Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Finger Heart


__ADS_3

"Ya Allah berikan aku seseorang, seseorang yang saling menerima kekurangan, saling sayang dan sama-sama takut kehilangan."


Papi Bie melihat putra kesayangan sedang berbicara serius dengan papa Ry yang merupakan temannya. Papa Bie yang penasaran akhirnya berdiri dari kursi lalu dia berjalan menghampiri mereka.


"Sebenarnya ini ada apa? kenapa kalian terlihat begitu serius berbicara." Papi Bie sudah berada di samping putranya.


"Ini putra kamu, protes soal pernikahan yang berlangsung 6 bulan lagi. Dia bilang itu terlalu lama," Kata papa.


"Apa itu benar Bie?" Papi menatap mata Bie dengan penuh tanya.


"Iya, apa pernikahan kami gak bisa di cepat jadi dua bulan lagi pi?" tanya Bie.


"Tidak." Jawab papi dan papa setentak.


"Kenapa tidak bisa pi?" tanya Bie.


"Kami sudah mencari hari baik pernikahan kalian dari Primbon Jawa, selain itu kamu itu putra satu-satunya papi dan Ry putri bungsu Dikin sehingga resepsi pernikahan kalian akan dia adakan dengan meriah. Butuh waktu yang lama untuk mempersiapkan resepsi pernikahan kalian berdua.Sudah lah Bie nurut aja nantik kamu juga tinggal duduk aja jadi raja sehari." Papi menyuruh Bie untuk menurut dengan semua yang sudah mereka atur.


"Iya pi." Bie pun menuruti ucapan papi.


"Acara pertunangan putri saya Mentary Tri Putri dengan Habie Aprilio Saputra sudah selesai, mereka akan menikah 6 bulan lagi dari sekarang. Kepada semua orang yang berada di ruangan ini saya persilahkan untuk mencicipi makanan dan minuman yang telah di hidangkan oleh layanan hotel." Papa yang berbicara mengunakan mikrofon.


"Selamat menikmati makan dan minuman yang telah di sajikan dari pihak hotel." Setelah mengatakan itu papa mematikan mikrofon, papa dan papi berjalan mereka berjalan ke arah kursinya yang tadi.


"Ayo, ikut aku Ry!" Bie menarik tangan Ry untuk mengikuti dia, mereka berjalan sambil bergandengan tangan.


"Kita mau kemana?" abang Bie jalannya pelan-pelan."Ry yang kesusahan berjalan karena mengunakan rok panjang dan high heels sehingga dia tidak leluasa untuk berjalan.


"Oops maaf aku lupa. " Bie berhenti berjalan lalu dia menoleh ke arah samping, dia melihat Ry dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sehingga dia baru sadar bahwa hari ini Ry terlihat lebih cantik dari biasa. Hari ini Bie melihat Ry yang terlihat feminim dan anggun karena mengenakan baju kebaya dengan rok dan sendal high heels.


"Cantik."


"Jadi kemarin-kemarin Ry jelek maksudnya." Ry berbicara dengan bibir yang mengerucut.


"Bukan begitu. Kamu itu sudah cantik saat pertama kali jadi calon mahasiswa maka aku udah suka sama kamu. Kalau kamu itu tidak cantik mana mungkin aku nungguin kamu sampai 3 tahun." Bie mecoba menyakinkan Ry dengan tatapan matanya. Bie yang melihat bibir Ry mengerucut itu jadi ingin di cium.


"Jadi abang Bie suka sama Ry karena Ry cantik?" tanya Ry.


"Ayo kita bicara di tempat lain!" Bie menggandeng tangan Ry sambil berjalan.


Mereka sudah berada di taman hotel, terlihat suasana taman hotel yang tampak sepi. Bie dan Ry posisi nya berdiri saling berhadapan.


"Apa yang abang Bie suka dari Ry?" Ry menatap Bie.


"Kamu itu cantik, baik, sopan, sabar, pengertian, pintar, suka menolong dan dewasa berpikir." Bie memegang tangan Ry. Bie menundukkan kepalanya lalu dia mengecup punggung tangan Ry.

__ADS_1


Cup


"I Love Ry."


"Jadi itu membuat abang Bie suka sama Ry." Ry tersenyum sambil wajahnya tersipu malu mendapatkan perilakuan romantis dari Bie yang dua bulan ini membuat Ry susah tidur karena memikirkannya.


"Ry aku mau tanya, apa boleh?" Bie yang wajahnya tampak serius saat berbicara kepada Ry.


