Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Kevin Duren (Duda Keren)


__ADS_3

"Logika bilang harus lupain kamu, tapi hati masih sayang banget. "


"Mama gak usah khawatir, Ry gak salah. Mama do'ain Ry yang biar cepat menyelesaikan masalah ini." Ry berpamitan kepada mama dengan menyalim tangan mama lalu Ry memeluk tubuh mamanya.


Mereka sudah berada di dalam mobil patroli polisi. Pakpol mengendarai mobil tersebut lalu mobil tersebut meninggalkan halaman rumah Ry. Mama yang melihat mobil patroli tersebut sudah pergi meninggalkan halaman rumah, mama berjalan masuk ke dalam rumah.


Mama mengambil ponsel yang berada berada di atas meja rias. Mama menghubungi nomor ponsel papa tetapi tidak di angkat lalu mama menghubungi nomor Lia tetapi tidak aktif dan mama menghubungi nomor Fina yang sedang sibuk. Akhirnya mama menghubungi nomor Bie.


Tuuutt............. Tuuutt


"Assalamu'alaikum mama."


"Walaikumsalam, apa nak Bie sibuk?"


"Tidak, ada apa mama?" Perasaan Bie merasa tidak tenang saat mama Ry menghubungi, dia merasa yakin akan ada masalah.


"Hiks hiks hiks."


"Mama kenapa nangis?" Bie semakin merasa panik setelah mendengar suara tangisan mama.


"Hiks hiks hiks Mentary nak Bie." Mama menangis sambil menyebutkan nama Ry.


Deg........... Deg


Jantung Bie berdetak sangat kencang ketika calon mama mertua menyebutkan nama Ry sambil menangis.


Aduh sebenarnya ada apa dengan calon istri aku?


Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan calon istri aku


"Mama, kenapa dengan Mentary?" Bie merasa yakin sesuatu sedang terjadi dengan calon istrinya lalu dia berdoa di dalam hati bawah calon istrinya dalam keadaan sehat karena tadi malam mereka masih video call seperti biasa sebelum tidur.


"Mentary di bawak ke kantor polisi nak Bie."


Jedaaarr.......... Jedaaarr


Bie begitu terkejut saat mendengar ucapan calon mama mertua yang mengatakan bahwa calon istri di bawak ke kantor polisi.


"Mama sebenarnya Mentary kenapa bisa di bawa ke kantor polisi?"


"Kata pak polisi yang kerumah Mentary di laporkan karena kasus pencemaran nama baik terhadap anggota polisi."


"Sekarang mama gak khawatir, aku langsung kesana." Bie menenangkan mama Ry setelah itu dia mematikan panggil telpon.


Sementara Ry yang berada di dalam mobil patroli bersama pak polisi terlihat diam. Ry sedang membayangkan bahwa dia akan di interogasi oleh pak polisi. Ry menghelahkan nafasnya beberapa kali. Pak polisi yang sedang mengendarai mobil tersebut melirik ke arah Ry.


Ry yang terlalu sibuk memikirkan nasib di kantor polisi sehingga dia tidak menyadari bahwa mobil patroli yang di kendarai oleh pak polisi tersebut tidak membawanya menuju jalan ke arah kantor polisi melainkan ke arah tempat lain.

__ADS_1


Setibanya di tempat tersebut pak polisi memberhentikan mobilnya. Pak polisi membuka safety belt, lalu dia melihat ke arah Ry yang tidak menyadari bahwa mereka sudah sampai di tempat tersebut.


"Kamu sedang apa cepat turun." Pak Polisi berbicara dengan nada suara yang tegas.


"Eh, emang kita sudah sampai?" Ry yang baru tersadar dari lamunannya.


"Iya, cepat turun."


"Baiklah pak." Ry segera membuka safety belt, setelah itu Ry membuka pintu mobil. Ry keluar dari mobil betapa terkejut saat berada di luar mobil.


"Tutup pintunya." Pak polisi menyuruh Ry menutup pintu mobilnya.


"Lah, kenapa aku di bawak kesini?" Ry melihat tempat tersebut bukan kantor polisi melainkan RS.


"Kamu tutup pintu mobilnya, lalu ikut saya tidak usah banyak tanya." Pak Polisi tersebut sudah berdiri di hadapan Ry.


