Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Calon Menantu Bar-Bar


__ADS_3

"Bukankah seumur hidup itu terlalu lama, jika kamu habiskan dengan seorang nahkoda yang bahkan tak pandai memegang kemudi kapalmu. Berhati-hatilah badai dan gelombang bisa menghancurkan mu."


"Saya tidak mau pergi, sebelum saya bertemu dengan pak Bie." Ry menolak untuk pergi dari tempat tersebut.


"Jangan sampai saya main kekerasan dengan mengeret kamu keluar."


"Saya tidak takut, coba saja kalau pak bisa." Ry menatang pak satpam yang ingin menyeret dia keluar dari tempat tersebut.


"Baiklah, saya akan menyeret kamu untuk kuar dari sini." Pak Satpam yang hendak mencekal tangan Ry.


"Jangan coba sentuh saya, atau saya patah kan tangan pak." Ry segera menepis tangan pak satpam yang hendak menyentuh nya. Ry memegang tangan pak satpam sambil Ry memelintir tangan pak Satpam.


"Aduh sakit lepaskan tangan aku." Pak Satpam meringis ke sakitan meminta tanganya dilepaskan Ry.


"Heleh baru segitu aja udah sakit," kata Ry.


"Pak pak atpam bantu temannya tuh." Si resepsionis itu berteriak sambil meminta bantuan kepada kedua pak satpam lainnya.


Kedua pak satpam yang mendengar teriakan si resepsionis segera menghampiri temannya. yang tangan sedang di plintir oleh Ry.


"Hei, lepaskan tangan teman kami. Kalau kamu lawan hadapi kami berdua." Kedua satpam itu menatang Ry untuk berkelahi.


"Nih aku lepaskan." Ry melepaskan tangan si pak satpam tersenyum.


Setelah tangan di lepaskan oleh Ry si pak satpam tersebut melayang pukul ke arah Ry.


Bough........... Bough


Dengan reflek Ry segera menghindari pukulan tersebut sehingga tidak mengenai Ry. Beberapa karyawan yang sedang berada di lobby tersebut melihat ke arah Ry dan ketiga pak satpam tersebut.


"Hebat juga ya kamu bisa menghindari pukulan aku, tapi kali ini aku tidak akan segan-segan menyerang kamu."


"Lakukan lah kalau kamu bisa, aku sudah lama tidak berkelahi." Ry sama sekali tidak memiliki rasa takut kepada pak satpam tersebut.

__ADS_1


Pak Satpam menyerang Ry dengan melayangi pukul ke arah wajah Ry tapi lagi-lagi serangan pak satpam meleset. Membuat pak Satpam tersulut semosi melihat Ry yang dengan lincah bisa menghindari serangannya.


"Hei, kenapa kalian berdua diam saja cepat bantu teman kalian." Si resepsionis yang melihat ke dua pak satpam yang hanya berdiri sambil melihat bertarung Ry dengan seorang pak satpam.


"Baiklah mbak."Kedua pak Satpam tersebut melayang pukulan secara bersamaan kepada Ry. Dan lagi-lagi Ry berhasil menghindari serangan tersebut.


Mereka menyerang Ry secara bersama dengan melayang kan pukulan ke arah Ry. Ry sudah tidak bisa menghindar dari serangan bertiga sehingga Ry pun menangkis serangan mereka.


Bough.......... Bough


Ry melayangkan sebuah pukulan sehingga mengenai perut salah satu dari pak satpam tersebut.


"Aduh." Salah satu dari pak satpam tersebut meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.


Kedua pak satpam tersebut terus saja melayang pukulan ke arah Ry, Ry selalu bisa menangkis pukulan dari mereka berdua. Ry menendang salah satu dari pak satpam tersebut sehingga terpelanting jatuh ke lantai. Hanya tersisa satu pak satpam lagi yang menyerang Ry.


Bough......... Bough


Sebuah pukulan dari Ry melayang mengenai wajah si pak satpam tersebut.Beberapa karyawan yang berada di sana takjub melihat perkelahian ketiga pak satpam melawan seorang perempuan. Mereka seperti sedang menonton film action dengan tokoh perempuan yang jago berantem.


