
"Lebih baik di anggap orang bodoh tapi tahu cara memanusiakan manusia yang selalu mengutamakan etika. Dari pada di anggap orang pintar tapi selalu merendahkan orang lain dan menganggap dirinya paling tinggi."
Pagi harinya suara adzan berkumandang dari mesjid yang letaknya tidak jauh dari rumah orang tua Kevin. Ry yang mendengarkan suara adzan tersebut membuka kedua matanya secara berlahan-lahan. Saat kedua mata Ry sudah terbuka Ry menoleh ke arah samping.
Saat Ry menoleh ke arah samping, Ry tidak menemukan keberadaan Kevin di tempat tersebut. Ry melihat tempat tersebut kosong, sehingga wajah Ry berubah menjadi Kecewa karena tidak mendapati Kevin di tempat tersebut.
Ry mengira bahwa Kevin tadi malam menginap di rumah temannya sehingga Kevin tidak pulang kerumah. Ry berpikir mungkin Kevin memang sedang menghindari dirinya makanya memutuskan untuk menginap di rumah temannya.
Ry merasa kebelet pipis segera bangun dari tempat tidur. Ry berjalan tergesa ke arah kamar mandi. Sesampainya di depan pintu kamar mandi Ry membuka pintu kamar mandi.
"Aw aw aw." Ry masuk ke dalam kamar mandi, saat Ry masuk ke dalam kamar mandi. Dia berteriak karena melihat Kevin berada di dalam kamar mandi.
"Kamu bisa diam gak sih." Kevin terkejut melihat Ry sudah berada di dalam kamar mandi bersama dirinya. Kevin segera menghampiri Ry lalu dia menuntut mulut Ry dengan kedua tangannya.
"Apa kamu mau membuat bunda dan Jojo terbangun karena mendengar teriakan mu?" Kevin sengaja menutup mulut Ry agar tidak berteriak membangunkan bunda dan Jojo.
Ry hanya bisa menggelengkan kepalanya sebagai bahasa isyarat yang dia pakai untuk menjawab pertanyaan Kevin.
"Aku akan lepaskan tangan aku dari mulut kamu, tapi kamu jangan teriak lagi," kata Kevin.
Ry mengangguk kepalanya sebagai tanda bahwa dia tidak akan berteriak lagi. Kevin yang melihat Ry menganggukkan kepalanya segera melepaskan tangannya dari mulut Ry.
"Kamu kenapa bisa masuk ke sini?" tanya Kevin.
"Lagian mase kalau mandi itu pintunya di kunci." Ry membuang wajahnya melihat ke arah lain.
"Kamu kok tahu kalau aku lagi mandi?" Kevin penasaran dengan Ry yang bisa mengetahui bahwa dia lagi mandi.
"Soalnya mase itu cuma pakai semvak aja." Setelah mengatakan itu Ry membalikkan badan lalu dia segera berjalan keluar dari kamar mandi.
Ry yang sudah berada di luar kamar mandi segera menutup pintu kamar mandi dengan keras sehingga menimbulkan bunyi.
Brak.............. Brak
Sementara Kevin yang berada di dalam kamar mandi terkejut mendengar suara pintu kamar mandi yang di tutup kencang oleh Ry.
"Untung aja aku gak punya riwayat sakit jantung." Kevin yang masih shock di dalam kamar mandi.
"Maaf Ry gak sengaja nutup pintu kuat." Ry meminta maaf karena tidak sengaja menutup pintu kamar mandi dengan kuat.
__ADS_1
"Untung aja pintu kamar mandi gak rusak karena kamu," kata Kevin.
"Mase cepat mandinya." Ry yang berdiri di depan pintu kamar mandi sambil menahan sesuatu yang sudah berada di ujung.
"Kenapa memang nya?" Kevin membalikkan badannya lalu dia mengosongkan sabun di seluruh anggota badannya.
"Ry udah gak tahan nih," kata Ry
"Kalau udah gak tahan masuk aja pintu kamar mandi juga gak aku kunci." Kevin yang mendengar Ry berkata tidak tahan, pikiran Kevin menjadi travelling dia mengira Ry sudah tidak tahan buat mandi bareng dengan dirinya. Maka dengan senang hati Kevin juga mau mandi bareng dengan Ry.
