Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Kesempatan Dalam Kesempitan


__ADS_3

"Berbukalah dengan Ry, karena selain manis, Ry juga single."


Ry menoleh ke arah samping ternyata si pria yang duduk di sampingnya itu ialah Abie. Ry menatap Abie dengan tatapan kesal giliran di cari tadi gak ketemu, nah giliran gak di cari malah nongol sendiri orangnya.


"Mentary kok ngelihat kok ngelihatin aku kayak gitu?" Abie melihat wajah Ry yang terlihat kesal menatap ke arahnya.


"Abang Abie dari mana aja?" Ry teringat dengan tugasnya harus mendapatkan tanda tangan seluruh anggota Bem, sedangkan Ry sama sekali belum mendapatkan satu tanda tangan anggota Bem. Tadi saat Ry meminta tanda tangan anggota Bem, mereka menyuruh Ry meminta tanda tangan Abie dulu. Sehingga Ry mencari keberadaan Abi dengan berkeliling kampus tetapi Ry tidak melihat batang hidung Abie, nah di saat Ry tidak mencari keberadaan Abie malah batang hidung Abie nampak sendiri.


"Tumben Mentary nanya kayak gitu, ada apa?" tanya Abie.


"Ry dari tadi cariin abang sampai keliling kampus," jawab Ry.


"Ada gerangan apa nih Mentary cari aku?" tanya Abie.


"Ini Ry mau minta tanda tangan abang." Ry memberikan buku tulis dan pena kepada Abie.


"Buat apa Mentary? abang kan bukan aktor," tanya Abie.


"Heleh, udah deh gak usah pura-pura gitu.Abang juga pasti tahu ini semua tugas dari ketua Bem menyuruh semua calon mahasiswa baru meminta tanda tangan semua anggota Bem." Dengan malas Ry menjelaskan kepada Abie.


"Mentary udah dapat tanda tangan siapa aja?" Abie yang sengaja berbasa basi kepada Ry, padahal dia tahu betul bahwa Ry sama sekali mendapatkan tanda tangan dari seorang anggota Bem. Itu semua karena ulah Abie yang melarang semua anggota Bem memberikan tanda tangan kepada Ry. Abie memiliki tujuan tersendiri kepada Ry sehingga di melarang semua anggota Bem memberikan tanda tangan kepada Ry.


"Lihat aja sendiri." Ry berbicara dengan Abie dengan wajah yang cemberut.


"Lah, kok masih kosong. Memang Mentary belum minta tanda tangan ke anggota Bem yang lainnya?" Abi mengambil buku tulis dari tanya Ry, lalu dia membuka buku tulis tersebut ternyata masih kosong, Abie merasa senang dalam hatinya karena rencana telah berhasil.


"Udah tapi gak di kasih ama mereka," jawab Ry.


"Kenapa begitu?" Abie menutup buku tulis tersebut.


"Mereka bilang Ry harus minta tanda tangan abang dulu," jawab Ry.


"Ooo..... begitu," kata Abie.

__ADS_1


"Abang Abie bagi tanda tangan dong." Ry meminta tanda tangan Abie.


"Yakin mau tanda tangan abang?" tanya Abie.


"Iya abang Abie." Ry mengangguk kepalanya.


"Tapi gak gratis," kata Abie.


"Ry harus bayar berapa buat tanda tangan abang Abie?" tanya Ry.


"Aku gak mau di bayar pakai uang, lagian uang aku udah banyak sampai 7 keturunan juga tidak akan habis." Abie berbicara dengan sombongnya.


"Lah, terus Ry harus bayar pakai apa?" Kening Ry berkerut memikirkan bayaran yang Abie inginkan.


"Aku cuma ingin kamu menuruti 3 permintaan aku, bagaimana?" tanya Abie.


"Memangnya abang Abie pikir Ry ini jin ipirit. Yang bisa mengambulkan tiga permintaan abang Abie." Ry bener-benar gak habis pikir dengan pemikiran Abie yang bisa-bisanya mengambil kesempatan dalam kesempitan.


