
"Aku tidak pernah menyesal di pertemukan dengan siapapun, karena baik buruknya seseorang kepadaku mereka tetap membawa pelajaran hidup bagiku."
"Iya ini aku,wah aku gak nyaka ternyata kamu Ry. Btw kamu jago juga ngebut bawa motor sport." Bibir si laki-laki tersebut melengkung sehingga membentuk sebuah senyuman.
"Bukan jago, tapi Ry bisa ngebut bawak motor sportnya abang Bie."
"Itu bukan bisa Ry melainkan kamu itu emang sudah punya skill saat ngebut mengendarai motor sport. Apa jangan-jangan kamu suka ikut balapan liar?"
"Ry gak pernah ikut balapan liar cuma pernah noton balapan liar waktu teman satu geng Ry ikut balapan liar."
"Ah, kamu suka nonton balapan liar juga?"
"Gak suka cuma pernah."
"Apa kamu gak takut noton balapan liar?"
"Gak, abang Bie tadi itu Ry gak sengaja nabrak motor abang soalnya motor abang berhenti mendadak."
"Apa ada orang nabrak motor orang lain itu dengan sengaja?"
"Gak ada sih."
"Yang jelas kamu itu udah nabrak motor aku maka kamu harus bertanggung jawab." Sebenarnya Bie tidak tega meminta Ry untuk bertanggung jawab terhadap motornya yang di tabrak oleh Ry.
"Abang Bie tenang aja Ry bakal tanggung jawab. Ayo sekarang kita bawa motor abang ke bengkel!" Ry mengajak Bie untuk membawa motornya ke bengkel.
"Aku maunya motor aku di perbaiki di bengkel langganan aku."
"Ya udah kita ke bengkel langganan abang Bie aja."
Mereka sudah berada di bengkel langganan Bie. Bie memakirkan motor di teras bengkel tersebut.
"Bro kenapa motornya?" Si montir yang melihat motor Bie terpakir di teras bengkel segera berjalan menghampiri motor Bie. Si montir yang sudah berdiri di depan motor Bie.
"Motor aku tadi di tabrak dari belakang, jadi kamu periksa dulu ya apa yang rusak?" Bie menyuruh si montir untuk memeriksa kerusakan pada motornya.
"Okey bro aku periksa dulu." Si motir tersebut berjalan ke bagian samping motor untuk melihat kondisi body motor Bie.
"Okey, kalau udah selesai panggil aja. Aku mau kesana dulu." Setelah mengatakan itu Bie berjalan ke arah Ry yang berada di depan bengkel tersebut.
"Gimana parah rusak motor abang?" Ry menoleh ke arah Bie yang sudah berdiri di depan motor Ry.
"Belum tahu." Bie menangkat bahunya.
"Ya semoga aja gak parah rusak nya." Ry berbicara sambil berdoa di dalam hatinya dalam hatinya.
"Ya semoga saja begitu," kata Bie.
__ADS_1
"Bro sini dulu." Si montir tersebut memanggil Bie.
"Abang Bie itu di panggil sama montir nya."
"Kamu mau di sini saja atau ikut ke sana sama aku?"
"Ry di sini aja abang Bie."
"Ya sudah kamu tunggu di sini saja biar aku yang kesana." Setelah mengatakan itu Bie berjalan ke arah si montir.
Bie dan si montir tersebut sedang berdiri di samping motor Bie. Si montir memberitahukan kepada Bie bahwa kerusakan motor cuma lecet aja di bagian body belakang dan plat motor. Si motor mengatakan bahwa cuma butuh sehari saja mengerjakan nya.
"Apa aku boleh minta tolong sama kamu?" tanya Bie.
"Mau minta tolong apa bro?" tanya si montir.
"Jadi sebenarnya aku mau pedekate sama cewek yang nabrak motor aku ini. Maka nya aku butuh bantuan kamu."
"Kamu butuh bantuan apa bro?"
"Nantik kamu bilang kecewek itu kalau motor ini seminggu baru selesai di perbaiki. Gimana?"
"Bisa bisa, jadi mana cewek mana?"
"Itu ceweknya. Ry sini." Bie memanggil Ry dengan berteriak sambil melambaikan tangan nya.
"Begini dek motor Bie itu rusak belum dapat di pastikan maka nya saya butuh waktu seharian untuk mengeceknya setelah saya periksa ada kerusakan maka saya akan langsung memperbaiki."
