Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Siapa Takut


__ADS_3

"Aku memang sering bercanda tapi tentang mencintaimu, aku tidak pernah bercanda."


"Bukan urusan mu." Ry melengos pergi tanpa memperdulikan si pria tersebut.


"Hei, tunggu dulu aku mau bicara." Si pria tersebut segera berjalan menghampiri Ry, si pria tersebut merupakan Kevin, dia yang sudah berada di belakang Ry segera memegang tangan Ry.


"Lepaskan tidak ada yang ingan aku bicarakan." Ry berhenti berjalan, Ry mencoba menepis tangan Kevin yang berada di tangnya.


"Kamu kenapa? kamu habis nangis." Kevin makin memegang tangan Ry dengan erat sekarang dia berpindah posisi di berdiri di hadapan Ry sambil memandangi wajah Ry


"Bukan urusan kamu, mendingan kamu urusan aja istri kamu." Ry mencoba melepaskan tangannya yang di pengan dengan erat oleh Kevin.


"Aku tahu kamu pasti habis nangis. Maafin aku yang udah buat kamu nangis." Kevin melihat mata Ry yang terlihat memerah, sehingga dia tahu bahwa Ry baru menangis. Kevin menatap wajah Ry dengan perasaan sendu.


"Jangan sok tahu jadi orang, ckckckck siapa juga yang nangis karena kamu. Jadi orang jangan pede."


"Ternyata benar kamu itu nangis gara-gara aku."Kevin yang mendengar ucapan Ry bertambah yakin bahwa Ry menagis gara-gara Kevin.


"Bukan." Ry membentak Kevin.


"Barusan kamu ngomong seakan-akan aku yang buat kamu nangis."


"Kamu salah dengar, makanya kalau punya telinga jangan di cantelin (gantung) di wajan.'" Ry mencoba membuat Kevin lengah setelah Kevin lengah maka Ry melepaskan tangannya yang di pegang Kevin. Ry segera berjalan pergi meninggalkan Kevin.


Bie dan Ry sedang berada di dalam mobil, Bie mengendarai mobil menuju ke suatu tempat.Sepanjang perjalanan Bie dan Ry nampak diam mereka sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Bie yang melirik ke arah Ry yang sedang duduk di bangku yang berada di sampingnya. Ry memandang jalan raya dari kaca jendela mobil yang berada di depannya.



"Hm." Bie yang bingung untuk menghilangkan kesunyian saat berada di dalam mobil akhirnya berdehem.


"Ry kenapa kok dari tadi diam aja?" tanya Bie.


"Gak kenapa-kenapa."


"Ry apa aku boleh tanya sesuatu tapi kamu jawab dengan jujur?" Bie melirik sekilas ke arah Ry.


"Abang mau tanya apa?" Ry menoleh ke arah Kevin yang sedang mengendarai mobil.


"Apa abang Kevin itu mantan pacar kamu?" Bie yang dari tadi penasaran saat berkenalan dengan Kevin, Bie merasa tidak asing dengan wajah Kevin sehingga dia mencoba mengingat wajah Kevin. Akhirnya Bie ingat bahwa Kevin pernah mengatar Ry kekampus sehingga membuat mahasiswi di kampus heboh karena Kevin memakai seragam polisi. Selain itu teman-teman sekelas Ry mengatakan bahwa Kevin itu pacar Ry.


"Iya."

__ADS_1


"Apa? jadi benaran dia mantan kamu." Bie yang terkejut mendengar ucapan Ry.


"Iya." Dengan malas Ry menjawab ucapan Bie.


"Terus kenapa kalian putus?" Bie penasaran ingin mengetahui penyebab putus hubungan Kevin dan Ry.


"Dia ninggalin Ry nikah dengan kak Asa." Mata Ry berkaca-kaca saat mengatakan itu. Ry sudah tidak dapat lagi membendung tangisan nya hingga tangisnya pun tumpah.


Hiks hiks hiks


"Menangis lah." Bie menyuruh Ry menangis, walaupun sebenarnya hati ikut sakit melihat perempuan yang di cintai sedih. Hal itu Bie lakukan agar setelah Ry merasa puas menangis maka perasaan Ry menjadi tenang.


Setelah menempuh perjalanan 30 menit Bie memberhentikan mobilnya.


"Cup cup sudah jangan nangis lagi." Bie membuka safety belt. Bie memutar badan sehingga sudah menghadap ke arah Ry. Bie menghapus air mata yang membasahi pipi Ry mengunakan tangannya.


