Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Asa Atau Tary


__ADS_3

"Lebih baik menunggu buka, dari pada menunggu dia yang sama sekali tidak ada rasa."


"Papa jangan menyalahkan Kevin, aku jadi mualaf atas dasar keinginan aku sendirian tanpa paksakan dari Kevin." Mendengarkan ucapan papa si perempuan tersebut bangkit dari sujudnya. Si perempuan tersebut berdiri sambil membela Kevin.


"Nah, om dengar sendirikan. Asa menjadi mualaf itu bukan paksaan dari saya melainkan dari keinginan dia sendiri."Setelah Kevin mendengar ucapan dari si perempuan tersebut yang tidak lain ialah Asa. Kevin pun angkat bicara untuk membela dirinya dari tuduhan yang di buat oleh papa Asa.


"Saya tidak mau tahu, sekarang kalian pergi dari sini." Papa Asa mengusir Kevin dan Asa untuk pergi dari rumah.


Asa masih enggan untuk beranjak dari tempat tersebut. Papa Asa membalikkan badan lalu dia berjalan masuk ke dalam rumah nya. Asa dan Kevin masih berdiri di depan rumah Asa.


Tap................ Tap


"Sebaiknya kalian pergi dari sini. Sebelum saya usir secara paksa." Seorang pria berseragam satpam menghampiri Kevin dan Asa.


"Aku tidak mau pergi pak Satpam." Asa masih bersih keras untuk tetap berada di sana.


"Baiklah, saya akan paksa kamu untuk pergi dari sini." Pak satpam tersebut menarik koper yang berada tidak jauh dari Asa setelah itu dia menarik tangan Asa secara paksa.


"Lepaskan tangan aku."Asa mencoba melepaskan tangannya dari pak satpam tersebut.


" Pak lepaskan tangan dia, kami akan pergi dari sini." Kevin yang melihat Asa di tarik dengan paksa oleh pak satpam merasa tidak tega sehingga dia meminta pak satpam tersebut melepaskan tangannya dari Asa.


"Baiklah, harus dari tadi kalian pergi dari sini sebelum saya pakai cara kekerasan untuk mengusir kalian. Pak satpam melepaskan tangannya dari tangan Asa.


" Ayo kita pergi dari sini Sa!" Kevin mengajak Asa untuk pergi dari rumah Asa.


"Kita mau pergi kemana? aku tidak punya tempat tinggal sekarang." Asa menatap wajah Kevin dengan wajah yang memelas.

__ADS_1


"Ntalah aku juga tidak tahu, yang penting sekarang kita pergi dari rumah ini." Kevin menarik koper Asa.


Tengah malam Kevin baru pulang ke rumah seorang diri. Kevin melihat rumah tampak sunyi dia berpikir pasti semua orang yang berada di dalam rumah pasti sudah tidur. Kevin membuka pintu rumah dengan kunci yang biasa dia bawak. Setelah pintu rumah terbuka Kevin memasukkan motornya ke dalam ruangan tamu lalu Kevin menutup dan mengunci kembali pintu rumahnya.


Kevin berjalan sambil berjinjit agar tidak menimbulkan suara membangunkan penghuni rumah yang sudah tertidur. Kevin sudah berada di depan pintu kamarnya. Kevin membuka pintu kamar secara berlaha-lahan agar tidak menimbulkan suara yang bisa membangunkan Ry.


Setelah pintu kamar terbuka Kevin berjalan masuk sambil melihat suasana kamar yang terlihat gelap gulita. Kevin menutup kembali pintu kamarnya lalu dia berjalan ke arah tempat tidurnya. Kevin yang berada di depan tempat tidur segera naik ke atas tempat tidur.


Kevin berbaring di atas tempat tidur, lalu dia membaca doa sebelum tidur. Kevin mulai memecamkan matanya setelah itu pun Kevin sudah masuk ke dalam alam mimpi. Sedangkan Ry berbaring di samping Kevin berlahan-lahan membuka kedua matanya.