"Boleh abang Bie mau tanya apa?" Jantung Ry berdetak lebih kencang karena Bie mau menayakan sesuatu kepada Ry. Abang Bie mau tanya apa ya? kok Ry jadi degdeg kan batin Ry.


"Kamu tahu gak apa bedanya cincin ini sama kamu?" Bie mengangkat tangan Ry lalu dia menujukan cincin yang melingkar di jari manis Ry.


"Tahu lah, kalau cincin benda sedangkan Ry manusia."


"Salah, kalau cincin ini melekat di jadi manis Ry dan kalau Ry melekat di hati aku." Saat Bie berbicara dia meletakkan tangan Ry di dadanya.


"Ah, abang bisa aja nih." Ry berbicara dengan suara yang manja kepada Bie.


"Ry tahu gak apa bedanya kamu dengan jarum jam?" Bie senang mendengar suara Ry yang manja karena baru kali ini dia mendengar suara Ry yang manja.


"Tunggu Ry mikir dulu." Ry pun sedang memikirkan jawab pertanyaan Bie.


"Aku hitung ya sampai 10, satu dua tiga empat lima enam tujuh delapan sembilan sepuluh, kamu udah tahu?"


"Gak, Ry nyerah."


"Ckckckck gombal." Wajah Ry tampak bahagia mendapatkan gombalan dari Bie yang sudah berstatus calon suami.


"Kuda-kuda apa yang bikin senang?"


"Kudatang tiba-tiba kerumah abang Bie." Ry yang asal menjawab pertanyaan Bie.


"Salah lagi, Kudapat calon istri seperti kamu." Bie begitu tampak bahagia senyum sumringah sambil mengelus pipi Ry.


"Abang Bie kos apa yang paling bikin betah?"


"Bikos I love you."


"Ah abang Bie kok tahu sih." Ry wajahnya berubah menjadi cemberut.


"Hahahah. Gombalan itu udah pasaran Ry jadi aku udah tahu." Bie yang tertawa setelah mendengar ucapan Ry.


"Harus abang pura-pura gak tahu aja tadi buat nyenangin hati Ry."


"Maafin aku ya Ry." Bie berhenti tertawa segera meminta maaf kepada Ry.

__ADS_1


"Iya." Ry berbicara dengan ketus.


"Ya udah kalau gitu kita ulang lagi gimana?"


"Udah gak mood Ry."


"Ry aku mau tanya nih?"


"Tanya aja lagi." Ry yang terlibat cuek karena dia yakin bahwa Bie akan mengeluarkan gomballnya kepada Ry.


"Sebenarnya kamu itu cinta gak sih sama aku?" Bie yang penasaran akhirnya bertanya kepada Ry.


"Kalau gak cinta mana mau Ry tunangan ama abang Bie."


"Bisa saja kamu menerima pertunangan kita ini lantaran kita sudah di jodohkan oleh kedua orang tua kita."


"Sebenarnya saat Ry menyuruh abang Bie datang ke acara wisuda Ry. Ry mau memperkenalkan abang kepada kedua orang tua Ry.Abang pasti udah sering dan muak mendengar alasan penolakan Ry terhadap pernyataan cinta abang. Ry selalu menolak abang dengan alasan yang sama yaitu Ry dilarang pacaran sampai lulus kuliah. Maka nya itu saat Ry wisuda Ry mau memperkenalkan abang kepada orang tua Ry kalau mereka setuju Ry ingin menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius seperti bertunang dengan abang."


"Kalau mereka tidak setuju bagaimana?"


"Kita akan berjuang bersama-sama untuk mendapatkan restu dari kedua orang tua Ry." Ry memegang tangan Bie.


"Kasih tahu aku apa alasan kita harus berjuang mendapatkan restu kedua orang tua kamu?"


"Karena kita berdua saling mencintai."


"Lah kok berdua, bukan kah cuma aku saja yang mencintai kamu."


"Ah, abang menyebalkan."


"Ry itu cinta sama abang Bie."


"Saranghae ❤." Ry membentuk emot love mengunakan jari jempol dan jadi telunjuknya.



"Ah, saranghae itu apa?" Bie yang berpura-pura tidak mengetahui arti bahasa Korea tersebut.


"Ah masak abang gak tahu sih arti nya aku cinta kamu." Posisi jari Ry masih membentuk Finger Love.


"Aku juga cinta kamu." Bie menatap Ry dengan tatapan penuh cinta.


Entah keberanian dari mana tiba-tiba Ry mendekat bibir nya ke pipi Bie.


Cup

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2