
"Kalau salah arah, gak papa, nanti kita cari arah yang benar sama-sama."
"Cepat kamu ganti pakai baju ini." Kevin menyuruh Ry untuk menganti kemeja yang Ry pakai dengan kemeja Kevin pilihkan.
"Iya." Dengan terpaksa Ry membalikkan badan lalu dia masuk ke ruangan ganti, Ry membuka kemeja yang berada di badannya. Setelah dia melepas kemeja tersebut, dia memakai kemeja yang di pilihkan oleh Kevin.
Ry menoleh ke arah cermin yang berada di ruang ganti tersebut. Ry tampak seperti orang-orang sawah saat memakai kemeja yang di pilihkan oleh Kevin.
"Kamu cepat keluar, aku mau lihat kamu memakai baju pilihan aku." Kevin menyuruh Ry untuk segera keluar, dia tidak sabar melihat Ry memakai baju pilihan nya.
"Nih lihat sendiri."Akhirnya Ry berjalan keluar dari ruangan ganti sambil memakai baju yang di pilihkan oleh Kevin.
" Hahahhaha, kamu mirip orang-orang sawah." Kevin tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Ry seperti orang-orangan sawah.
"Ketawa aja terus mumpung tertawa belum di larang." Ry melihat Kevin dengan tatapan yang kesal lalu dia segera masuk ke dalam ruangan ganti tersebut. Ry segera membuka pakaian yang berada di badannya.
Kevin yang menyadari tatapan kesal dari Ry lalu dia berhenti tertawa. Kevin segera berlari ke arah tempat baju kemeja tersebut, sesampainya di sana Kevib mengambil baju kemeja yang ukuran nya sesuai untuk Ry.
"Nih coba kamu pakai." Kevin yang berada di depan pintu ruangan ganti yang tertutup oleh kain gorden. Kevin memasukkan tangannya yang memegang baju kemeja tersebut ke dalam ruang ganti.
"Ah malas." Ry melihat tangan Kevin yang memegang kemeja sudah berada di dalam ruangan ganti, tetapi Ry tidak ingin mengambil baju tersebut dari tangan Kevin.
"Kali ini pilih aku gak salah, makanya kamu cobaanin aja dulu." Kevin berusaha menyakinkan Ry untuk mau memakai baju kemeja pilihnya yang ini.
"Iya ini Ry cobain, tapi kalau ini gak pas juga maka baju pilhan Ry yang akan Ry beli," kata Ry.
"Kalau baju pilih aku kali ini gak cocok juga maka kamu boleh beli baju yang kesempitan tadi," kata Kevin.
"Semoga aja baju pilih mase ini gak pas." Ry mengambil banyak tersebut dari tangan Kevin setelah itu Ry memakai baju yang Kevin pilih.
"Pasti pas baju pilih aku yang kali ini." Kevin percaya diri bahwa baju yang kali ini dia pilih buat Ry akan pas di badan Ry. Kevin berdiri menjauh dari pintu ruangan ganti tersebut.
"Pilih mase yang ini baru pas di badan Ry." Ry berjalan keluar dari pintu ruangan ganti.
"Nah kan cantik." Kevin melihat Ry yang sudah berdiri di depan pintu ruangan ganti.
"Makasih pujian mase, Ry itu tahu kalau Ry itu emang cantik dari lahir." Ry yang mendengar pujian Kevin lalu dia tersenyum ke arah Kevin.
"Ckckckck, siapa yang muji kamu?" Kevin keningnya berkerut mendengarkan ucapan Ry.
"Lah itu tadi mase bilang nah kan cantik," jawab Ry.
__ADS_1
"Iya aku bilang kayak gitu tapi bukan untuk kamu,"kata Kevin.
"Lah kalau bukan buat Ry mase bilang cantik itu buat siapa?" Ry celingak celinguk melihat ke kanan ke kiri untuk mengetahui pujian yang Kevin berikan itu untuk siapa.
"Itu." Kevin menujukan jarinya ke arah Ry.
"Berarti pujian itu buat Ry." Ry melihat Kevin menujukan jarinya ke araharahnya.
"Bukan." Kevin mengelengkan kepalanya.