Tap............. Tap


Terdengar langkah kaki seorang pria yang berjalan melewati pintu lobby. Si pria tersebut melihat keadaan lobby yang terlihat begitu ramai.


"Sebenarnya ini ada apa?" Si pria tersebut mendekati keramaian tersebut.


"Ini Tuan ada perempuan yang mengakui calon istri tuan muda Habie." Si resepsionis melihat kedatangan pemilik perusahaan yaitu Hadi Saputra langsung memberitahukan masalahnya.


"Lalu apa yang terjadi dengan ketiga Pak Satpam itu?" Tuan Hadi yang fokus melihat ke arah ketiga pak satpam yang babak belur.


"Karena saya tidak percaya dengan si perempuan tersebut, saya menyuruh di pergi secara baik tapi dia menolak akhirnya saya memanggil pak satpam untuk mengusir dia tetapi dia tidak mau sehingga terjadi lah perkelahian. Ketiga pak satpam habis di hajar oleh si perempuan ini tuan." Si resepsionis menujukan jari nya ke arah Ry.


"Jadi kamu yang mengaku-ngaku calon istri putra aku?" Pak Hadi yang merupakan papi Bie menoleh ke arah Ry yang terlihat membelakangi nya.

__ADS_1


"Iya.Assalamu'alaikum pi." Ry membalikkan badan lalu berjalan ke arah papi Bie, setelah berada di hadapan papi Bie dia menyalim punggung tangan papi Bie.


"Walaikumsalam, ternyata Mentary." Papi tersenyum melihat calon menantu yang berdiri di hadapan nya.


"Papi apa kabar?"


"Alhamdulillah baik, Mentary kenapa ada di sini?" tanya papi Bie.


"Ry mau buat kejutan buat abang Bie."


"Apa mama dan papa tahu Mentary ke kota ini?"


"Tahu, Ry ke kota ngambil ijazah. Setelah tadi Ry ngambil ijazah terus Ry kesini mau kasih kejutan buat abang Bie. Tetapi sesampai di sini malah Ry yang di kejutkan oleh karyawan papi yang melarang Ry buat ketemu abang Bie bahkan Ry sampai di usir sama pak satpam. Mereka main kekerasan buat ngusir jadi Ry mencoba membela diri maka nya berakhir seperti ini pi."


"Apa benar semua yang di katakan calon menantu saya?" Papi Bie berbicara dengan suara yang lantang.


"Bebebenar tuan." Beberapa karyawan yang berada di sana menjawab dengan serentak dan suara terbata-bata.


"Kalian dengarkan baik-baik nama dia Mentary, dia itu calon menantu saya yang beberapa bulan lagi akan jadi menantu saya jadi apabila dia datang ke perusahaan ini. Kalian harus memperlakukan dia sama seperti kalian memperlakukan saya dan Habie karena dia sudah termasuk bagian dari keluarga saya."


"Baik tuan." Mereka semua berbicara sambil menundukkan kepalanya.


"Bagi kalian yang sudah berani mengusir calon menantu saya maka kalian akan mendapatkan hukuman."


"Tuan maafkan kami." Pak Satpam segera menghampiru papi Bie lalu mereka bertiga berlutut karena takut di pecat oleh papi Bie.


"Tuan maafkan saya juga, saya benar-benar tidak tahu kalau nona ini calon menantu tuan." Si resepsionis menghampiri papi Bie dia juga melakukan hal yang sama seperti ketiga pak satpam tersebut.


"Kalian minta maaflah kepada calon menantu saya, karena kalian sudah mengudir dia secara paksa."


"Nona kami bertiga minta maaf karena sudah mengusir nona secara paksa, kami sangat menyesali perbuatan kami yang sudah melakukan baku hantam kepada nona." Seorang pak satpam yang berbicara mewakili yang lain, mereka mereka sudah berlutut di hadapan Ry.


"Nona maafkan saya, saya juga salah tidak mempercayai nona calon istri pak Bie. Saya benar menyesal nona." Si resepsionis juga melakukan hal yang sama seperti ketiga pak satpam tersebut.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2