"Baiklah pak." Ry segera menutup pintu mobil tersebut.


Pak Polisi tersebut sudah berjalan terlebih dahulu lalu Ry berjalan mengikuti pak polisi yang berada di depan. Mereka sudah memasuki lobby RS setelah itu pak Polisi berjalan ke arah tangga, Ry masih terus mengikuti pak polisi tersebut.


Sebenarnya mau ngapain dia bawa Ry ke RS


Bukan kah seharusnya Ry di bawak ke kantor polisi ini kenapa Ry di bawak ke RS?


Emangnya siapa yang sakit sih?


"Cepatan sini." Pak Polisi membalikkan badan lalu dia menyuruh Ry untuk segera mendekati ruangan tersebut.


"Baiklah pak." Ry berjalan terburu-buru untuk segera tiba di ruangan tersebut.


"Kamu ketuk pintunya." Pak Polisi menyuruh Ry mengetuk pintu ruangan tersebut.


Tok.......... Tok


"Masuk saja pintunya tidak di kunci."


"Sana cepatan kamu masuk." Pak polisi menyuruh Ry untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Memang nya yang di dalam ruangan ini siapa pak?" Ry yang penasaran akhirnya bertanya kepada pak polisi.


"Maka kamu masuk biar tahu."


"Baiklah pak. Assalamu'alaikum." Ry membuka pintu ruangan sambil mengucapkan salam.


"Walaikumsalam."


"Kamu kenapa ada di ruangan ini?" Ry berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut, saat Ru sudah berada di dalam ruangan tersebut dia terkejut memdapati Kevin yang sedang berdiri sambil melihat ke arahnya.

__ADS_1


"Coba kamu lihat siapa yang sakit?" Kevin menyuruh Ry untuk melihat seorang yang sedang berbaring di atas ranjang pasien.


"Ah buat Ry penasaran saja. "Ry berjalan mendekati ranjang pasien, saat Ry sudah berada di depan ranjang pasien tersebut. Ry melihat Tary kecil sedang berbaring di atas rancang pasien dengan tangan kirinya terpasang infus.


"Hiks hiks hiks." Ry langsung menangis setelah melihat keadaan Tary kecil.


"Kamu kenapa menangis." Kevin segera berjalan menghampiri Ry yang sedang menangis.


"Hiks hiks hiks, Tary sakit apa?"


"Demam. Cup cup sudah jangan menangis." Kevin yang sudah berdiri di hadapan Ry, langsung memeluk tubuh Ry. Kevin mengelus punggung Ry.


"Lepasin." Ry mencoba melepaskan pelukan Kevin.


"Biarkan seperti ini dulu." Kevin semakin mempererat pelukan terhadap Ry.


"Lepasin, entar Ry di kirain pelakor."


"Gak akan ada yang ngirain kamu pelakor." Kevin meletakkan kepalanya di bahu Ry.


"Kak Asa."


"Asa udah pergi, meninggalkan kami."


"Kak Asa pergi kemana?"


"Dia sudah meninggal dunia." Kevin melepaskan pelukan dari tubuh Ry.


"Iinnalillahiwainnailaihirojiun." Ry menatap wajah Kevin.


"Aku mencintaimu, maukah kamu menjadi istri, serta mama sambung dan mama dari anak-anak aku?" Kevin memegang tangan Ry sambil menatap wajah Ry.


"Mama papa." Tary membuka kedua matanya lalu dia melihat Kevin dan Ry sedang berdiri berhadapan.


"Tary." Ry menoleh ke arah ranjang pasien ternyata Tary sudah membuka matanya. Ry segera menepiskan tangan Kevin dari tangan nya.


"Mama kangen." Tary berusaha untuk bangun dari tempat tidur.


"Tary jangan bergerak, diam di situ." Ry segera menghampiri Tary, Ry sudah berada di samping ranjang pasien. Ry duduk di kursi yang berada di samping ranjang pasien.


"Mama haus." Tary yang merasa haus mengatakan kepada Ry.


"Ini diminum sayang." Ry mengambil gelas yang berisi yang berisi air.


"Sini papa bantu duduk." Kevin yang sudah berada di samping tempat tidur membantu Tary duduk di atas ranjang pasien.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2