Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Kesiangan


__ADS_3

"Senyum itu ibadah, tapi kalo di senyumin kamu aku salting parah."


"Apa benar ini obat sakit perut?" kok bentuknya seperti ini." Kevin mengeluarkan sebungkus charm yang bersayap dari kantong plastik lalu dia memegang charm tersebut mengunakan tangan.


"Iya kesiniin." Ry melepaskan tangan Kevin dari tangannya. Ry mengambil charm dari tangan Kevin lalu Ry berjalan sambil membawa charm, celana dan dalaman.


Setelah Ry pergi dari kamar Kevin duduk di pinggir tempat tidur sambil melihat isi kantong plastik. Kevin mengambil botol kiranti dari kantong plastik tersebut. Kevin membaca tulisan dalam botol tersebut.


"Jadi ini obat haid." Mata Kevin membulat saat membaca tulisan di botol kiranti.


"Jangan-jangan noda merah di celana dia tadi itu_____," kata Kevin.


Sedangkan Ry yang sudah selesai menganti celana dan dalamnya. Ry berjalan keluar dari kamar mandi. Ry sudah berdiri di depan pintu kamar Kevin yang tertutup. Ry merasa ragu mau masuk ke dalam kamar Kevin.


Masuk gak masuk gak masuk gak


"Embem kenapa berdiri di sini?" Mbah Milah yang sudah berdiri di belakang Ry.


"Eh ternyata ada mbah, mbah kok belum tidur?" Ry membalikkan badan melihat ke arah mbah Milah yang berada di hadapannya.


"Mbah udah tidur tapi kebangun," jawab mbah Milah.


"Mbah kebangun kenapa?" tanya Ry.


"Kebelet pipis, embem kenapa berdiri aja di pintu sana masuk pasti Vin udah nungguin tuh." Mbah membuka pintu kamar Kevin setelah itu mbah mendorong Ry agar pasukan ke dalam kamar tersebut. Setelah itu mbah Milah menutup pintu kamar Kevin.


Brak........ Brak


Ry berjalan sambil menundukkan kepala, Ry tidak sanggup melihat ke arah Kevin yang duduk di pinggir tempat tidur.


"Kamu sakit perut kenapa?" Kevin berdiri dari pinggir tempat tidur lalu dia berjalan ke arah Ry.


"Hm, itu Mase_____." Ry bingung mengatakan kepada Kevin tentang penyebab dia sakit perut.


"Kamu datang bulan?" Kevin yang sudah berdiri di hadapan Ry.


"Bukan datang Mentary." Ry mengangkat wajah lalu dia berhenti berjalan karena Kevin sudah berdiri di hadapan Ry.


"Mana ada datang Mentary, kamu jangan menganda-ngada deh," kata Kevin.


"Nama lengkap Ry siapa coba?" tanya Ry.


"Mentary Tri Puteri," jawab Kevin.


"Ternyata ingat juga ya nama lengkap Ry," kata Ry.

__ADS_1


"Ya ingat lah, kan pas ucap kabul itu yang aku ucapkan," kata Kevin.


"Nah sekarang Ry tanya ama abang, yang masuk ke kamar ini siapa?" tanya Ry.


"Ya kamu lah." Kevin masih bingung dibuat oleh Ry.


"Nama lengkap Ry?" tanya Ry.


"Mentary Tri Putri," jawab Kevin.


"Berarti benarkan datang Mentary," kata Ry.


Kevin terdiam kira-kira 5 menit untuk mencerna kata-kata yang Ry ucapkan.Akhirnya Kevin mengerti dengan perkataan Ry. Kevin menjentik jarinya ke arah kening Ry.


"Aduh sakit, Mase ini Kdrt nama nya." Ry meringis kesakitan karena keningnya di jentik oleh Kevin. Ry mengusap-ngusap kening yang terkena jentikan Kevin.


"Salah sendiri tadi kamu ngerjain aku." Kevin terlihat cuek tidak memperdulikan Ry yang kesakitan karena jentikan Kevin di kening Ry.


"Emangnya Ry ngerjain Mase apa?" Ry berbicara tanpa rasa bersalah kepada Kevin.


"Kamu masih nanya?" Kevin berbicara dengan nada yang ketus.


