
"Pake keranjang beli jus, pulangnya beli perhiasan kukira kamu serius, ternyata pelampiasan."
Bunda masuk ke dalam kamar Kevin lalu Bunda menyalakan lampu kamar Kevin.
"Pantas aja tadi kamu lambat buka pintunya, ternyata ada dia. Bunda juga lupa kalau sekarang kamu sudah menikah." Bunda menujukan jarinya ke arah tempat tidur Kevin, Ry. yang masih tertidur dengan posisi miring ke kiri.
"Apa bunda mau kepasar sekarang?" tanya Kevin.
"Iya, tapi bunda mau membangunkan istri kamu dulu." Bunda berjalan mendekati tempat tidur Kevin.
"Gak usah, biar aku aja yang bangun Tary." Kevin memegang tangan bunda.
"Baiklah, bangunkan istri kamu itu." Bunda berhenti berjalan lalu dia membalikkan badannya.
"Baiklah, sekarang bunda keluar dulu ya dari kamar aku." Kevin meminta bunda keluar dari kamarnya.
"Ini bunda mau keluar, setelah itu kamu mandi." Bunda menyuruh Kevin untuk mandi setelah itu bunda keluar dari kamar Kevin.
Setelah bunda keluar dari kamarnya Kevin segera menutup pintu kamar lalu dia mengunci pintu kamarnya. Kevin berjalan ke arah tempat tidurnya, Kevin yang sudah berdiri di samping tempat tidur lalu dia naik naik ke atas tempat tidur.
Kevin duduk di atas tempat tidur sambil memperhatikan wajah Ry. Kevin memperhatikan wajah Ry yang terlihat seperti bakpau sehingga tampak mengemaskan.
"Tary bangun."
"Tary bangun." Kevin menarik selimut yang menutupi badan Ry.
"Tary bangun." Kevin sudah tiga kali memanggil nama Tary untuk membangunkan Ry dari tidur.
"Ah nih anak tidur kayak kerbau, dari tadi di bangunin tapi gak bangun-bangun." Kevin yang bergumam dari tadi berusaha untuk membangunkan Ry dari tidurnya tetapi Ry tidak juga bangun.
Kevin melihat ke arah pipi Ry yang mengemaskan, sehingga membuat Kevin tidak tahan lagi untuk mencubit pipi Ry.
"Chubby bangun." Kevin mencubit kedua pipi Ry secara bersama-samaan dengan kedua tangannya.
"Aww sakit." Ry merasakan ke sakitan saat pipinya di cubit oleh Kevin, dia segera membuka kedua matanya ke arah Kevin. Dia segera menepis tangan Kevin yang ada pada pipinya.
"Akhirnya kamu bangun juga." Kevin terlihat santai saat Ry menatap ke arahnya.
"Emang ini jam berapa?" tanya Ry.
__ADS_1
"Pukul 04.00 wib." Kevin melihat ke arah jam dinding yang berada di dinding kamarnya.
"Apa?" Ry terpekik mendengar masih dini hari tapi Kevin sudah membangunkannya.
"Hei, gak usah teriak-teriak telinga aku jadi sakit," kata Kevin.
"Mase kenapa sih bangunin Ry jam segini?" Ry terlihat kesal karena lagi nyenyak tidur malah di bangunin oleh Kevin.
"Sekarang aku tanya kamu itu tinggal di rumah siapa?" tanya Kevin.
"Rumah orang tua mase," jawab Ry.
"Kalau kamu mau tinggal di sini, kamu harus ikutin aturan di sini salah satu bangun jam segini dan membantu bunda mengerjakan semua perkerjaan rumah tangga." Kevin berbicara dengan nada yang lantang dan tegas.
"Baiklah mase." Ry yang sadar diri kalau lagi tinggal menumpang dengan Kevin. Ry bangun dari tidur lalu dia duduk diatas tempat tidur.
"Terus kenapa kamu masih duduk di situ?"Kevin turun dari tempat tidur lalu dia melihat ke arah Ry yang masih duduk di atas tempat tidur.
"Emang gak boleh Ry duduk di sini?" tanya Ry.
