Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Terbangun Tengah Malam


__ADS_3

"Kamu terlalu emas, untuk aku yang hanya serbuk marimas."


Ry berjalan sambil bergandengan tangan dengan si pria tersebut sambil menyeberangi jalan raya tersebut. Ry dan Pria tersebut sudah berada di persimpangan rumah.


"Kamu tunggu di sini aku mau ngambil motor di dulu." Si pria tersebut melepaskan tangannya dari Ry lalu dia berjalan mengambil motor.


"Iya." Ry hanya bisa menanggukan kepala, Ry masih terkejut karena si pria tersebut tiba-tiba saja menghampiri dan menggandeng tangan Ry sambil menyeberangi jalan raya.


"Ayo cepatan naik!" Si pria tersebut mengendarai motor patroli lalu dia memberhentikan motor tepat di hadapan Ry.


"Ry udah naik mase." Ry sudah berada di atas motor patroli yang Kevin kendarai.


"Maaf ya aku gak bisa jemput kamu."Kevin mengendarai motor patroli sambil sekali-kali melirik ke arah kaca spion untuk melihat Ry yang duduk di belakang Kevin.


"Gak usah minta maaf, Ry ngerti mase ketja." Ry merasa sedikit senang karena Kevin menunggu Ry di simpan tiga tersebut.


"Gimana hari pertama kuliah?" tanya Kevin.


"Biasa aja," jawab Ry.


"Apa ada cowok yang ngajak kamu kenalan?" Kevin bertanya dengan penasaran.


"Ada," jawab Ry.


Ciiitt....... Ciiitt


"Terus kamu kenalan ama dia?" Kevin yang terkejut saat mendengar jawaban dari Ry sehingga buru-buru Kevin menginjak remnya sehingga motor patroli yang Kevin kendarai berhenti secara tiba-tiba.


Boug....... Boug


"Aduh sakit tahu." Motor yang tiba -tiba berhenti menyebabkan kepala Ry terbentur oleh punggung Kevin.


"Maaf gak sengaja tadi aku ngrem mendadak," kata Kevin.


"Maka nya hati-hati bawa motor." Ry mengusap-ngusap keningnya yang terasa sakit karena terbenturan oleh punggung Kevin.


"Iya, terus kamu kenalan ama cowok itu?" tanya Kevin.

__ADS_1


"Gak," jawab Ry.


"Alhamdulillah." Kevin bernafas legah setelah mengetahui jawab dari Ry.


"Lah kok alhamdulillah mase?" Ry bingung dengan ucapan Kevin yang merasa bersyukur bahwa Ry tidak berkenalan dengan cowok tersebut.


"Aku gak mau aja kamu berkenalan dengan sembarangan orang baik cewek maupun cowok," kata Kevin.


"Terus kenapa motornya gak jalan-jalan dari tadi?Ry memperhatikan motor patroli yang sudah berhenti sekita 5 menit di tempat tersebut.


" Oh.... iya." Setelah mendengarkan ucapan Ry maka Kevin segera mengendarai motornya.


Tanpa Kevin dan Ry sadari dari jarak yang cukup jauh ada sebuah pengendara motor yang dari tadi terus memperhatikan Kevin dan Ry. Kevin memberhentikan motornya di halaman rumahnya. Ry terlebih dahulu turun dari motor lalu Ry berjalan ke arah teras rumah.


"Assalamu'alaikum." Ry melepaskan sepatunya lalu Ry berjalan ke arah teras rumah.


"Walaikumsalam, kalian pulang bersama?"Bunda yang berjalan keluar dari warung yang berada di samping rumah. Bunda berjalan ke arah teras rumah.


"Iya tante." Ry menyalim punggung tangan tante.


"Walaikumsalam, Kevin pasti capek. Ayo kita masuk ke dalam rumah." Bunda menarik lengan Kevin untuk mengajak Kevin masuk ke dalam rumah.


Setelah Bunda dan Kevin masuk ke dalam rumah baru lah Ry berjalan menyusul mereka. Bunda dan Kevin sudah berada di ruangan tamu.


"Kamu cepat ambilkan minum buat Kevin." Bunda menyuruh Ry mengambilkan minum buat Kevin.


