Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
PakPol Tampan


__ADS_3

"Aku tidak mencari yang sempurna, aku hanya butuh seseorang yang bisa membuatku merasa aku satu satunya bukan salah satunya."


Drrrtt......... Drrrtt


"Hallo, pakpol tampan." Kata si penelepon yang berada di kota yang berbeda dengan si penerima telpon.


"Hallo, juga buk dokter cantik." Si penerima telpon tersebut ialah Kevin.


"Pakpol tampan udah makan?" si penelepon tersebut ialah sang kekasih yang beberapa hari tidak memberikan kabar kepada Kevin.


"Belum, kalau buk dokter cantik udah makan atau belum?" Kevin yang duduk di bangku yang berada di dalam pos polisi.


"Udah, pakpol tampan kok belum makan?" tanya Asa.


"Nungguin teman," jawab Kevin.


"Kok makan harus nungguin teman?" tanya Asa.


"Teman aku yang beli nasi padang tadi kayak di pergi kepadang habis udah satu jam belum juga balik ke pos buk dokter cantik." Kevin menjelaskan kepada Asa.


"Pakpol tampan pesan gofood aja."Asa memberikan saran untuk mesan gofood kepada Kevin.


"Gak usah." Kevin menolak untuk memesan gofood.


"Lah terus pakpol tampan mau menunggu dia sampai datang baru makan," kata Asa.


"Gak, nih aku mau makan buk dokter cantik." Kevin meletakkan kantong plastik di atas meja.


"Pak pol mau makan angin?" tanya Asa.


"Ya bukan lah, aku makan nasi padang buk dokter cantik." Kevin yang terkekeh mendengar perkataan Asa, dia mengeluarkan nasi padang dari kantong plastik. Dia membuka nasi padang tersebut di atas meja.


"Nasi padang dari mana pakpol tampan?" Asa yang merasa khwatir sang kekasih di kasih nasi padang ama polwan cantik di sana.


"Dari seorang buk dokter cantik, " jawab Kevin.


"Perempuan atau laki-laki?" Asa yang penasaran segera bertahan jenis kelamin orang yang memberi sang kekasih nasi padang.


"Laki-laki, menangnya kenapa?" tanya Kevin.


"Aku cuma nanya aja, emang gak boleh aku nanya?" tanya Asa.


"Boleh, beberapa hari gak ngasih aku kabar buk dokter cantik kemana aja?" tanya Kevin.


"Maaf pakpol tampan, aku lagi sibuk ngurusin pasien," jawab Asa.


"Pasien atau pacar baru?" tanya Kevin.


"Ya pasien lah, kan udah tugas aku sebagai dokter harus menyelamatkan nyawa pasien dan menyembuhkan pasien," jawab Asa.

__ADS_1


"Buk dokter cantik sekarang lagi ngapain?" Kevin mengalihkan pembicaraan dia tidak mau ribut dengan sang kekasih hanya karena masalah. sepele.


"Ini aku lagi mau jalan ke ruangan kerja," jawab Asa.


"Buk dokter cantik mau kembali berkerja?" tanya Kevin.


"Iya,aku mau kembali bekerja dulu ya pakpol tampan," kata Asa.


"I miss you." Setelah Kevin mengatakan itu panggillan telpon di putus oleh sang kekasih. Kevin memasukkan ponsel ke atas meja, lalu dia berdiri sambil mengambil air yang berada di atas meja. Dia mencuci tangannya sampai bersih setelah itu dia makan.


Tap........... Tap


Langkah kaki Arlan yang berjalan sambil membawa kantong plastik masuk ke dalam pos polisi.


"Lah, kok kamu udah makan." Arlan yang berdiri di hadapan Kevin.


"Habis kelamaan nungguin kamu, beli nasi padang di padang kamu?" Kevin yang sudah selesai makan lalu dia memasukkan bungkus nasi padang ke dalam kantong plastik.


"Hehehe, maaf." Arlan memegang tengkuk kepalanya yang tidak gatal.


"Sebenarnya kamu itu kemana aja dari tadi?" Kevin berdiri dari kursinya lalu dia mencuci tangannya.


"Aku makan di RM Padang," jawab Arlan.


"Kamu makan ama siapa?" Kevin yang sudah selesai mencuci tangan.


"Pasti cewek yang waktu itu kan?" tanya Kevin.


