
"Mari saling memaafkan, karena kalau saling memiliki, aku yakin kamu tidak mau 🙏."
"Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam, tunggu sebentar." Jojo segera berdiri dari tempat duduk. Jojo berjalan ke arah pintu rumah, saat Jojo sudah berada di depan pintu maka dia membuka pintu rumah.
Jojo memandangi kedua orang tersebut secara bergantian, Jojo paling terkejut melihat si perempuan yang berdiri di samping si laki-laki tersebut.
"Apa kak boleh masuk? mau lihat bunda."Si perempuan melihat ke arah Jojo yang hanya diam tidak mempersilahkan dia masuk ke dalam rumah.
"Boleh boleh, silahkan kak Asa." Jojo mempersilahkan Asa untuk masuk ke dalam rumah, dia menggeser tubuh dari depan pintu.
"Kak masuk dulu ya." Setelah mengatakan itu Asa berjalan masuk melewati Jojo.
"Mas juga mau masuk." Kevin berjalan melewati Jojo.
"Tunggu." Jojo segera memegang pergelangan tangan Kevin.
"Ada apa Jojo?" Kevin menghentikan langkah kakinya saat Jojo memegang pergelangan tangan Kevin.
"Ada yang ingin aku bicara dengan mas," jawab Jojo.
"Kamu mau bicara apa?" tanya Kevin.
"Ayo ikut aku mas!" Jojo menarik tangan Kevin, dia membawa Kevin berjalan keluar rumah.
"Katakan apa yang ingin kamu bicara?" Kevin dan Jojo sudah berada di teras rumah, mereka berdiri sambil berhadapan.
"Apa mas yang bawak kak Asa kesini?" Jojo menatap mata Kevin.
"Tidak, kami hanya kebetulan bertemu di halaman rumah," jawab Kevin.
"Syukur lah, aku hanya gak mau kedatangan kak Asa kesini menyebabkan mas dan mbak jadi berantem," kata Jojo.
"Lah, kenapa kami jadi berantem?" tanya Kevin.
"Ah, dasar si mas gak peka. Kalau mbak Ry tahu kak Asa itu mantan mas pasti dia cemburu, terus kalian pasti berantem," jawab Jojo.
__ADS_1
"Jangan sampai Tary tahulah kalau Asa itu mantan aku," kata Kevin.
"Terus kalau mbak Ry tanya kak Asa itu siapa aku jawab apa?" tanya Jojo.
"Bilang saja dokter bunda," jawab Kevin.
"Kalau mbak Ry gak percaya gimana?" Jojo terlihat ragu bahwa Ry akan mempercayai Asa cuma sekedar dokter bunda.
"Ya sudah itu biar jadi urusan mas, dia ada dimana?" tanya Kevin.
"Paling di kamar mas," jawab Jojo.
Mereka sudah berada di dalam kamar bunda, Kevin dan Jojo melihat ke arah Asa yang duduk di pinggir tempat tidur.
"Kenapa impus di lepas?" Kevin melihat Asa melepaskan impus dari tangan bunda.
"Kondisi bunda sudah membaik jadi tidak membutuhkan impus lagi." Asa mengulung selang infus tersebut.
"Alhamdulillah kalau begitu gitu kak Asa." Jojo merasa bersyukur karena bunda sudah sembuh.
"Semua ini berkat putri bunda." Bunda sengaja berbicara seperti itu, bunda bermaksud Menyindir Ry yang merupakan istri Kevin yang tidak merawat dan menjaga dia saat sakit. Malah yang merawat dia itu Asa yang merupakan mantan pacar dari Kevin.
"Walaupun putri bunda sudah tidak hubungan apa-apa dengan Kevin, bunda akan tetap menanggaap putri bunda seperti menantu bunda," kata bunda.
"Jangan seperti bunda." Kevin menegur bunda nya dia takut kalau sampai Ry mendengar ucapan bunda.
"Kenapa kamu gak suka?" Bunda berbicara dengan nada suara yang tinggi.
"Mas sudah lah bunda baru sembuh jangan di ajak ribut lagi." Jojo menyenggol lengan Kevin lalu Jojo berbicara dengan suara yang kecil hanya terdengar Kevin.
