Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Talak


__ADS_3

"Jadi ketika di tanya kenapa aku mudah melepaskan? tidak, ini sama sekali tidak mudah. Banyak hal yang aku pikirkan sebelum memutuskan dan melepaskan adalah cara terakhir jika memang sudah tak baik untuk di lanjutkan."


Di saat yang bersamaan Ry yang merasa bosan berada di dalam rumah hendak duduk di teras rumah. Ry sudah berdiri di depan pintu rumah nya lalu dia membuka pintu rumahnya.


Ceklek............ Ceklek


Setelah pintu rumah terbuka Ry berjalan melewati pintu rumah tersebut. Ry sudah berdiri di teras rumah terdengar suara langkah kaki seorang yang berjalan mendekati teras rumah. Ry melihat ke arah suara langkah kaki tersebut, Ry melihat sosok laki-laki yang selama satu bulan lebih menghilang tanpa begitu saja tanpa kabar beritanya.


"Mase." Ry yang melihat sosok yang begitu dia rindukan selama satu bulan lebih segera berlari ke arah Kevin, Ry yang sudah tiba di hadapan Kevin langsung memeluk tubuh Kevin.


Kevin membiarkan Ry memeluk tubuhnya tanpa membalas pelukan Ry.


"Mase selama ini kemana saja?"Ry semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Kevin.


"Ry kangen dengan mase."


"Mase juga pasti kangen sama Ry."


"Mase kesini pasti mau jemput Ry buat pulang ke rumah mase."


"Ry gak mau pulang ke rumah mase."


"Ry maunya kita tinggalberdua aja ngontak rumah."


"Biar kita berdua bisa bebas bermesraan."


"Lepaskan." Kevin berusaha melepaskan pelukan Ry. Kevin berhasil melepaskan pelukan Ry.


"Mase pasti capek, mari kita masuk ke dalam rumah." Ry merasa aneh dengan sikap Kevin yang melepaskan peluknya, tapi Ry berpikir positif mungkin Kevin merasa malu berpelukan di depan rumah Ry. Sehingga Ry memutuskan untuk mengajak Kevin masuk ke dalam rumah Ry.


Kevin berjalan terlebih dahulu ke arah pintu rumah sedangkan Ry berjalan mengikuti Kevin yang berada di depannya. Kevin sudah berada di ruangan tamu lalu di susul oleh Ry.


"Mase duduk dulu, mase mau minum apa?" Ry menyuruh Kevin untuk duduk di sofa yang berada ruangan tamu.


"Terserah kamu, Apa kedua orang tua kamu ada di rumah?" Kevin mendudukkan pantatnya di sofa yang berada di ruangan tamu tersebut.


"Ada, mase tunggu di sini dulu biar Ry panggil mama dan papa." Ry berbicara sambil tersenyum ke arah Kevin, setelah itu Ry berjalan pergi meninggalkan Kevin seorang diri di ruangan tamu.


Tidak lama kemudian kedua orang tua Ry sudah berada di ruangan tamu.


"Nak Kevin." Papa menghampiri Kevin yang sedang duduk di sofa ruangan tamu.

__ADS_1


"Papa mama." Kevin melihat kedua orang tua Ry sudah berada di hadapannya lalu Kevin berdiri dari tempat duduk Kevin menyalim punggung tangan kedua orang tua Ry secara bergantian.


"Nak Kevin apa kabar?" Mama dan papa duduk di sofa yang sama berada di depan Kevin hanya di pisah oleh sebuah meja.


"Saya sehat, bagaimana kabar mama dan papa?" Kevin kembali duduk di sofa yang sama seperti tadi.


"Alhamdulillah kami baik, bagaimana kabar bunda dan Jojo?" tanya papa.


"Mereka baik papa," jawab Kevin.


"Nak Kevin kesini naik apa?" tanya mama.


"Naik mobil," jawab Kevin.


"Oo... naik mobil travel," kata mama.


"Bukan mama tapi aku naik mobil pribadi."


"Mobil punya siapa?"


"Punya teman aku mama, aku minjam mobil teman aku biar bisa kesini."


"Baru bisa kok papa, baru sebulan ini."


Ry sudah berada di ruangan tamu sambil membawa nampan yang berisi dua buah gelas.


"Papa dan mase di minum dulu." Ry meletakkan nampan tersebut di atas meja lalu Ry duduk di bangku yang sama dengan Kevin, Ry berada di sebelah Kevin.