"Iya, kok kamu tahu aja?" Arlan yang terkejut saat Kevin mengetahui bahwa dia makan bersama Bulan.


"Pantas aja kamu lama makannya, ternyata malah pacaran. Kamu tahu aku tadi nungguin kamu sampai kelaparan." Kevin yang wajahnya berubah menjadi kesal.


"Lah terus itu nasi padang yang kamu makan dari siapa?" tanya Arlan.


"Seorang," jawab Kevin.


"Pasti dari cewek yang naksir ama kamu," tebakan Arlan.


"Bukan, ini dari Seorang pria," jawab Kevin.


"Terus, gimana dengan nasi padang ini?" Arlan yang menujukan kantong plastik yang dia bawa.


"Sini buat aku." Kevin mengambil kantong plastik dari tangan Arlan.


"Kamu masih lapar?" tanya Arlan.


"Gak."Kevin berjalan sambil membawa kantong plastik tersebut.


"Eh, kamu mau kemana?" tanya Arlan.

__ADS_1


"Aku mau pergi, sekarang gantian kamu jaga pos." Kevin berjalan terus tanpa menoleh ke arah Arlan.


Kevin mengendarai motor nya ke arah komplek. perumahan yang berada di dekat pos polisi. Saat Kevin sedang mengendarai motor polisi, dia melihat seorang ibuk yang sedang mengumpulkan botol-botol bekas.


Kevin yang melihat itu lalu dia segera memberhentikan motornya. Dia menjadi teringat oleh ibunya yang sekarang berada di kota P. Kevin memikirkan motornya lalu dia turun dari motor sambil membawa kantong plastik terus.


"Ibuk sedang apa?" Kevin yang menghampiri si ibuk tersebut.


"Ampun pak polisi saya tidak mencuri, jangan tangkap saya pak polisi." Si ibuk tersebut terkejut saat melihat pak polisi sudah berada di sampingnya. Si ibuk tersebut langsung merasa ketakutan saat melihat pak polisi berdiri di samping nya.


"Saya tidak akan menangkap ibuk, jadi ibuk tidak perlu takut kepada saya." Kevin yang berbicara dengan sopan dan lemah lembut kepada si ibuk tersebut.


"T... api," kata si ibuk tersebut.


"Apa yang sedang ibuk lakukan?" tanya Kevin.


"Saya sedang mengumpulkan botol-botol bekas pak polisi," jawab si ibuk tersebut.


"Apa ibuk sudah makan?" tanya Kevin.


"Belum." Si ibuk tersebut menggelengkan kepala nya.


"Kalau begitu ini buat ibu, tolong di terima." Kevin memberikan kantong plastik tersebut kepada si ibuk.


"Iya, terima kasih pak polisi." Si ibuk tersebut mengambil kantong plastik dari tangan pak polisi.


"Sama-sama, ini saya ada sedikit rezeki buat ibuk." Kevin memberikan tiga lembar uang kertas berwarna biru kepada si ibuk tersebut.


"Terimakasih pak polisi, semoga Allah membalas kebaikan pak polisi." Si ibu tersebut mengambil uang dari tangan Kevin.


"Aamiin, Sama-sama. Kalau begitu saya pamit dulu ibuk." Setelah berpamitan Kevin kembali mengendarai motor nya.


Motor yang Kevin kendarai sudah berada di jalan komplek perumahan.


Brum........ Brum


Tiba-tiba saja ada sebuah motor sport berwarna biru melajukan motornya secara kecencang mendahului motor Kevin.



Kevin menambah kecepatan motornya untuk bisa mengejar motor sport berwarna biru tersebut. Motor tersebut yang melihat dari kaca spion kalau motornya sedang di kejar oleh motor pak polisi menambah kecepatan motornya.


Kevin yang terus mengejar motor sport tersebut, hingga akhirnya dia sudah berada di samping motor tersebut. Kevin menyuruh pengendara motor tersebut untuk memberhentikan motor. Kevin membelokkan motornya sehingga menghalangi jalan motor sport berwarna biru tersebut.


Si pengendara motor sport tersebut akhirnya memberhentikan menarik rem motornya sehingga motornya berhenti.


"Tunjukkan mana SIM dan STNK kamu?" Kevin turun dari motor nya, dia sudah berdiri di depan motor sport biru tersebut.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2