"Terus buat siapa dong?" tanya Ry.
"Baju yang kamu pakai," jawab Kevin.
"Heleh masak bajunya yang cantik, mana ada begitu pasti yang makai baju ini yang nampak cantik." Ry berbicara dengan penuh percaya diri kepada Kevin.
Kevin dan Ry turun mengunakan eskalator untuk sampai di lantai dasar.Kevin dan Ry sudah tiba di lantai dasar lalu Kevin berjalan terlebih dahulu sedangkan Ry berjalan di belakang Ry. Saat Kevin berjalan tiba-tiba ponsel Kevin yang berada di saku celananya bergetar.
Kevin berhenti berjalan lalu dia mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Kevin melihat ada chat dari seorang di ponsel tersebut lalu dia segera membaca chat tersebut. Kevin membalas chat tersebut.
"Mase kok berhenti jalannya?" Ry yang sudah berdiri di samping Kevin.
"Bisa, kenapa emang mase?" tanya Ry.
"Kalau begitu kamu pulang sendirian aja," jawab Kevin.
"Lah kenapa mase gak pulang bareng ama Ry?" tanya Ry.
"Aku ada janji ama teman, makanya kamu pulang sendirian aja," jawab Kevin.
"Baiklah kalau gitu Ry pulang sendiri." Ry menangguk kepala bahwa dia setuju untuk pulang sendiri kerumah Kevin.
"Nih buat kamu." Kevin mengambil selembar kertas berwarna biru dari saku baju lalu Kevin memberikan yang tersebut kepada Ry.
"Untuk apa?" Ry melihat di tangan Kevin ada selembar uang kertas berwarna biru.
"Ambil ini buat ongkos kamu pulang ke rumah aku." Kevin meletakkan uang tersebut di tangan Ry setelah itu Kevin berjalan pergi meninggalkan Ry.
Sore Harinya..........
Jojo yang mendengar suara motor lalu Jojo segera berjalan keluar dari rumah. Jojo yang sudah berada di teras rumah melihat Kevin yang sedang memikirkan motornya di halaman rumah.
__ADS_1
"Mas." Jojo segera menghampiri Kevin yang baru turun dari motornya.
"Assalamu'alaikum adek." Kevin berjalan mendekati Jojo.
"Waalaikumsalam mas." Jojo sudah berdiri di hadapan Kevin, lalu Jojo menyalim punggung tangan Kevin.
"Bunda mana adek?" tanya Kevin.
"Didalam rumah," jawab Jojo.
"Kalau begitu mas mau ke rumah dulu." Kevin berjalan meninggalkan Jojo.
"Mas tunggu," kata Jojo.
"Ada apa adek?" Kevin berhenti melangkah lalu dia membalikkan badan menoleh ke arah Kevin.
"Itu mas." Jojo terlihat bingung mau berbicara kepada Kevin.
"Itu apa adek?" Bicara yang jelas biar mas gak bingung." Kevin melihat wajah Jojo yang terlihat khawatir.
"Apa tadi mas mengantarkan mbak Ry pergi?" tanya Jojo.
"Iya," jawab Kevin.
"Tadi mbak Ry mas antar kemana?" tanya Jojo.
"Ke Ramayana, sebenarnya ada apa adek?" Kevin yang penasaran akhirnya bertanya kepada Jojo.
"Terus, kenapa mas pulang sendiri lalu mbak Ry dimana?" tanya Jojo.
Kevin yang mendengar pertanyaan Jojo mengenai keberadaan Ry merasa terkejut.
"Memangnya Tary belum pulang ke rumah?" tanya Kevin.
"Belum mas, makanya itu tadi aku tanya mas ngantar Mbak Ry ke Ramayana terus kenapa mas kok pulang sendirian. Mbak Ry kemana?" tanya Jojo.
"Tadi pas di Ramayana mas ada janji ama teman, makanya mas suruh Tary pulang sendirian," kata Kevin.
"Heleh mas itu bukan janji ama teman melainkan janji ama kakak Asa kan?" Jojo yang tidak percaya dengan ucapan Kevin, Jono merasa yakin bahwa Kevin itu janjian ama Asa.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1