
"Semakin aku menghapus mu, semakin aku menginginkan mu."
Ry yang mendengar suara bariton seorang yang memanggil namanya berhenti berjalan. Ry merasa begitu familiar dengan suara tersebut, sehingga Ry dan si balita tersebut juga sama-sama membalikkan badan untuk melihat pemilik suara tersebut.
Deg.......... Deg
Ketika Ry dan si balita tersebut sudah membalikkan badan betapa terkejutnya Ry saat melihat pemilik suara tersebut sudah berdiri di hadapan nya.
"Tary." Si pria tersebut mengulurkan tangannya hendak mengendong si balita yang masih berada dalam gendong Ry.
"Papa." Si balita yang berada di dalam gendong Ry menyebut si pria tersebut dengan sebutan Papa.
"Tary sini papa gendong." Si pria tersebut hendak mengambil si balita tersebut dari gendong Ry.
"Tidak, aku mau di gendong mama." Si balita tersebut menggelengkan kepala lalu dia memeluk tubuh Ry dengan erat seakan-akan tidak mau lepas dari Ry.
"Jadi dia ini anak kamu?" Ry penasaran dengan si balita yang berada dalam gendong nya, tetapi dengan terpaksa Ry harus bertanya dengan si pria yang merupakan mantan suaminya itu.
"Iya Tary." Kevin menganggukan kepala sambil tersenyum ke arah.
"Apa yang Iya papa?" tanya si bocil tersebut.
"Siapa nama anak kamu?"
"Kamu tanyakan saja sendiri sama dia?" Kevin menyuruh Ry bertanya langsung kepada anaknya tentang namanya.
"Sayang siapa namanya?" Ry menoleh ke arah si balita tersebut sambil menanyakan namanya.
"Astary Putri Kevin mama." Tary menyebut namanya dengan lengkap, dia juga memanggil Ru dengan sebutan mama.
"Umur As berapa?"
"As siapa? nama aku Tary mama."
"Jangan panggil aku As, nama aku Tary." Tary ber berbicara seperti Siva tokoh kartun yang berasal dari India.
"Baiklah, umur Tary berapa tahun?"
"Dua." Tary mengangkat jari telunjuk dan jari tengah ✌.
"Masyallah umur Tary baru dua tahun bicara sudah jelas." Ry berbicara sambil mengelus hijab yang berada di kepala Tary.
"Tary sini sama papa, kasih tante capek gendong Tary." Kevin merasa senang melihat Ry begitu menyanyangi putrinya. Kevi melihat ke arah wajah Ry dan putrinya secara bergantian, Kevin melihat ada kemiripan di wajah Ry dan putri nya. Mereka tampak seperti ibu dan anak.
__ADS_1
"Tidak mau, aku mau sama mama beli es krim."Tary menolak Kevin, dia ingin membeli es krim dengan Ry.
"Oh iya tante sampai lupa tadi kan udah janji mau belikan Tary es krim. Ayo kita beli es krim sekarang!" Ry membalikkan badan lalu dia hendak berjalan.
"Tunggu sini biar aku bawa keranjang belanjaanya." Kevin segera melangkah kaki ke arah di samping Ry lalu dia merampas keranjang belanjaan itu dari tangan Ry.
Ry membiarkan Kevin merampas keranjang belanjaan dari tangannya. Ry berjalan sambil mengendong Tary sedangkan Kevin berjalan di samping Ry mereka bertiga tampak seperti keluarga yang bahagia. Beberapa pengujung yang melihat ke arah mereka tampak kagum karena mereka mengira bahwa mereka keluarga kecil yang tampak bahagia.
Mereka sudah berada di depan frizer tempat es krim.
"Tary mau es krim yang mana?" Ry mendekatkan Tary dengan frizer tersebut agar Ry bisa melihat es krim yang dia inginkan.
"Mau es krim upin ipin."
"Apa ada lagi yang Tary mau?"
"Mau ini, mau itu. " Tary menujuk semua es krim yang berada dalam frizer tersebut.
"Jadi anak papa mau semuanya?" Kevin terkekeh saat melihat sang anak yang ingin membeli semua es krim yang berada di dalam frizer tersebut.
