Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Siapakah Pria Itu?


__ADS_3

"Aku pikir kamu adalah tulang rusukku, tapi perilakumu lebih seperti tulang kropos."


"Kami tunggu di mobil ya adek." Papa menggandeng lengan Ry, mereka berjalan sambil bergandengan meninggalkan Ry dan teman-temannya.


"Iya sebentar lagi Ry nyusul." Ry melihat punggung kedua orang tuanya sudah berjalan menjauh.


"Kamu mau pulang ke kos-kosan atau ke rumah orang tua?" tanya Nunu.


"Kerumah orang tua, Teman-teman Ry pamit mau pulang ke kota D." Ry berpamitan kepada teman-teman nya sambil memeluk Nunu lalu Ambar pun ikut memeluk mereka sehingga mereka berpelukan bertiga.


"Jadi kita gak bakal bisa ketemu lagi dong?" tanya Ambar.


"Iya." Wajah Ry berubah menjadi sedih.


Hiks hiks hiks


Mereka bertiga menangis sambil berpelukan, setelah empat tahun berteman karena sekelas akhirnya hari ini mereka harus berpisah. Mereka akan memulai kehidupan yang berbeda setelah mendapatkan gelar sarjana dari kampus tersebut.


"Sudah sudah kita jangan nangis entar make up kita luntur." Nunu melepaskan pelukan dari Ambar dan Ry.


"Benar juga, sayang make up." Ambar juga melepaskan pelukan dari mereka.


"Hiks hiks hiks. " Ry masih menangis walaupun pelukan teman-temannya sudah terlepas.


"Kamu kenapa masih nangis?" tanya Nunu dan Ambar serentak.


"Ry sedih harus berpisah dari kalian berdua."


"Ya elah kita kan masih bisa Vc (Video Call), sudah jangan nangis lagi. Jelek kamu kalau nangis," kata Ambar.


"Ry udah jelek dari sana."


"Maka berhenti nangis biar gak tamba jelek." Ambar yang sengaja meledek Ry.


"Kamu itu nangis bukan sedih karena kita pisah, tapi karena abang Bie gak datang ke acara wisuda kamu," kata Nunu.


"Itu juga salah satu buat Ry sedih." Mendengar ucapan Nunu membuat Ry kembali menangis.


Hiks hiks hiks


"Kenapa dia gak datang?" tanya Ambar.


"Mungkin dia sibuk," jawab Ry.

__ADS_1


"Sesibuk dia kalau kamu itu penting bagi dia pasti dia akan menyempatkan datang ke sini hanya demi buat kamu," kata Nunu.


"Mungkin Ry udah gak penting bagi dia." Air mata Ry terus saja mengalir membasahi pipi Ry.


"Lagian kamu juga salah sih udah beberapa kali abang Bie nembak malah di tolak terus, mungkin abang Bie udah nyerah buat dapatin cinta kamu," kata Nunu.


"Mungkin kalian gak jodoh, lagian kamu itu cantik masih banyak laki-laki di luar sana yang suka sama kamu." Ambar menyenggol lengan Nunu, agar Nunu tidak memojokan Ry. Ambar takut Ry semakin sedih mendengar ucapan Nunu yang terus memojokkan Ry.


"Kamu itu emang cantik dan pintar tapi soal percintaan nasib kamu kurang beruntung," Cetus Nunu.


"Kamu benar, gak ada orang yang hidup nya sempurna dalam semua hal." Ambar tidak suka dengan ucapan Nunu membela Ry.


"Sudah sudah kalian tidak usah berdebat ini semua menang sudah nasib Ry. Ry pergi dulu ya teman-teman." Ry menghapus ari matanya lalu Ry tersenyum kecut kepada Nunu dan Ambar setelah itu Ry berjalan pergi meninggalkan Nunu dan Ambar.


"Kan dia pergi itu salah kamu." Ambar menyalahkan Nunu lalu dia berjalan pergi meninggalkan Nunu seorang diri.


Esokan Harinya Ry terbangun dari tidurnya, dia terkejut saat melihat kl jam dinding sudah menujukan pukul 12.00 wib. Ry segera beranjak dari tempat tidurnya, Ry berjalan menuju kamar mandi. Setelah menyelesaikan ritual mandi Ry berjalan ke arah kamarnya.


