Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Ondel-Ondel


__ADS_3

"Orang butuh dua tahun untuk belajar bicara, tapi untuk menjaga mulut, orang membutuhkan waktu seumur hidup."


Setelah mendengarkan ucapan Ry barulah Kevin tersadar bahwa laki-laki yang Ry maksud itu dirinya.


"Maaf aku lupa." Kevin menundukkan wajahnya karena merasa malu mengakui kesalahan.


"Masih muda udah pelupa." Ry mencibir Kevin yang melupakan janji terhadap dirinya.


"Yang nama lupa itu gak memandang usia." Kevin mencoba membela dirinya.


"Heleh alasan aja terus," kata Ry.


"Aku itu benar-benar lupa." Kevin menangkat wajah menatap mata Ry.


"Ya sudah lah udah lewat juga." Ry menatap Kevin sehingga mereka saling menatap satu sama lain.


"Sebagai permintaan maaf, bagaimana kalau aku saja yang mengantarkan kamu pergi membeli pakaian buat kuliah?" Kevin yang ingin menebus rasa bersalah kepada Ry karena sudah lupa dengan janjinya waktu itu, dia menawarkan diri untuk mengantarkan Ry.


"Gak usah aku mau pergi sama Jojo." Ry langsung menolak tawaran Kevin, karena Ry memang sudah janji dengan Jojo.


"Kenapa kamu mau pergi bersama Jojo?" tanya Kevin.


"Ry udah janji tadi malam ama Jojo." Setelah mengatakan itu Ry berjalan pergi sambil membawa kemeja putih milik Kevin.


Ry keluar dari kamar lalu dia berjalan ke arah ruangan keluarga untuk mencari Jojo. Saat berada di ruang keluarga dia tidak menemukan Jojo melainkan bunda.


"Kamu mau kemana?" Bunda melirik ke arah Ry dengan tatap yang tidak suka.


"Ry mau pergi, Jojo mana tante?" tanya Ry.


"Ada apa kamu nanya Jojo?" tanya bunda.


"Ry tadi malam janji mau pergi bersama Jojo," jawab Ry.


"Kalau kamu mau pergi, pergi saja sendiri jangan ajak-ajak Jojo untuk ikut pergi bersama kamu." Bunda berbicara dengan nada ketus kepada Ry.


"Tapi Ry udah terlanjur janji ama Jojo." Ry merasa tidak enak karena sudah berjanji kepada Jojo kemarin malam.


"Tidak ada tapi-tapi, kalau kamu mau pergi maka pergi saja sendiri jangan bawak Jojo untuk ikut bersama kamu," kata Bunda.


"Baiklah tante, Ry pergi dulu." Ry hendak menyalim punggung tangan bunda.

__ADS_1


"Ya sudah sana pergi ingat pulang jangan sore-sore." Bunda menepis tangan Ry yang hendak mau menyalim punggung tangan bunda.


"Baiklah tante." Ry berjalan pergi dari ruangan keluarga, Ry berjalan melewati ruangan tamu tetapi ternyata tidak ada seorang pun di ruangan tamu tersebut.


Saat Ry sudah tiba di teras rumah, Ry melihat Jojo sedang duduk di atas kursinya yang berada di teras rumah.


"Ternyata Jojo di sini, Ry dari tadi cariin Jojo." Ry menghampiri Jojo yang sedang duduk di bangku.


"Ada apa mbak Ry cari aku?" Jojo menoleh ke arah Ry.


"Itu soal janji yang tadi malam gimana Jojo?" tanya Ry.


"Maaf aku gak bisa pergi ama mbak Ry," jawab Jojo.


"Kenapa gak bisa Jojo?" tanya Ry.


"Aku udah punya janji ama teman aku," jawab Jojo.


"Oo... begitu," kata Ry.


"Kalau begitu Ry pergi dulu." Ry berpamitan ama Jojo.


"Iya kenapa Jojo?" tanya Ry.


"Apa mbak Ry gak takut tersesat natik?" tanya Jojo.


"Gak, kan kalau gak mau bertanya baru sesat di jalan," jawab Ry.


"Hahaha, betul juga yang mbak Ry ucapankan." Jojo tertawa mendengar ucapan Ry.


"Kalau begitu Ry pergi dulu." Ry berpamitan lalu berjalan meninggalkan teras rumah.