"Gak usah bunda biar Kevin ambil sendiri aja." Kevin yang tidak tega melihat wajah Ry yang terlihat lelah pulang dari kampus, maka nya Kevin menolak bunda menyuruh Ry mengambilkan minum untuk Kevin.


"Kevin pasti capek sudah seharian bekerja jadi lebih baik duduk di sini sambil meluruskan kaki. Kamu cepat ambilkan minum buat Kevin." Bunda menyuruh Kevin untuk duduk di ruangan tamu di atas tikar tersebut.


"Mase duduk aja biar Ry ambilkan minum." Setelah mengatakan itu Ry segera berjalan ke arah dapur. Ry membuka kulkas lalu Ry mengambil sebotol air minum. Ry meminum air putih yang berada dalam botol tersebut sampai habis hanya dalam sekali tegukan.


"Ah tuh anak di suruh ngambil air minum aja lamanya minta ampun." Bunda yang duduk disamping Kevin merasa kesal dengan Ry yang belum juga datang membawa air minum untuk Kevin.


"Sabar bunda, bentar lagi Tary juga datang." Kevin meminta bunda nya sabar dia yakin bahwa sebentar lagi Ry pasti datang membawa air minum buat dia.


"Kamu itu ambil minum atau buat minum? " Bunda melihat ke arah Ry yang sedang berjalan sambil membawa sebotol air putih di tangannya. Bunda berbicara dengan nada yang sini kepada Ry.

__ADS_1


"Ry ambil minum maaf menunggu lama, nih mase." Ry memberikan sebotol air putih tersebut kepada Kevin.


"Terima kasih, glug glug." Kevin mengambil sebotol air putih dari tangan Ry. Setelah itu Kevin meneguk air yang berada di dalam botol tersebut hingga setengah.


"Kembali kasih, mase dan tante Ry kekamar dulu mau ganti pakaian." Ry berpamitan kepada mereka untuk pergi ke kamar.


Setelah berganti pakaian Ry segera berjalan ke arah belakang rumah Kevin. Ry sudah berdiri di depan jemuran lalu Ry mengangkat semua pakaian yang berada di jemuran tersebut. Ry membawa semua pakaian yang sudah kering ke dalam rumah.


Setelah menyelesaikan semua pekerjaan rumah, Ry berbaring di atas tempat tidur sambil merebahkan badannya di atas tempat tidur. Kevin yang baru saja selesai mandi melihat ke arah Ry yang sudah tertidur dengan wajah yang begitu lelah. Hingga waktu makan malam tiba Ry belum terbangun dari tidurnya.


"Tary bangun ini udah malam." Kevin berusaha membangunkan Ry yang masih tertidur nyenyak di atas tempat tidur.


"Bagun ini sudah waktunya makan malam," kata Kevin.


"Kamu ini benar-benar kayak kerbau, kalau udah tidur gak bangun-bagun." Kevin yang sudah berusaha membangunkan Ry dari tadi tapi Ry tidak bangun sama sekali.


"Ya sudah kalau gitu aku makan duluan." Kevin yang merasa sudah lapar meninggalkan Ry di dalam kamar.


Kevin sudah duduk di bangku yang berada di depan meja makan.


"Dia mana?"bunda yang melihat Kevin hanya seorang diri.


"Dia tidur bunda," jawab Kevin.


"Jadi kita cuma makan bertiga mas?" tanya Jojo.


"Iya dek," jawab Ry.


Ry yang merasa kebelet buang air kecil akhirnya terbangun. Ry berjalan dengan langkah kaki yang berjinjit akan tidak terdengar oleh Kevin. Ry berjalan seperti maling yang takut ketahuan. Ry membuka pintu kamar dengan Pelan-pelan.


Saat Ry berjalan melewati ruangan keluarga Ry melihat jam di dinding yang menujukan pukul 00.00 wib berarti Ry sudah bangun tengah malam. Setelah selesai Ry buang air kecil maka Ry merasa legah karena sudah merasa tidak kebelet buang air kecil. Ry keluar dari kamar lalu tiba-tiba saja perut Ry berbunyi.


Kruuukk....... Kruuukk


Ry yang mendengar perutnya berbunyi sebagai tanda bahwa Cacing sudah berdemo meminta makanan. Ry berjalan ke arah meja makan saat Ry sudah berada di meja makan Ry membuka tudung saji yang ada di meja makan Ry terkejut melihat isi tudung saji tersebut.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2