"Iya," kata Kevin.


"Nak Kevin apa kesibukan selama ini?"


"Dinas di luar kota papa." Kevin menceritakan kepada papa bahwa selama sebulan dia di pindah dinas kan keluar kota, Kevin menjaga lalu lintas di perbatasan kota Pekanbaru dengan Jambi. Kevin yang dinas di perbatasan kota Pekanbaru dan Jambi tidak ada sinyal sehingga itu yang menyebabkan Kevin susah di hubungi selain itu pemindahan tugas dinas juga di lakukan secara mendadak sehingga komandan yang memberitahukan kepada bunda.


Bunda merasa bersyukur karena Kevin di pindah tugaskan di perbatasan kota sehingga membuat hubungan Kevin dan Ry semakin menjauh. Hal itu yang di manfaatkan bunda agar bisa membuat Kevin dan Ry berpisah.


"Ooo... jadi mase pindah dinas." Akhirnya Ry pun mengetahui bahwa selama sebulan ini Kevin pindah dinas di perbatasan kota.


"Papa, mama dan Ry sebenarnya kedatangan saya kemari untuk berbicara kepada kalian semua."


"Bicara apa?"

__ADS_1


"Halah, pasti mase mau bilang kalau akan menikahi Ry secara resmi, benarkan mase?"


"Apa itu benar nak Kevin?" Papa menatap wajah Kevin dengan tatapa penuh harapan sebenarnya papa begitu berharap dan yakin bahwa Kevin akan menikahi Ry secara resmi, di karena kan Kevin sudah meminta surat pengantar untuk mengajukan persidangan pernikahan di kapolres yang merupakan syarat untuk menikah bagi seorang polisi.


"Bukan itu." Kevin berbicara dengan nada ketus kepada Ry, Kevin merasa tidak senang Ry tiba-tiba memotong pembicaraannya.


"Dek diam dulu, biar nak Kevin yang berbicara." Papa yang melihat wajah Kevin berubah menjadi datar, papa mulai mengerti akan hal tersebut. Sehingga papa meminta Ry untuk diam terlebih dahulu.


"Baiklah papa." Setelah Ry mengatakan itu dia pun berdiam hanya akan mendengarkan yang Kevin ucapkan.


"Sekarang katakan apa yang nak Kevin ingin bicarakan?" Papa yang masih penasaran dengan yang ingin Kevin bicarakan sehingga dia bertanya.


"Papa mama tujuan aku kemari ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian semua." Kevin berbicara menatap ke arah mereka secara bergantian.


"Kenapa nak Kevin meminta maaf? nak Kevin tidak melakukan salah apa kepada kami sekeluarga." Kening papa berkerut saat mendengarkan ucapan Kevin yang meminta maaf kepada papa dan mama.


"Kevin minta maaf karena tidak bisa mendidik Tary sebagai seorang istri," jawab Kevin.


"Maksud nak Kevin?" Papa belum mengerti maksud dari ucapan Kevin.


"Sebenarnya Tary minggat dari rumah saya karena berantem dengan bunda."


"Apa benar kamu kabur dari rumah nak Kevin?" Papa melihat ke arah Ry.


"Tidak benar, justru Ry di usir dari rumah Kevin papa." Ry mengelengkan kepalanya sambil menatap ke dua orang tuanya.


"Itu tidak mungkin, akui saja kalau kamu kabur dari rumah karena berantem dengan bunda." Kevin tidak mempercayai yang Ry ucapkan, Kevin lebih percaya dengan ucapan bunda nya.


"Ry memang berantem dengan bunda mase, tapi Ry gak kabur dari rumah melainkan Ry di usir dari rumah oleh tante."


"Apa kamu tahu hukum seorang perempuan yang sudah pergi dari rumah tanpa izin seorang suami?"


"Berdosa."


"Papa mama aku sudah gagal mendidik Tary menjadi seorang istri dan makum, maka aku memutuskan dengan ini Saya Kevin Adhitama menjatuhkan talak kepada Mencari Tri Putri Binti Dikin. Mulai detik ini menit ini saya sudah melepaskan Tary dari tanggungjawab sebagai seorang istri." Kevin berbicara dengan tegas dihadapan kedua orang tua Ry.


"Hiks hiks."


"Tidak."


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2