Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Gangguan Telpon


__ADS_3

"Jangankan nunggu buka puasa, nunggu kamu buka hati buat aku aja aku tunggu."


Tubuh Ry sudah terjatuh di atas tempat tidur, Kevin pun ikut menjatuhkan tubuhnya di atas Ry . Kevin menidih tubuh Ry sehingga tubuh Ry tidak bisa bergerak. Kevin mendekatkan wajahnya ke arah wajah Ry. Posisi wajah mereka sudah berdekatan, Kevin menempelkan hidungnya dengan hidung Ry.


"Pesek," kata Kevin.


"Mentang-mentang mancung." Ry mencium aroma mint dari nafas Kevin.


"Cup." Setelah itu Kevin memiringkan wajahnya, Kevin mengecup bibir Ry yang berwarna pink.


"Cup." Ry membalas kecupan bibir Kevin.


Kevin yang mendapat lampu hijau karena Ry membalas ciumannya. Kevin segera memperdalam ciuman pada bibir Ry lalu Kevin ******* bibir Ry. Ry membuka mulutnya lalu Kevin dan Ry saling bertukar Slavina.


Tiba-tiba terdengar bunyi ponsel Kevin yang enggan melepaskan ciuman dari bibir Ry walaupun terdengar ponsel tersebut berbunyi terus .Sedangkan Ry berusaha melepaskan ciuman Kevin karena mendengar bunyi ponsel tersebut.


Kevin terus saja mengecap bibir Ry tanpa memperdulikan bunyi ponsel tersebut. Ry yang kesal karena Kevin tidak melepaskan ciuman akhirnya Ry mengigit bibir Kevin.


"Aww." Kevin langsung melepas ciuman saat mendapatkan gigitan di bibir nya.


Setelah ciuman tersebut lepas Ry segera mengambil nafas sebanyak-banyaknya. Sedangkan Kevin meringis kesakitan karena bibirnya di gigit oleh Ry. Akhirnya bunyi ponsel tersebut berhenti berbunyi, Ry merasa legah karena ponsel tersebut sudah tidak berbunyi lagi.


"Sakit ya?"Ry memegang bibir Kevin yang terkena gigitannya


"Ya sakitlah pakai nanya lagi." Kebun menepis tangan Ry dari bibir nya lalu Kevin bangkit dari tubuh Ry.


"Maaf, Ry gak sengaja tadi gigit bibir mase." Ry bangun dari tidur lalu Ry duduk di atas tempat tidur sambil menundukkan kepalanya, Ry tidak berani melihat ke arah Kevin.


"Heleh pasti kalau sengajakan gigit bibir aku sampai kayak gini. " Kevin naik ke atas tempat tidur lalu dia duduk di atas tempat tidur dengan posisi yang berhadapan dengan Ry.


"Ih Ry gak sengaja gigit bibir mase," kata Ry.


"Baiklah kalau kamu tidak mau mengaku." Kevin memajukan wajah agar mendekati wajah Ry. Kevin menghujani bibir Ry dengan ciuman bertubi-tubi.


Sehingga membuat Ry kewalahan menerima ciuman bibir Kevin secara bertubi-tubi. Kevin memperdalam ciuman sambil tangannya memegang tengkuk kepala Ry. Tiba-tiba terdengar bunyi ponsel yang begitu nyaring di telinga.

__ADS_1


"Ah, siapa sih ganggu aja?" Kevin melepaskan ciumannya di bibir Ry, dengan kesal Kevil mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


Drrrtt........ Drrrtt


"Assalamu'alaikum papa." Mata Kevin membulat saat melihat nama penelepon tersebut tertulis papa mertua di kontak ponseRy Kevin.


"Walaikumsalam nak Kevin, Mentary ada dimana? soalnya tadi papa telpon gak di angkat oleh sama Mentary, " tanya papa.


"Mentary nya ada di sebelah aku, sebentar ya papa aku kasih ponselnya dengan Mentary dulu." Kevin memberikan ponselnya kepada Ry.


"Assalamu'alaikum papa." Ry mengambil ponsel dari tangan Kevin, Ry memegang ponsel tersebut sambil meletakkan ponselnya di telinga.


"Walaikumsalam, adek udah makan?" tanya papa.


"Udah, papa udah nyampe mana?" tanya Ry.


"Papa dan mama udah sampai rumah," jawab Papa.