"Mbak Ry pergi ama mas aja tuh." Jojo menyuruh Ry pergi ama Kevin.


"Gak mau, Ry pergi sendiri aja." Ry terus berjalan ke arah halaman rumah melewati Kevin yang sudah berada di atas motornya.


"Mas sana bujuk mbak Ry." Jojo menyuruh Kevin untuk membujuk Ry.


Ry terus berjalan meninggalkan rumah orang tua Kevin, sementara Kevin mengendarai motornya untuk mengikuti Ry. Kevin mengendarai motornya dengan kecepatan lambat agar dia bisa mengikuti Ry yang berjalan terlebih dahulu di depan.


Ry berjalan di bawah terik matahari yang begitu panas bahkan kulit Ry mulai memerah terkena sinar matahari.

__ADS_1


"Ayo naik!" Kevin menambah kecepatan motornya lalu dia membelok motor sehingga. Motor Kevin menghalangi jalan Ry.


"Gak mau." Ry yang masih keras kepala menolak ajakan Kevin untuk naik ke atas motornya.


Kevin terus mencoba membujuk Ry tetapi, Ry yang begitu keras kepala susah di bujuk oleh Kevin. Akhirnya Kevin memakai mengancam Ry.


"Kamu kalau gak mau naik aku telpon papa kamu nih." Kevin mengacam Ry, dengan menggunakan papa Ry. Kevin mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Kevin sudah memegang ponsel🏃 untuk menghubungi papa Ry.


"Jangan mase, iya Ry naik nih." Ry mencegah Kevin menelpon papanya. Ry naik ke atas motor yang Kevin kendarai.


Kevin dan Ry sudah berada di Ramayana. Kevin dan Ry berada di lantai dua tempat pakaian. Kevin dan Ry berjalan melihat-lihat pakaian yang ingin mereka beli. Ry mencari di bagian baju kemeja, Ry melihat beberapa baju kemeja yang tergantung di sana.


Ry sedang mencari baju kemeja berwarna putih, Ry menemukan kemeja berwarna putih polos. Ry segera mengambil baju kemeja tersebut, lalu Ry membawa baju kemeja tersebut ke ruangan ganti. Sesampai di ruangan ganti Ry melepaskan baju kaos lalu Ry memakai baju kemeja putih yang polos tersebut.


Baju kemeja tersebut begitu pas di badan Ry. Ry keluar dari ruangan ganti untuk memperlihatkan kepada Kevin.


"Bagaimana mase?" Ry sudah berdiri di depan ruangan ganti.


"Ganti." Kevin yang sudah berdiri di hadapan Ry, menyuruh Ry menganti baju kemeja tersebut.


"Lah, kenapa di ganti?" Ry yang merasa bahwa baju kemeja tersebut sudah pas di pakaiannya tetapi Kevin malah menyuruh Ry menganti baju kemeja tersebut.


"Kamu gak lihat, kedua ondel-ondel kamu terlihat ngecap saat memakai baju kemeja tersebut." Kevin yang dari tadi matanya terus memperhatikan kedua ondel-ondel milik Ry yang tampak begitu jelas saat mencoba baju kemeja tersebut.


"Ondel-onde mana? perasaan Ry gak punya ondel-ondel." Ry yang tidak mengerti dengan ucapan Kevin tentang ondel-ondel.


"Itu." Kevin menujukan jari-jarinya ke arah ondel-ondel yang di maksud oleh Kevin.


"Jadi ini yang mase masuk dengan ondel-ondel?" Ry melihat ke arah dadanya di tunjuk oleh Kevin, akhinya Ry mengetahui bahwa ondel-ondel yang di maksud oleh Kevin itu ialah buah dada milik Ry.


"Iya," jawab Kevin.


"Dasar mesum." Ry segera menutup kedua ondel-ondel miliknya dengan menggunakan kedua tangannya.


"Makanya kamu itu pakai baju yang besar biar ondel-ondel kamu tidak kelihatan," kata Kevin.


"Baju yang sebesar mana mase?" tanya Ry


"Baju sebesar ini." Kevi memberikan sebuah anger yang ada baju kemeja berwarna putih. Ry melihat baju kemeja tersebut ukuran lebih besar dari yang di pakai Ry saat ini.


...~Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2