"Boleh tapi cuma tiga aja."
"Mau yang mana?"
"Rasa coklat, Vanilla dan stoberi."
Sebuah mobil berhenti di halaman rumah, setelah memakirkan mobilnya Kevin segera turun dari mobil. Kevin berjalan ke arah sebelah nya. Kevin membuka pintu mobil tersebut, Kevin mengendong Tary membawa dia keluar mobil.
"Turun papa." Tary meminta turun dari gendongan papa.
"Baiklah putri papa." Kevin menurunkan Tary dari gendongannya. Kevin menutup kembali pintu mobil nya.
Mereka sudah berdiri di depan pintu rumah, Kevin mengetuk pintu rumah.
Tok....... Tok
"Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam, kalian dari mana saja?" Bunda Kevin membuka pintu rumahnya melihat putra dan cucunya baru pulang ke rumah.
__ADS_1
"Oma tadi aku ketemu mama." Tary yang begitu antusias menceritakan bertemu dengan Ry.
"Mama." Bunda Kevin yang bingung dengan ucapan sang cucu yang mengatakan bertemu dengan mama nya, padahal Asa sudah meninggal dua tahun yang lalu tepatnya setelah melahirkan Tary.
"Maksudnya apa Vin?" Bunda Kevin yang penasaran akhirnya bertanya langsung kepada Kevin.
"Bunda sebaiknya kita bicarakan di dalam." Kevin mengandeng tangan Tary untuk berjalan masuk ke dalam ruangan tamu.
Mereka sudah duduk di sofa yang berada di ruangan tamu.
"Apa kamu memiliki calon istri?"
"Apa kamu tadi memperkenalkan calon istri kami kepada Tary?"
"Tary ketemu mama di mana?" Bunda yang menodongi Kevin dengan berbagai pertanyaan tapi Kevin belum menjawab.
"Mall Oma."
"Apa Tary tahu nama mama siapa?"
"Tahu, nama sama seperti aku Tary juga Oma."
"Apa betul yang Tary katakan Vin?"
"Iya."
"Nama Tary itu banyak yang jelas itu pasti bukan Mentary Tri Putri mantan istri kamu itu." Mendengar nama Tary bunda Kevin langsung teringat oleh mantan menantu sirihnya yang pernah dia perlakuan seperti pembantu. Tetapi bunda Kevin merasa bahwa nama Tary, itu nama pasaran sehingga banyak yang bernama Tary bukan cuma Mentary Tri Putri yang merupakan mantan menantunya itu.
"Oma, kenapa bisa tahu nama lengkap mama itu?" Tary mendengar nama lengkap mama nya di sebut langsung angkat bicara.
"Apa?" Bola mata bunda Kevin melotot saat mendengar ucapan Tary yang mengatakan kenapa Oma bisa mengetahui nama lengkap mama nya.
"Tary sayang ke kamar dulu ya papa mau ngobrol dengan Oma dulu." Papa menyuruh Tary untuk pergi kekamar karena dia yakin bundanya akan marah mengetahui bahwa dia baru bertemu dengan mantan istrinya.
"Baiklah papa, aku ke kamar dulu ya nenek." Setelah berpamitan Tary berjalan pergi ke kamarnya.
"Apa kamu diam-diam menjalin hubungan kembali dengan mantan istri kamu?" Bunda Kevin berbicara sambil menatap tajam ke arah Kevin.
"Tidak, tadi kami hanya kebetulan bertemu di mall. Tadi saat aku sedang berada di mall aku mendapatkan panggil telpon dari bawahan maka nya aku angkat. Setelah selesai berbicara aku tidak menemukan Tary di situ. Aku panik tadi karena Tary menghilang maka aku mencari Ry di bagian makanan. Saat aku menemukan Tary sedang di gendong oleh seorang perempuan ternyata si perempuan tersebut mantan istri aku." Kevin menjelaskan semuanya kepada bunda.
"Maka lain kali kamu harus berhati-hati kalau bawak anak. Kenapa Tary memanggil dia dengan sebutan mama?"
...~ Bersambung ~...
__ADS_1