"Alhamdulillah kalau papa dan mama udah nyampe rumah dengan selamat." Ry merasa bersyukur mendengar kedua orang tuanya sudah sampai di rumah dengan keadaan selamat.


"Ry sedang duduk sambil baca buku kuliah," jawab Ry.


"Nak Kevin sedang apa?" tanya papa.


"Duduk di samping Ry," jawab Ry.


"Kalian sedang berada dimana?" tanya papa


"Dalam kamar," jawab Ry.


"Adek kasih ponsel sama nak Kevin, ada yang mau papa bicarakan ama nak Kevin," kata papa.


"Baiklah papa, mase ini papa mau ngomong." Ry memberikan ponsel tersebut ama Kevin.


"Iya papa ini Kevin." Kevin mengambil ponsel dari tangan Ry lalu Kevin memegang ponsel tersebut sambil meletakkan ponsel tersebut ketelinga.

__ADS_1


"Maafin papa ya nak Kevin tadi pasti gangguin kalian berdua sedang ngobrol." Papa yang merasa tidak enak terhadap Kevin.


"Gak ganggu sama sekali papa, lagian kita juga gak lagi ngobrol tadi papa." Kevin terpaksa berbohong kepada papa Ry mengatakan bahwa tadi mereka sedang tidak mengobrol. Ry sedang sibuk membaca buku sedang Kevin sedang merebahkan badannya di atas kasur.


"Ya sudah kalau begitu papa mama mau istirahat dulu nak Kevin, Walaikumsalam," kata papa.


"Selamat beristirahat papa dan mama, assalamu'alaikum." Setelah mengatakan itu papa memutuskan panggil telpon.


Esokan Paginya mereka semua sudah selesai sarapan pagi. Ry berpamitan kepada mbah Milah, bunda dan Kevin untuk berangkat ke kampus.


"Embem berangkat ke kampus ama siapa?" tanya mbah Milah.


"Sendiria," jawab Ry.


"Jadi selama ini embem berangkat ke kampus sendirian, mulai hari ini Kevin akan mengantar dan menjemput embem ke kampus," kata mbah Milah.


"Tapi aku itu harus bertugas jadi tidak bisa mengantar dan menjemput Tary." Kevin menolak mengantar dan menjemput Ry.


"Lagian Tary itu sudah besar ibu bukan anak Tk yang harus di antar dan di jemput oleh Kevin. Lihat saja Jojo berangkat kesekolah seorang diri." Bunda membela Kevin siapa tidak mengantar Ry, bunda merasa tidak suka kalau Kevin mengantar dan menjemput Ry.


"Benar mbah Milah yang tante dan Kevin ucapan itu." Ry juga membenarkan ucapan bunda dan Kevin.


"Apa embem memanggil bunda Kevin dengan sebutan tante?" Mbah Milah melihat ke arah bunda.


"Eh itu tidak benar mbah Milah, kayak mbah Milah salah dengar." Ry mengerutuki kebodohannya yang keceplosan memanggil bunda Kevin dengan sebutan tante sehingga hal itu membuat mbah Milah merasa curiga terhadap bunda Kevin dan Ry.


"Pokoknya mbah tidak mau tahu Kevin harus mengantar dan menjemput Ry di kampus." Mbah Milah memaksa Kevin untuk melakukan hal tersebut. Mbah Milah sengaja melakukan hal tersebut, karena dia tidak ingin ada laki-laki lain yang mencoba mengoda dan menginginkan Ry untuk menjadi pendampingnya.


Akhirnya dengan berat hati Kevin mengendarai motor patroli sambil memboncengi Ry.


Brum..... Brum


Kevin dengan sengaja menarik gas sehingga tubuh Ry maju kedepan lalu Kevin menarik tangan Ry. Kevin menarik tangan Ry agar melingkar di pinggang Kevin. Sepanjang perjalanan menuju kampus berapa pengendar kendaraan lainnya terus saja melihat ke arah Ry dan Kevin.


Ry yang merasa malu menjadi pusat perhatian pengendara kendaraan lainnya, Ry menyembunyikan wajahnya di punggung Kevin. Ry merasakan malu saat beberapa pengendara kendaraan melihat ke arah dirinya dengan tatapan sinis. Mereka seperti tidak menyukai Ry di bonceng oleh Kevin. Apa lagi saat memboceng Ry, Kevin memakai pakaian seragam polisinya sehingga membuat para kaum hawa tidak menyukai Ry mereka merasa Ry ialah saingan mereka.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2