
"Terkadang manusia itu lucu, dosa orang lain dia hakimin, sedangkan dosa sendiri di maklumin dan di tutupi."
Si pengendara motor membelokkan motornya ke arah Ry. Sehingga motor tersebut berhenti tepat di hadapan Ry. Ry yang melihat hal itu berhenti berjalan.
"Nama kamu siapa?" Si pengendara motor tersebut mengulurkan tangan ke arah Ry.
"Apalah artinya sebuah nama," jawab Ry.
"Kalau aku bisa memanggil kamu dengan sebutan Sayang." Si pengendara motor tersebut menatap Ry dengan senyuman.
"Sayang kepala lu peyang." Ry berbicara dengan nada ketus sambil mengepalkan tangannya. Ry berjalan meninggalkan si pengendara motor tersebut.
Seluruh calon mahasiswa baru sudah berkumpul di halaman kampus. Mereka di bagi menjadi beberapa kelompok, satu kelompok terdiri dari 33 orang dari berbagai jurusan di kampus tersebut. Ry masuk ke dalam kelompok 13, lalu Ry memasang artibut Ospek yaitu kertas karton berwarna biru yang sudah tertulis nama Mentary Tri Putri.
Ry sudah berada di baris kelompok 13 ternyata, setiap kelompok di berikan 3 orang anggota Bem. Di kelompok 13 di berikan 3 orang anggota Bem yaitu terdiri 2 orang perempuan dan 1 orang laki-laki. 3 orang anggota Bem tersebut berdiri di depan barisan kelompok 13,mereka secara bergantian memperkenalkan diri kepada anggota kelompok 13.
Setelah 2 orang temannya selesai memperkenalkan diri maka sekarang giliran si laki-laki tersebut.
"Assalamu'alaikum dan selamat pagi semua," kata si laki-laki tersebut.
"Walaikumsalam dan selamat pagi juga kakak." Semua anggota kelompok 13.
"Perkenalkan nama kakak Habie Aprilio Saputra, kalian boleh manggil kakak dengan panggil kakak Abie. Selama Ospek kakak dan kedua kakak akan menjadi pembimbing kalian. Apa kalian merasa senang di bimbing oleh kami bertiga?" Habie yang mata terus melihat ke arah Ry.
"Senang kakak," jawab semua calon mahasiswa tersebut yang tampak antusias ketika melihat Abie.Ry yang enggan untuk melihat Abie.
"Hei kamu, kenapa dari tadi saya perhatian tidak melihat ke arah depan?" Abie yang dari tadi terus memperhatikan Ry yang memalingkan wajahnya. Sehingga Abie berjalan ke arah barisan Ry.
Tap................. Tap
__ADS_1
Suara langkah kaki Abie yang berjalan mendekat ke arah Ry. Ry menoleh ke arah suara langkah kaki tersebut lalu Ry terkejut saat melihat laki-laki yang berdiri di hadapannya ialah laki-laki yang sama tadi mengajak Ry berkenalan.
"Kamu," kata Ry.
"Apa kamu terkejut melihat aku?" Abie melihat wajah Ry yang tampak terkejut menatap dia.
"Gak biasa aja." Ry merubah ekspresi wajahnya sehingga terlihat tidak terkejut lagi.
"Oo.... jadi nama kamu itu Mentary Tri Putri. Namanya cantik sama seperti orangnya." Abie yang melihat ekspresi wajah Ry sudah berubah. Abie yang masih penasaran dengan nama Ry melihat ke arah kertas karton yang bertulis nama Ry. Abie tersenyum setelah mengetahui nama Ry.
Siang hari cuaca begitu panas terik sehingga semua calon mahasiswa baru di suruh berkumpul di ruangan Aula. Semua calon mahasiswa baru duduk di atas lantai keramik yang berada di aula tersebut. Mereka duduk berbaris memanjang kebelakang sesuai dengan kelompoknya.
