
"Ry gak pernah makan sepiring berdua, tapi kalo dua piring sendiri itu Ry sering."
Minggu pagi Ry membuka kedua matanya, saat kedua matanya terbuka. Hal pertama yang Ry lihat ialah wajah Kevin yang berada tepat di hadapan nya. Ry memandangi wajah Kevin yang terlihat tampan, tangan Ry bergerak ingin menyentuh wajah tampan Kevin. Tetapi Ry takut membangunkan Kevin sehingga Ry tidak jadi menyentuh wajah Kevin Ry hanya bisa memandangi wajah tampan Kevin.
"Sudah puas kamu memandangi wajah tampan aku?" Kevin membuka kedua matanya lalu Kevin menatap wajah Ry sehingga sekarang mereka saling menatap.
"Ckckckck, pede banget sih jadi cowok ngaku-ngaku tampan," kata Ry.
"Aku itu emang tampan buktinya dari kamu membuka mata sampai sekarang terus saja menatap ke arah wajah aku," kata Kevin.
"Jadi mase udah bangun dari tadi?" tanya Ry.
"Udah dari tadi aku bangun bahkan sebelum kamu bangun, apalagi tadi saat kamu mau menyentuh wajah aku yang tampan," jawab Kevin.
"Mase itu wajahnya emang tampan tapi_____," kata Ry.
"Tapi apa?" Kevin merasa senang karena Ry mengakui wajah tampan, Kevin dibuat penasaran dengan adanya kata tapi yang Ry ucapkan
"Ih jorok." Ry memperlihatkan wajah jijik kepada Kevin.
"Aku jorok kenapa?" tanya Kevin.
"Itu ada____." Ry sengaja mengantung kata-katanya.
"Ada apa? cepat katakan." Kevin makin di buat penasaran oleh Ry, dia berbicara dengan suara lantang kepada Ry.
"Iler," jawab Ry.
"Dimana ada iler?" tanya Kevin.
"Itu di dekat bawah bibir." Ry bangun dari tidur lalu dia turun dari tempat tidur.
"Kanan atau kiri?" tanya Kevin.
"Mase lihat saja sendiri." Ry sudah berdiri di samping tempat tidur.
"Mana ada iler?" Kevin mengambil ponsel yang berada di samping bantalnya lalu dia melihat wajahnya di layar ponsel tapi dia tidak melihat ada iler di dekat bibirnya.
"Hahahaha, mau aja Ry bohongi." Ry menertawakan Kevin yang mau aja dibohongi nya.
"Awas ya kamu." Kevin bangun dari tidur lalu dia di atas tempat tidur. Kevin mengambil batal lalu dia melemparkan bantal tersebut ke arah Ry.
"Week gak kenak week." Ry mengindari lemparan Kevin sehingga bantal tersebut tidak mengenaki Ry. Ry mengejek Kevin dengan mengulurkan lindahnya ke arah Kevin.
__ADS_1
"Kamu benar-benar ya." Kevin yang kesal kembali melempar bantal ke arah Ry.
"Ya bantalnya ketangkep." Ry mengangkap bantal yang Kevin lempar.
Tok.......... Tok
"Kalian sudah bangun?" Bunda berdiri di depan pintu kamar sambil mengetuk pintu kamar Kevin.
"Sudah tante." Ry melempar batal tersebut ke arah tempat tidur. Setelah itu Ry membuka pintu kamar.
"Kamu udah bangun dari tadi, kenapa gak bantu tante?" tanya bunda.
"Ry baru kok tante," jawab Ry.
"Heleh, pasti itu cuma alasan kamu. Bilang aja kamu malas bantu tante." Bunda menatap wajah Ry.
"Tidak tante, tante mau Ry bantu apa?" tanya Ry.
"Ayo sekarang kamu ikut tante!" Bunda berjalan terlebih dahulu lalu Ry mengikuti bunda.
Pagi ini Ry di sibukan di warung membantu bunda berjualan lontong sayur dan lontong pecal. Warung bunda terlihat ramai banyak orang yang mengantri untuk membeli lontong sayur dan lontong pecal . Ry membantu melayani pembeli yang mau membeli lontong sayur.