"Sana kamu cuci muka terus gosok gigi setelah itu kamu bantu bunda di dapur," jawab Kevin.
"Assalamu'alaikum." Bunda yang sudah berdiri di depan pintu menurunkan barang belanjannya. Bunda yang hendak mengetuk pintu rumahnya.
"Walaikumsalam bunda." Jojo membuka pintu rumahnya lalu dia menyalim punggung tangan bunda.
"Tary mana?" Kevin berjalan sambil meneteng kantong plastik di kedua tangannya yang penuh. Kevin sudah berada di samping Bunda dengan membawa kantong plastik di kedua tangannya.
"Ada di dalam, kenapa mas udah kangen ama mbak Ry?" Jojo menatap wajah Kevin.
"Gak, aku masuk dulu." Kevin berjalan masuk sambil membawak kantong plastik di kedua tangannya.
"Mas itu lain di mulut lain di hatinya. Di mulut bilang gak kangen tapi hatinya pasti dia kangen tuh buktinya masuk ke rumah gak ngucapin salam malam langsung nyari istrinya," kata Jojo.
"Sudah tidak usah di urus masalah mas Kevin, tuh bawakan belanja bunda." Bunda berjalan masuk ke dalam rumah.
Kevin berjalan sambil membawak barang belanja ke arah dapur. Sesampainya Kevin di dapur dia melihat Ry.
"Kamu sedang apa?" Kevin meletakkan barang belanja di atas lantai.
__ADS_1
"Eh, mase udah pulang." Ry membalikkan badan melihat ke arah Kevin.
"Kamu lagi ngapain?" Kevin menarik kursi lalu dia duduk mendudukkan pantatnya di atas kursi tersebut.
"Nyuci piring, kenapa mase?" tanya Ry.
"Aku haus mau minum," jawab Kevin.
"Mase mau minum apa kopi, teh, susu?" tanya Ry.
"Susu." Kevin melihat ke arah bagian dada Ry, yang terlihat menonjol.
"Mau susu apa?" tanya Ry.
"Susu dari sumber nya." Pikiran Kevin yang dari tadi tertuju pada pabrik susu milik Ry.
"Kalau gitu mase pergi aja ke sumber susu itu." Ry membalikkan badan lalu dia melanjutkan mencuci peralatan yang kotor yang berada di westafel tersebut.
Setelah mendengarkan perkataan Ry lalu Kevin berdiri dari kursi tersebut. Kevin berjalan mendekat ke arah Ry. Ry yang sudah selesai mencuci semua peralatan lalu dia mematikan air dari kran.
"Mase ngapain di sini?" Ry terkejut saat membalikkan badan melihat Kevin yang sudah berada di hadapannya.
"Mau minum susu dari pabriknya secara langsung." Kevin memajukan langkahnya agar mendekat badan Ry.
"Di sini mana ada pabrik susu." Ry berjalan memundur.
"Ada." Kevin terus saja melangkahkan kakinya mendekat ke arah sehingga posisi Ry sudah mentok di belakang westafel. Kevin memojokan Ry dengan menundukkan kepalanya agar mendekati ke arah wajah Ry yang hanya berjarak berapa centimeter.
"Dimana? kok Ry gak tahu." Ry yang masih polos tidak mengerti dengan pikiran Kevin yang sudah travelling.
"Itu." Kevin menujukan kedua pabrik susu milik Ry dengan mengunakan bibir yang di majukan.
"Ah dasar mase mesum." Ry melihat ke arah yang di tunjukkan Kevin, Ry terkejut setelah mengetahui pabrik susu yang di maksud.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Bunda yang sudah berada di dapur melihat ke arah dua orang yang sedang berdiri saling berhadapan. Bunda melihat punggung Kevin dengan posisi kepalanya yang sedang menunduk. Bunda yang melihat dari belakang mengira bahwa Kevin sedang bercium dengan Ry.
"Itu bunda mata Tary kelilipan debu makanya aku tuip." Kevin segera membalikkan badan melihat ke arah Bunda.
"Benarkah itu Ry?" Bunda melihat ke arah Ry.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...