"Bunda jangan lupa makan terus obatnya dan vitamin di minum." Ase memberikan tiga bungkus berisi obat dan sebungkus berisi vitamin.
"Iya, terimakasih putri bunda." Bunda mengambil obat dan vitamin yang dibungkus dari tangan Asa.
"Kembali kasih, bunda juga jangan kecapean dan banyak pikiran." Asa menatap wajah bunda yang terlihat begitu pucat.
"Iya buk dokter." Bunda berbicara sambil tersenyum.
__ADS_1
"Pokoknya bunda harus melakukan yang aku katakan, kalian berdua juga harus memperhatikan bunda. Kalau bunda gak melakukan yang aku katakan maka kalian harus memberitahukan aku." Asa menoleh ke arah Jojo dan Kevin secara bergantian, tetapi Asa lama menoleh ke arah Kevin.
"Siap laksanakan buk dokter." Kevin dan Jojo berbicara serentak.
Asa yang mendengar Kevin menyebut dirinya dengan sebutan buk dokter tersenyum. Asa menjadi teringat kembali dengan panggil tersebut. Asa begitu merindukan panggil tersebut ,selain itu Asa juga berharap hubungan dengan Kevin bisa seperti dulu lagi.
Setelah berpamitan kepada bunda Asa berjalan keluar dari kamar. Kevin melihat Asa berjalan keluar kamar maka dia pun segera menyusul Asa.
Asa sudah sudah berada di ruangan tamu.
"Sa tunggu dulu." Kevin juga sudah berada di ruangan tamu.
"Ada apa Vin?" Asa yang mendengar Kevin menyuruh dia menunggu, Asa berhenti melangkah kakinya lalu dia berbarik melihat Kevin.
"Berapa semuanya? " Kevin sudah berdiri di hadapan Asa.
"Ah, maksud kamu apa?" Asa membuka mulutnya sehingga mengangap.
"Berapa biaya pengobatan bunda?" tanya Kevin.
"Sudah kamu tidak perlu bayar, aku sudah menanggap bunda itu seperti mama aku jadi kamu tidak perlu bayar." Asa tidak suka dengan ucapan Kevin mengenai biaya pengobatan bunda.
"Sa katakan berapa biaya pengobatan bunda? aku tidak ingin berhutang budi dengan kamu." Kevin yang tidak ingin berhutang budi dengan Asa terus menanyai biaya pengobatan bunda.
"Kamu tidak perlu merasa berhutang budi dengan aku karena yang aku lakukan ini ikhlas tidak ada hubungannya sama sekali dengan kamu." Asa berbicara dengan suara lantang dan nada yang tegas kepada Kevin. Setelah Asa mengucapkan hal tersebut. Asa membalikkan badan lalu dia berjalan ke arah pintu rumah.
"Baiklah kalau begitu, aku tidak ingin di kemudian hari kamu mengukit-ungkit bahwa kamu sudah mengobati bunda tanpa di bayar dengan aku," kata Kevin.
"Kamu tidak perlu khawatir aku bukanlah orang yang akan mengukit-ungkit kebaikan yang telah aku lakukan." Asa membuka pintu rumah sambil berbicara kepada Kevin tanpa menoleh sedikit pun.
"Syukur kalau begitu." Kevin merasa legah mendengarkan ucapan Asa, karena Kevin tidak ingin balikan lagi sama Asa dengan alasan hutang budi.
"Ckckck, padahal kita sudah lama bersama tetapi sepertinya kamu baru mengenal sikap aku seperti apa." Asa terus berjalan ke halaman rumah Kevin.
Asa sudah berdiri di samping pintu mobilnya lalu dia memencet tombol kunci mobilnya. Asa membuka pintu mobilnya lalu dia masuk ke dalam mobilnya. Asa duduk di bangku pengemudi mobil lalu dia menutup pintu mobilnya.
Setelah itu Asa melajukan mobilnya meninggal rumah Kevin. Asa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi saat melihat di jalan. Asa yang sedang tidak fokus mengendari mobilnya.
__ADS_1
Braaakk....... Braaakk
...~ Bersambung ~...