Sebenarnya Ry belum tidur sama sekali setelah mendapatkan ucapan yang menyakiti dari bunda. Dia hanya berpura-pura tidur saat mengetahui Kevin sudah pulang. Dia ingin melihat sikap Kevin saat dia sudah tidur ternyata sifat Kevin sama saja saat Ry tertidur maupun tidak tidur. Kevin tetap saja bersikap cuek terhadap Ry.


Hal ini membuat Ry kecewa dengan sikap Kevin, Ry merasa bahwa tidak ada seorang pun di rumah ini yang menginginkan kehadirannya di tengah keluarga mereka. Sehingga Ry terus saja berpikir dia harus tetap bertahan atau pergi dari rumah tersebut.


Ry terus saja berpikir memikirkan hal tersebut sehingga mata Ry tidak bisa terpecam. Ry tipe orang yang kalau sudah banyak pikiran tidak bisa tidur. Sehingga akhirnya Ry bergadang sambil memikirkan masalah yang dia hadapi saat ini.


Dini harinya Ry yang tidak bisa tidur, akhirnya beranjak dari tempat tidur untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah yang biasa dia lakukan. Setelah semua pekerjaan rumah sudah selesai Ry lakukan tetapi Ry melihat belum ada satu orang dari penghuni rumah yang bangun.


Kevin keluar dari kamar dengan baju koko, kain sarung dan peci.


"Mas mau shalat subuh di mesjid?" Jojo yang melihat Kevin baru keluar dari kamarnya.


"Iya, kenapa?" Kevin yang berdiri di depan pintu kamar.


"Aku ikut abang," jawab Jojo.


"Ya udah cepatan mas tunggu." Kevin menyuruh Jojo untuk cepat.

__ADS_1


"Aku ngambil wudhu dulu." Jojo berjalan pergi meninggalkan Kevin yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.


Kevin berjalan ke arah ruangan tamu, Kevin sudah berada di ruangan tamu.


"Mas ayo kita berangkat!" Jojo menghampiri Kevin yang berada di ruangan tamu, Jojo memakai baju kaos, kain sarung dan peci.


"Iya, loh kok pintunya gak terkunci?"Kevin berjalan ke arah pintu rumah, Kevin membuka pintu rumah. Kevin terkejut saat membuka pintu rumah tersebut sudah tidak terkunci. Kevin mengingat kalau tadi malam dia menguci pintu rumah tersebut. Tetapi pagi ini kenapa pintu rumah nya sudah tidak terkunci.


"Mungkin mas lupa, ayo cepatan kita ke mesjid mas keburu shalat subuh!" Jojo menarik tangan Kevin untuk segera berjalan pergi ke mesjid.


Setelah selesai melaksanakan shalat subuh Kevin dan Jojo berjalan keluar dari mesjid. Kevin dan Jojo berjalan meninggalkan mesjid.


"Mas, apakah aku boleh bertanya?" Setelah berjalan menjauh dari mesjid Jojo berhenti berjalan lalu dia bertanya kepada Kevin.


"Boleh, kamu mau tanya apa?" Kevin berhenti melangkah kan kakinya lalu dia menoleh ke arah Jojo.


"Apa mas masih pacaran dengan kakak Asa?" Jojo menatap wajah Kevin.


"Mas sudah putus dengan Asa, memang ada apa?" tanya Kevin.


"Syukur lah kalau begitu, aku hanya tidak ingin mas menyakiti mbak Ry. Dia perempuan yang baik hati walaupun aku tahu fisiknya tidak secantik kakak Asa." Jojo merasa pegah setelah mengetahui bahwa Kevin sudah putus ama Asa.


"Jojo, sekarang gantiian mase mau tanya ama aku. Bisakan?" Kevin yang gantian bertanya kepada Jojo.


"Bisa, mau tanya apa mas?" tanya Jojo.


"Menurut pendapat kamu siapa yang cocok untuk menjadi istri mas dia antara Asa dan Tary?" Kevin yang ingin mengetahui pendapat Jojo tentang diantara kedua wanita tersebut yang cocok di jadikan istrinya.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...



__ADS_2