Ry sudah berpakaian kaos oblong dan celana jeans yang panjang di bawah lutut. Terdengar suara yang berasal dari dalam perut Ry, Ry merasa lapar sehingga dia pun berjalan ke arah dapur untuk makan siang.


"Papa kok ada di rumah?" Ry yang sudah berada di dapur melihat papa yang sedang duduk di depan meja makan.


"Hari ini papa gak kerja." Papa melihat ke arah Ry.


"Mama lagi pergi, ayo kita makan dulu! setelah itu ada yang mau papa bicarakan sama dek."


Papa dan Ry sudah selesai makan, mereka masih duduk di atas kursi yang berada di depan meja makan.


"Sebenarnya papa mau bicara apa sama Ry?" Ry yang dari tadi penasaran setelah selesai makan segera bertanya kepada papa.


"Apa dek ingat empat tahun lalu kabur dari rumah karena mau di jodohkan dengan anak teman papa?"


"Ingat papa, gara-gara itu Ry malah nikah sirih sama si Ono." Ry yang enggan menyebut nama Kevin.


"Papa dan teman papa memutuskan untuk melanjutkan kembali perjodohan itu,"


"Apa?" Spontan saja Ry terkejut hingga berdiri dari kursi tempat duduk nya setelah mendengar ucapan papa.


"Malam ini adek akan di lamar oleh anak teman papa."


"Papa kok gak bicara dulu sama Ry, kenapa papa ngambil keputusan sendiri tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Ry?" Wajah Ry berubah kecewa terhadap papa.


"Papa itu cuma mau yang terbaik buat adek, lagian usia adek udah cukup buat menikah. Bahkan saat kedua mbak adek menginjak usia adek mereka sudah menikah sementara adek belum." Papa membandingkan Ry dengan kedua mbaknya yang menikah muda.

__ADS_1


"Ry masih mau mengejar cita-cita Ry papa."


"Apa kamu mau sakit jantung papa kumat lagi?" Papa menatap ke arah Ry dengan tatapan mata yanga tajam.


"Gak papa."


"Mau tidak malam ini kamu akan bertunangan dengan anak teman papa.." Papa n berbicara dengan suara yang tegas dan lantang.


Malam harinya kami sekeluarga besar sudah berada di hotel S yang berada di kota D. Kami sekeluarga besar sudah duduk di bangku ruangan tersebut. Ry duduk di bangku sambil sibuk memeriksa chat di ponselnya ternyata tidak ada chat masuk dari Bie. Ry mengetik chat yang mau dia kirim ke nomor ponsel Bie.


💌"Assalamu'alaikum abang Bie."


💌"Abang Bie apa kabar?"


💌"Abang Bie pasti sibuk gak pernah kasih kabar kepada Ry."


💌"Bahkan abang Bie juga gak datang di acara wisuda Ry.


💌"Ry mau bilang makasih sama abang Bie karena udah baik sama Ry. Abang Bie sudah menemanin Ry selama tiga tahun ini."


💌"Abang Bie Ry minta maaf gak balas persaan cintanya abang Bie."


💌"Di karenakan Ry sudah di jodohkan dengan anak teman papa."


💌"Sekali lagi Ry minta maaf yang sebesar, karena Ry sudah Phpin abang Bie."


💌"Ry do'ain abang Bie semoga bertemu dengan perempuan yang 100 kali lebih baik dari Ry.


💌" Maaf dan Terima kasih, wasalam."


Ry tidak memperdulikan pembawa acara sudah memulai acara pertunangan dengan anak teman papanya hingga terdengar suara alat musik yang di iringi suara seorang pria yang bernyanyi membawakan sebuah lagu.


🎵Dengarkanlah wanita pujaanku


🎵Malam ini akan kusampaikan


🎵Hasrat suci kepadamu dewiku


🎵Dengarkanlah kesungguhan ini


Ry yang mendengar suara si pria tersebut meletakkan ponsel di atas meja lalu dia melihat ke arah sekeliling ruangan tersebut untuk mencari sosok pria yang menyanyi lagu itu. Ry penasaran siapakah pria itu?


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2