kendaraan tersebut melihat ke arah Kevin dan Ry yang berjalan sambil bergandengan tangan. Ry yang merasa jadi pusat perhatian saat melewati jalan raya tersebut hanya bisa menundukkan kepalanya.


Mereka sudah menyeberangi jalan raya tersebut, Kevin melepaskan gandengan tangannya dari Ry lalu Kevin meniupkan peluitnya untuk memberikan abab-abab kepada para pengendara kendaraan tersebut untuk melajukan kendaraannya. Setelah itu lalu lintas di jalan raya sudah kembali seperti semula lagi.


"Kamu tunggu di sini aku ambil motor dulu." Setelah mengatakan itu Kevin berjalan meninggalkan Ry yang masih berdiri di pinggir jalan raya.


"Kamu aku tinggal sendirian gak apa-apakan?" Kevin yang sudah berdiri di hadapan seorang polisi.


"Emang kamu mau kemana?" tanya si polisi tersebut.


"Pulang." Kevin membalikkan badan lalu dia berjalan ke arah motor patroli.


"Siapa perempuan yang kamu gandeng tadi?" Si polisi tersebut penasaran dengan perempuan yang Kevin gandeng maka nya dia bertanya.


Kevin tidak menjawab pertanyaan dari si polisi tersebut, Kevin naik ke atas motor lalu dia menyalahkan motornya. Kevin mengendarai motor tersebut ke arah Ry.


Mereka sudah tiba di depan rumah Kevin, Ry segera turun dari motor dan di susul oleh Kevin.


"Tunggu." Kevin berjalan menghampiri Ry.


"Ada apa mase?" Ry berhenti berjalan lalu Ry membalikkan badan menoleh ke arah Kevin.

__ADS_1


"Kita masuk bareng." Lagi-lagi Kevin mengegam tangan Ry.


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan menuju ke arah teras rumah.


"Assalamu'alaikum." Mereka bersamaan mengucapkan salam.


"Walaikumsalam, kalian sudah pulang." Mbah Milah keluar dari warung lalu dia berjalan menghampiri mereka.


"Iya mbah." Kevin menyalim punggung tangan mbah Milah tanpa melepaskan genggaman tangannya dengan tangan Ry.


"Apa kamu jemput embem ke kampus?" Mbah Milah melihat ke arah tangan Kevin yang masih memgegam tangan Ry seolah-olah tidak ingin lepas.


"Tidak mbah," jawab Kevin.


"Mase kan sibuk kerja mbah, tadi Ry ketemu mase juga lagi kerja." Ry menyalim punggung tangan mbah Milah.


"Ya sudah kalau begitu, ayo sekarang kita masuk!" Mbah Milah mengajak mereka untuk masuk ke dalam rumah.


Malam harinya Kevin juga belum pulang, Ry menunggu Kevin sambil berdiri di depan teras rumah.Ry mengeluarkan ponsel dari saku baju lalu Ry menghubungi nomor ponsel Kevin tetapi nomor ponsel Kevin tidak aktif sehingga membuat Ry merasa khawatir. Ry memegang ponselnya sambil berjalan mondar mandir seperti setrikaan.


"Embem." Mbah Milah menghampiri Ry yang sedang berjalan mondar-mandir di teras rumah.


"Ada apa embem?" Mbah Milah sudah berdiri di belakang Ry sambil memegang bahu Ry.


"Eh mbah Milah." Ry berhenti berjalan lalu dia menoleh ke arah belakang ternyata mbah Milah sudah berdiri di hadapan Ry.


"Embem kenapa dari tadi mbah perhatikan mondar mandir kayak setrikaan?" Mbah Milah yang penasaran dari tadi melihat Ry berjalan mondar mandir seperti setrikaan.


"Itu mbah Milah." Ry terlihat ragu untuk mengatakan hal yang membuat dia berjalan mondar mandir kayak setrikaan kepada Mbah Milah.


"Embem pasti lagi khawatir karena Kevin belum pulang," kata mbah Milah.


"Kok, mbah Milah bisa tahu sih." Ry menjadi malu karena mbah Milah mengetahui kalau dia lagi khawatir ama Kevin.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2