"Tapi kalau aku lihat motor abang Bie itu cuma lecet di bagian body bagian belakang dan plat motor saja." Ry tidak percaya dengan ucapan si motor tersebut sehingga dia langsung angkat bicara.
"Itu kan yang hanya kita lihat secara fisik tapi bagian dalam belum kita lihat, maka aku harus melihat bagian dalam motor tersebut." Si montir tersebut cukup terkejut mendengar ucapan Ry, si montir tersebut menjadi yakin bahwa Ry bukan perempuan yang mudah di bodohi soal motor. Si montir juga yakin bahwa Ry sedikit tahu mengenai kerusakan motor.
"Jadi kira-kira berapa lama motor itu sudah siap di perbaiki?"
"Seminggu."
"Waduh kenapa lama begitu?" Bie yang pura-pura terkejut saat mengetahui motornya seminggu baru bisa di perbaiki
"Itu udah paling cepat," jawab si Montir.
"Terus aku naik apa ke kampus selama seminggu?" Kevin yang tampak sedang berpikir.
"Apa dalam 3 hari tidak bisa abang?"
"Tidak bisa." Tegas si montir tersebut.
"Terus aku mau naik apa ke kampus seminggu ini?"
__ADS_1
"Apa kalian satu kampus?" Si montir tersebut melihat ke arah Bie dan Ry secara bergantian.
"Iya." Jawab mereka serentak.
"Nah kalau begitu kalian berangkat bersama saja ke kampus," kata si montir.
"Maksud nya?" Ry belum mengerti maksud dari ucapan si montir tersebut.
"Kamu jemput aku mulai besok pagi," jawab Bie.
"Gak mau ah rumah kita itu jauh." Ry menolak untuk menjemput Bie.
"Kan kamu yang udah buat motor aku masuk bengkel jadi kamu harus bertanggung jawab," kata Bie.
Esok paginya Ry yang mendengar bunyi alarm dari ponselnya Ry membuka matanya secara berlahan-lahan. Ry segera mengambil ponsel yang berada di samping batalnya. Ponsel tersebut sudah berada di tangan lalu Ry mematikan alarm ponsel tersebut. Ry melihat jam pada ponsel tersebut, Ry terpaksa harus bangun dari tidurnya karena dia mau menjemput Bie kerumah nya.
Ting.......... Tong
Ry berdiri di depan pintu pagar rumah Bie sambil membunyikan bel rumah Bie.
"Selamat pagi non. " Pak Satpam yang mendengar bunyi bel segera berjalan ke pagar rumah. Pak Satpam sudah berdiri di depan pintu pagar.
"Selamat pagi juga pak, abang Bie ada dirumah?" Ry yang berdiri di depan pintu pagar sambil melihat ke arah pak Satpam.
"Ada, aden Bie paling masih tidur. Silahkan masuk non, non pasti pacarnya aden Bie." Pak Satpam segera membuka pintu pagar dengan mendorong pagar tersebut.
"Saya bukan pacarnya abang Bie, saya masuk dulu ya pak." Ry naik ke atas motor sport tersebut lalu Ry mengendarai motor tersebut melewati pintu pagar yang sudah terbuka.
Tok....... Tok
"Assalamu'alaikum." Ry berdiri di depan pintu sambil mengetuk pintu rumah Bie.
"Walaikumsalam, silahkan masuk non." Bibik membuka pintu rumah lalu dia menyuruh Ry masuk ke dalam ruangan tamu.
"Iya." Ry menyalim punggung tangan bibik setelah itu Ry berjalan masuk ke ruangan tamu.
"Non kok pakai cium tangan bibik sih, non silahkan duduk." Bibik benar-benar terkejut mendapati seorang perempuan cantik menyalim punggung tanganya baru kali ini ada perempuan cantik yang sopan bertamu ke rumah majikannya.
"Abang Bie mana bibik?" Ry sudah duduk di sofa ruangan tamu rumah Bie.
"Aden Bie masih tidur non," jawab bibik.
"Apa bibik bisa membangunkan abang Bie?" tanya Ry.
"Bibik sudah coba membangunkan aden Bie tapi tidak bisa, bagaimana kalau non saja yang membangunkan aden Bie?
...~ Bersambung ~...
__ADS_1