Setelah itu ketua Bem masuk ke dalam Aula tersebut. Ketua Bem memperkenalkan dirinya kepada semua calon mahasiswa baru. Kemudian ketua Bem memperkenalkan organisasi yang ada di kampus tersebut, ketua Bem mengajak calon mahasiswa baru untuk ikut serta masuk dan memilih salah satu organisasi yang berada di kampus tersebut.
"Kamu pasti hauskan, ini buat kamu." Abie yang sedang berdiri di samping Ry. Abie memberikan sebuah botol air mineral yang dingin ke arah Ry.
"Udah cepatan ambil." Abie memaksa Ry untuk mengambil botol yang berada di tangannya.
"Gak mau." Ry menolak dengan suara lantang, sehingga semua orang yang berada di Aula tersebut menoleh ke arah Abie dan Ry.
"Kamu gak mau apa?" Ketua Bem yang mendengar suara Ry yang lantang tersebut. Menatap ke arah Ry dan Abie.
"Ini kakak Abie maksa aku buat ngambil yang mau dia kasih padahal aku gak mau." Ry yang menyadari semua mata tertuju kepadanya lalu Ry memberitahukan kepada semuanya.
"Abie sini bawak minumnya buat aku." Ketua Bem meminta botol air mineral yang berada di tangan Abie.
"Baiklah ketua." Dengan berat hati Abie berjalan sambil membawa sebotol air mineral di tangannya.
Sore harinya ketua Bem menyudahi Ospek hari ini, akan di lanjutkan besok pagi lagi. Mereka berbondong-bondong berjalan ke arah pintu Aula. Bahkan mereka berdesak-desakan untuk bisa melewati pintu tersebut. Sedangkan Ry masih duduk di atas lantai Aula sambil melihat ke arah pintu di Aula tersebut.
__ADS_1
"Kamu pulang ama siapa?" Abie yang sudah berdiri di hadapan Ry.
"Bukan urusan mu."Lagi-lagi Ry masih berbicara dengan ketus kepada Abie.
"Ya jadi urusan aku lah, kan kamu itu anggota kelompok yang aku bimbing." Habie memberikan alasan kepada Ry.
"Ckckck modus," kata Ry.
"Hehehe, ya udah tahuan aja kalau aku emang mau modusin kamu." Abie memegang tengkuk sambil menyengir.
"Kamu modusin orang yang salah." Ry melihat kondisi pintu Aula yang sudah tidak ramai lagi.
"Sini aku bantu." Abie mengulurkan tangan ke arah Ry.
"Aku gak butuh bantuan kamu." Ry berdiri dari tempat duduk tanpa menerima uluran tangan dari Abie. Ry berjalan sambil membawa tas ransel di punggung nya meninggalkan Abie.
"Baru kali ini aku bertemu dengan seorang perempuan yang mampu menolak pesona seorang Abie, tapi aku makin tertantang untuk mendapatkan." Abie bergumam sambil berjalan mengikuti Ry dari belakang.
Ry sudah berdiri di halte bus way sambil menunggu bus way. Sedangkan Abie memberhentikan motornya di depan gerbang kampus sambil memantau Ry dari jauh. Abie sengaja memantau Ry dari jauh, dia ingin tahu alamat rumah Ry agar dia bisa tahu.
Setelah menunggu kira-kira 30 menit baru lah bus way berhenti di halte tersebut. Pintu bus way terbuka Ry segera menaiki tangga untuk bisa sampai di pintu tersebut. Ry berjalan melewati pintu bus way tersebut. Bus way tersebut berhenti di halte yang berada di simpang 3, Ry membayar ongkos terlebih dahulu baru turun dari bus way tersebut.
Saat Ry sudah berdiri di pinggir jalan, Ry melihat ke arah pos polisi yang tampak sepi sudah tidak ada orang lagi. Ry sedikit kecewa melihat pos polisi tersebut sepi padahal Ry berharap Kevin berdiri sambil menunggu dia pulang dari kampus tapi itu hanya harapan saja.
"Apa kamu mau berdiri saja di situ?" Seorang pria yang sudah berdiri di samping Ry lalu dia menggandeng tangan Ry sambil menyeberangi jalan raya tersebut.
...~ Bersambung ~...
.
__ADS_1