"Mulai sekarang dan selamanya kamu gak boleh nangis lagi, karena aku akan selalu ada buat kamu. Aku juga tidak akan membiarkan kamu menangis lagi." Setelah Bie menghapus air mata Ry, Bie memegang tangan Ry sambil mengelus punggung tangan Ry dengan telapak tangannya.


"Kita kenapa berhenti di sini?" Ry sudah merasa lebih tenang setelah puas menangis, selain itu Ry merasa nyaman saat Bie memperlakukan dia begitu lembut. Beberapa menit kemudian Ry tersadar mobil yang di kendarai oleh Bie berhenti.


"Kita sudah sampai." Bie mengatakan sambil tersenyum kepada Ry.


"Lah, kita udah nyampai. Dari kapan?"Ry melihat sekeliling tempat tempat tersebut.


"Kok Bie diam aja. Ayo kita turun!" Ry membuka safety belt nya lalu Ry hendak membuka pintu mobil.


"Tunggu dulu Ry." Kevin menahan Ry untuk membuka pintu mobil.


"Kenapa emangnya abang?" Ry tidak jadi membuka pintu mobilnya.


"Sebaiknya Ry ngaca dulu." Bie menyuruh Ry untuk mengaca terlebih dahulu, Bie gak mungkin membiarkan Ry keluar dengan keadaan seperti itu bisa-bisa orang lain akan berpikir Bie yang membuat Ry menangis.


Sore harinya mereka sedang di halaman panti asuhan. Bie sedang bermain sepak bola dengan anak laki-laki, sedangkan Ry sedang duduk di bawah pohon sambil melihat anak-anak perempuan yang sedang bermain dengan boneka berbie yang di belikan oleh Bie.


Tiba-tiba saja bola yang Bie tendang melambung jauh kebelakang tempat duduk kamu.


"Woi, anak perempuan ambil bolanya." Teriak seorang anak laki-laki kepada anak perempuan yang berada di bawah pohon.


"Ambil saja sendiri."


"Lagian kami punya kaki dan tangan."

__ADS_1


Ry yang mendengar perdebatan antara anak laki-laki dan perempuan akhirnya berdiri dari bangku tersebut.


"Kak Ry mau ngapain?" tanya seorang anak perempuan.


"Ngambil bola."


"Kak Ry gak usah ngambil bolanya natik kalau kak Ry sekali ngambil pasti mereka keterusan minta kak Ry ngambil bolanya.


"Masak sih." Ry tidak percaya dia mengambil bola tersebut lalu dia melemparkan bola ke arah anak laki-laki tersebut.


Tak selang beberapa menit kemudian bola tersebut tertendang ke arah depan bangku Ry.


"Kak Ry ambil bolanya." Seorang anak laki-laki menyuruh Ry mengambil bolanya.


"Kalau mau ambil sendiri." Ry berbicara dengan ketus.


"Ckckckck dasar perempuan." Si anak tersebut berbicara sambil mengerutu.


"Memang kenapa dengan perempuan?"tanya Ry.


"Cuma bisanya main boneka berbie."Si Anak laki-laki sudah berada di depan Ry, dia mengambil bola tersebut.


"Kata siapa?"tanya Ry.


"Aku,kan aku yang barusan ngomong kak Ry," jawab si anak laki-laki tersebut.


"Yang kamu katakan itu salah," kata Ry.


"Lah, kenapa salah? emang benar perempuan cuma bisa main boneka berbie kalau udah besar malah mau seperti berbie."


"Tidak, itu tidak benar." Ry berserta anak perempuan tersebut serentak mengatakan tidak.


Mereka semua sudah berada di halaman rumah mereka sudah di bagi menjadi dua tim anak laki-laki dan tim anak perempuan untuk melakukan pertandingan sepakbola bagi tim yang kalah akan melakukan keinginan tim ya g menang. Hal itu membuat kedua tim saling ingin menang, tim laki-laki di ketuai oleh Bie dan tim perempuan di ketuai Ry.


"Ingat ya kalau kalah jangan nangis." Seorang anak laki-laki mengejek tim perempuan sambil ekspresi wajahnya di buat menangis.


"Kita gak akan nangis, ya ada kalian akan nangis. Uwek." Seorang anak perempuan tidak terima di ejek anak laki-laki tersebut dia membalas ejekan si anak laki-laki tersebut sambil mengulurkan lindanya.


"Sudah sudah, lebih baik kita mulai pertandingannya." Bie melerai asik saling mengejek tersebut, dia mengajak mereka untuk memulai pertandingan tersebut.


"Siapa takut," kata Ry.

__ADS_1


...~Bersambung ~...


__ADS_2