"Ya sudah kalau kamu gak mau. Paling- paling kamu mendapat hukuman, selain itu kamu gak bakal di terima menjadi mahasiswa kampus ini. " Abie berdiri dari bangku tersebut lalu Abie meletakkan buku tulis tersebut di atas bangku. Abie yang hendak melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Apa?" Abie yang tidak jadi melangkah pergi.


"Baiklah Ry mau menuruti 3 permintaan abang Abie. Tapi abang Abie tanda tangan dulu nih buku." Ry berjalan menghampiri Abie, sehingga Ry sudah berdiri di hadapan Abie. Ry memberikan buku tulis dan pena kepada Abie.


"Baiklah." Abie mengambil buku tulis dan pena yang berada di tangan Ry, setelah itu Abie membuka buku tulis lalu dia membubuhkan tanda tangan di buku tulis tersebut dengan menggunakan pena.


"Katakan apa 3 permintaan abang Abie?" Ry melihat Abie sudah membubuhkan tanda tangan di buku tulis tersebut.


"Mana ponsel kamu?" Abie meminta ponsel Ry.


"Apa ini permintaan pertama abang Abie?" tanya Ry.


"Iya, maka nya siniin ponsel kamu," jawab Abie.

__ADS_1


"Ini ponsel Ry. " Ry memberikan ponsel kepada Abie.


Abie dan Ry bertukar benda yang berada di tangan mereka. Abie sudah memegang ponsel Ry lalu dia memasukkan nomor ponsel ke dalam ponsel Ry setelah itu Abie mengirim chat ke nomor ponselnya. Abi mengembalikan ponsel Ry kepada Ry, lalu Abie berjalan meninggalkan Ry yang masih berada di tempat tersebut.


Sore harinya Ry sudah sampai halaman rumah Kevin dengan mengendarai motor.Ry nampak bahagia karena motor patroli Kevin sudah terpakir di halaman rumah. Ry memarkirkan motor yang dia kendarai di samping motor patroli.


Tok........ Tok


"Assalamu'alaikum." Ry sudah berdiri di depan pintu sambil mengetuk pintu rumah.


Tok....... Tok


"Assalamu'alaikum." Ry yang tidak mendapatkan jawaban dari dalam rumah, Ry kembali mengetuk pintu sambil mengucapkan salam tapi tidak mendapatkan jawaban dari dalam rumah.


Ceklek...... Ceklek


Akhirnya Ry membuka pintu rumah tersebut, Ry berjalan masuk ke dalam rumah. Saat Ry sudah berada di dalam tersebut dia kembali menutup pintu rumah tersebut. Ry kembali berjalan ke arah kamar, saat Ry sudah berdiri di depan pintu kamar. Ry mencium aroma wangi masakan yang membuat perut menjadi lapar.


"Ehem, wanginya." Ry yang sudah berada di dapur melihat ke arah Kevin yang sedang berdiri di depan kompor.


"Eh, kamu kapan pulang?" Kevin yang terkejut mendengar suara yang familiar di telinga lalu dia membalikkan badan.


"Barusan. Mase masak apa?" Ry yang berjalan mendekati Kevin.


"Balado telur." Kevin kembali membalikkan badannya ke arah kompor.


"Kayaknya enak."Ry sudah berada di samping Kevin melihat ke arah wajan yang berada di atas kompor. Ry melihat balado telur yang di masak oleh Kevin mengunggah selera Ry sehingga Ry mencoba menahan air liurnya yang mau keluar.


" Enak lah, tuh sampai air liur kamu keluar." Kevin menoleh ke arah Ry yang berada di samping. Kevin melihat Ry yang sedang menahan air liurnya karena melihat masakan yang mengunggah selera.


"Mana ada air liur Ry keluar." Ry memegang sudut bibirnya untuk memeriksa ada air liur yang keluar.


"Udah sana kamu mandi dulu bauk keringat." Kevin terkekeh-kekeh melihat Ry yang percaya dengan ucapannya. Kevin menyuruh Ry untuk mandi.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2