"Gak mau entar mase ngitip." Ry yang menolak masuk kamar mandi, Ry gak mau pipis di hadapan Kevin yang ada Kevin bakal ngelihat kue cubit Ry.
"Kamu aja tadi udah ngelihat aku cuma pakai semvak sekarang gantian dong." Kevin mengambil gayung yang berada di bak mandi lalu dia mengguyur air dari gayung tersebut ke atas kepalanya.
Byur........... Byur
Kevin menguyur air yang ada di gayung tersebut di badannya. Kevin segera menyelesaikan ritual mandi karena dari tadi mendengar teriakan Ry yang meminta dirinya untuk menyelesaikan ritual mandi dengan cepat.
Siang harianya...........
Setelah dagang bunda habis lalu Ry membawa semua peralatan yang kotor ke dapur. Saat Ry berjalan membawa peralatan kotor menuju ke arah dapur. Ry berpapasan dengan Kevin di ruangan tamu.
"Mase mau kemana?" Ry berhenti berjalan lalu Ry melihat ke arah Kevin.
"Mase mau ngantar bunda kemana?" tanya Ry.
"Ke tempat arisan." Kevin melewati Ry begitu saja.
"Mase tunggu." Ry yang melihat Kevin berjalan melewatinya begitu saja, Ry segera memanggil Kevin karena ada hal yang mau Ry bicarakan.
"Ada apa?" Kevin menghentikan langkah kakinya, lalu dia membalikkan badan menoleh ke arah Ry.
"Mase, apa Ry boleh pergi nantik?" tanya Ry.
"Kamu mau pergi kemana?" tanya Kevin.
"Toko pakaian," jawab Ry.
"Apa kamu mau beli baju baru?" tanya Kevin.
__ADS_1
"Ry mau beli pakaian buat kuliah," jawab Ry.
"Kemeja putih dan celana panjang warna hitam ya?" tanya Kevin.
"Iya mase," jawab Ry.
"Kalau itu sih ada, ambil aja di lemari kamar." Kevin mengatakan untuk mengambil pakaian tersebut di lemari pakaian.
"Iya." Ry membalikkan badan lalu dia berjalan ke arah dapur membawa semua peralatan kotor tersebut.
Kevin sedang duduk di kursi yang berada di teras sambil membalas chat dari Asa.
Tak................. Tak
Suara langkah kaki Ry yang berjalan melewati pintu rumah.
"Apa pakaian ini yang mase maksud?" Ry sudah berada di teras menujukan pakaian yang berada di anger tersebut kepada Kevin.
"Iya, itu masih baru belum pernah aku pakai." Kevin menoleh ke arah Ry lalu dia mengangguk kepalanya.
"Yang ada kalau Ry pakai ini, Ry bisa tengelam. Nih coba lihat mase." Ry meletakkan kemeja berwarna putih tersebut di depan badannya.
"Hahaha, Iya pakaian kedodoran ama kamu." Kevin tertawa sambil melihat ke arah Ry, kemeja berwarna putih tersebut tampak kedodoran saat berada di depan badan Ry.
"Udah puas ketawanya?" Ry menatap Kevin dengan tatapan kesal.
"Udah, kalau begitu kamu beli aja." Kevin berhenti tertawa lalu dia menyuruh Ry membeli pakaian tersebut.
"Jadi Ry boleh pergi beli pakaian untuk kuliahnya?" tanya Ry.
"Boleh, tapi apa kamu tahu belinya di toko mana?" tanya Kevin.
"Di toko pakaian lah," jawab Ry.
"Apa kamu tahu nama jalan toko tersebut?" tanya Kevin.
"Gak tahu," jawab Ry.
"Apa kamu sudah pernah Berkeliling-keliling kota P?" tanya Kevin.
__ADS_1
"Belum, seminggu yang lalu ada seorang laki-laki yang berjanji mau ngajak Ry pergi Berkeliling-keliling kota P. Tetapi dia mendadak amnesia makanya udah tidak ingat lagi dengan janjinya." Ry sengaja menyindir Kevin, agar Kevin ingat dengan janjinya kepada Ry.
...~ Bersambung ~...