Sementara itu bunda sibuk membuat lontong pecel untuk pembeli yang sudah memesan lontong pecal.
"Dia masih saudara almarhum suami saya." Bunda berbicara tanpa menoleh ke arah ibuk tersebut.
"Saya kira istri Kevin," kata si ibuk tersebut.
"Bukan ibuk dia ini masih saudara." Bunda menegaskan kepada si ibuk tersebut bahwa Ry itu bukan istri Kevin.
"Masih saudara jauh juga, jadi Kevin bisa menikah dengan dia," kata si ibuk tersebut.
"Kevin sudah punya pacar jadi tidak mungkin menikah dengan dia." Bunda sengaja membesarkan suaranya saat mengatakan bahwa Kevin sudah punya pacar, karena bunda ingin Ry tahu bahwa Kevin sudah memiliki pacar.
"Buk Ira, walaupun Kevin sudah punya pacar tapi kalau Kevin berjodoh dengan dia. Bagaimana?" tanya si ibuk tersebut.
"Kenapa Ibuk yakin anak saya Kevin berjodoh dengan dia?" tanya bunda.
"Cinta itu bisa hadir karena sering bersama makanya kalau dia dan Kevin tinggal satu atap maka lebih besar kemungkinan akan tumbuh benih-benih cinta di antara mereka.
Menjelang siang harinya jualan bunda sudah habis.
"Kamu bawa semuanya ke dapur lalu kamu cuci semua peralatan yang kotor."Bunda menyuruh Ry untuk membawa semua peralatan makan yang kotor. Bunda mengambil toples yang berbentuk kaleng, bunda membawa toples tersebut karena berisi uang dagangan bunda.
__ADS_1
" Baiklah bunda." Ry menyusun piring tersebut lalu Ry berjalan membawa piring tersebut ke dapur.
"Sini aku bantu." Kevin yang berpapasan dengan Ry di ruangan keluarga lalu mengambil piring tersebut dari tangan Ry.
"Nah gitu dong Mase." Ry membalikkan badan berjalan ke arah warung.
Setelah selesai mencuci semua peralatan yang kotor. Ry berjalan ke arah teras rumah, saat Ry sudah berada di teras rumah. Ry melihat Kevin yang sedang mencuci motor patrolinya. Sedangkan motor yang satu lagi terparkir di samping motor patroli.
"Motor yang satu lagi gak di cuci?" tanya Ry.
"Di cuci makanya kamu bantuin cuci motornya, sini cepatan." Kevin menyuruh Ry untuk membantu mencuci motor yang satu lagi.
"Wani piro?" tanya Kevin.
"Entar aku ajak jalan-jalan keliling kota P, bagaimana kamu mau?" tanya Kevin.
"Mau." Ry berjalan mendekat ke arah motor yang satu lagi.
"Tuh sabunnya, cuci motornya." Kevin menujukan sabun yang berada di dalam ember di samping dia.
"Iya Ry lihat kok." Ry ember tersebut lalu Ry mengambil sponsl untuk mencuci motor tersebut. Ry mencuci motor tersebut mengunakan spon.
"Kamu sana ambil selang air." Kevin menyuruh Ry mengambil selang yang berada di kran.
"Iya." Ry memasukkan spon tersebut kedalam ember lalu dia berjalan ke arah selang yang berada di kran. Ry mengambil selang air tersebut lalu dia hendak memberikan selang itu kepada Kevin.
"Mana airnya?"Kevin mengambil selang dari tangan Ry.
" Tunggu kran belum Ry putar." Ry berjalan kembali ke arah kran tersebut lalu Ry memutar kran tersebut.
"Apa kran udah kamu putar?" tanya Kevin.
"Udah Mase kenapa?" tanya Ry.
"Nih lihat air kok gak keluar?" Kevin menujukan selang tersebut kepada Ry tetapi selang tersebut tidak mengeluarkan air.
"Mungkin air di tangkinya habis," jawab Ry.
"Sebelum aku nyuci motor tadi aku udah udah nyisi tangki air sampai penuh," kata Kevin.
"Terus kenapa air kok tidak mengalir?" tanya Ry
...~ Bersambung ~...
__ADS_1