"Ry kan gak tahu, makanya Ry tanya ama Mase," jawab Ry.


"Kamu tadi suruh aku beli kiranti, itu obat haid kan?"Kevin mengeluarkan sebotol kiranti dari kantong plastik lalu dia menujukan botol kiranti kepada Ry.


"Gitu aja gak bisa." Kevin mengambil botol kiranti dari tangan Ry lalu Kevin membuka tutup botol kiranti. Setelah tutup botol kiranti terbuka lalu Kevin memberikan botol kiranti kepada Ry.


"Glug glug. Terimakasih Mase." Ry mengambil botol kiranti lalu dia meminum air kiranti tersebut sampai habis.


"Sama-sama, apa rasanya?" Kevin yang penasaran akhirnya bertanya.


"Kayak kamu kunyit asem, nih kalau Mase mau coba." Ry memberikan botol kiranti tersebut kepada Kevin.


"Emang boleh laki-laki minum itu?" Tangan Kevin yang sudah memegang botol kiranti.


"Emang Mase datang bulan?" Ry berjalan ke arah tempat tidur lalu dia naik ke atas tempat tidur.


"Gak, emang minum ini bisa sembuh sakit perut kamu?" Kevin menoleh ke arah Ry yang sudah berbaring di atas tempat tidur.


"Bisa Mase, udah dulu Ry mau tidur nih," kata Ry.


"Jangan lupa baca doa sebelum tidur dulu." Kevin meletakkan kantong plastik tersebut di atas meja yang berada di pojok kamar.


"Iya, Mase tolong matikan lampunya." Ry meminta tolong ama Kevin untuk mematikan lampu kamar Kevin.

__ADS_1


Esokan Harinya........


Kevin dan Ry masih tertidur dengan nyenyak di atas tempat tidur dengan posisi Kevin memeluk badan Ry. Tangan Kevin yang melingkar di perut Ry. Mbah yang sudah selesai memasak sarapan pagi di dapur. Karena Mbah Milah tidak melihat Kevin dan Ry akhirnya dia memutuskan untuk membangunkan Kevin dan Ry.


Tok........ Tok


"Vin Embem." Mbah Milah sudah berdiri di depan pintu kamar Kevin.


"Bangun udah siang."


"Jangan kelonan terus."


Kevin mendengar suara pintu kamarnya berbunyi lalu dia mulai membuka kedua matanya. Kevin terkejut saat membuka kedua mata karena posisinya sedang membelakangi Ry sambil memeluk Ry. Bahkan tangan Kevin melingkar di perut Ry. Kevin segera melepaskan tangan dari perut Ry.


Kevin segera turun dari tempat tidur mendengarkan suara mbah. Kevin berjalan ke arah tempat tidur lalu dia membuka pintu kamarnya.


Ceklek........ Ceklek


"Vin baru bangun?" Mbah Milah melihat Kevin yang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Iya mbah," jawab Kevin.


"Apa kamu habis begadang tadi malam?" Mbah Milah mentap Kevin dengan tatapan curiga.


"Tidak, kenapa mbah?" tanya Kevin.


"Apa kamu tahu ini jam berapa sekarang?" tanya mbah Milah.


"Tidak tahu mbah, sekarang jam berapa mbah?"Kevin mengelengkan kepalanya, Kevin yang baru bangun tidur terburu-buru membuka pintu kamarnya sehingga dia tidak sempat melihat jam dinding yang berada di dalam kamar Kevin.


"Sekarang pukul 06.30 wib," jawab mbah Milah.


"Astagfirullah aku kesiangan." Kevin segera berlari masuk ke dalam kamar, dia mengambil handuk yang berada di belakang pintu kamarnya.


Kevin sudah berada di depan pos polisi yang berada di simpang perumahan.


"Vin, tumben datang terlambat?" Arlan yang baru keluar dari pos polisi, dia melihat Kevin yang baru turun dari motornya yang terpakir di depan pos polisi.


"Aku kesiangan tadi." Kevin berjalan ke arah Arlan.


"Tumben kamu ke siangan gak kayak biasanya." Arlan yang sudah berdiri di hadapan Kevin.


"Iya baru ini aku kesiangan," jawab Kevin.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


Ry lagi baik hati nih maka Ry kasih Visual Mase Kevin Dan Ry.



__ADS_2