
"Ry baru selesai sahur, tapi percayalah aku tak pernah selesai mencintaimu."
Ry segera menekan tombol ponsel untuk menghubungi nomor Kevin.
Drrrtt......... Drrrtt
"Assalamu'alaikum Mase."
"Walaikumsalam, tadi kamu kenapa gak angkat telpon aku?" Kevin yang mendengar suara ponsel berbunyi segera mengangkat panggil telpon tersebut.
"Maaf mase, ponselnya Ry slince maka gak kedengaran tadi ada panggil telpon dari mase," jawab Ry.
"Sekarang kamu dimana?" tanya Kevin.
"RM, kenapa mase?"tanya Ry.
"Kamu kesana sama siapa?" tanya Kevin.
"Teman Ry," jawab Ry.
"Teman kamu laki-laki atau perempuan?" tanya Kevin.
"Laki-laki," jawab Ry.
"Yakin itu teman bukan pacar kamu?" Setelah Kevin mendengar ucapan Ry bahwa dia sedang bersama seorang laki-laki di RM merasa tidak suka.
"Ry cuma teman dengan dia, mase kok sewot gitu sih?" Ry yang menyadari Kevin tidak menyukai dirinya sedang bersama seorang laki-laki itu terdengar dari nada bicara Kevin.
"Siapa juga ya sewot sama kamu? jangan ke geeran deh." Kevin yang berbicara dengan ketua kepada Ry.
"Ya sudah kalau gitu." Ry yang mendengar ucapan Kevin ketus berniat memutuskan panggil telpon.
"Sekarang kamu cepat pulang ke rumah, aku tunggu di rumah." Setelah mengatakan itu Kevin dengan kesal mematikan panggil telpon dari Ry.
"Isisis main mati aja telpon nya, harusnya Ry yang matiin kan Ry yang nelpon." Ry yang kesal karena panggil telpon di matikan secara sepihak oleh Kevin.
Ry berjalan keluar dari toilet menuju ke arah meja yang tadi. Saat Ry sudah berada di meja tersebut Ry tidak menemukan Abie di sana.Ry memutuskan untuk pergi ke parkir RM. Ry berjalan ke arah parkiran kampus, dari ke jauhan Ry melihat Abi yang sedang berdiri di dekat motor Ry.
__ADS_1
"Eh, Ry cariin di dalam ternyata abang Abie udah di sini." Ry sudah berada di samping Abie.
"Oh ya, ini buat kamu."Abie memberikan sebuah kantong plastik berwarna hitam kepada Ry.
"Itu apa?" Ry melihat ke arah kantong plastik tersebut.
"Ini makan, ambil dong." Abie meminta Ry mengambil makanan tersebut dari tangannya.
"Baiklah, terimakasih abang Abie. Hari udah baik banget ama Ry, Ry udah di traktir makan ini malah Ry di bungkusin bawak pulang makanan lagi." Ry mengambil kantong plastik dari tangan Abie, Ry tersenyum ke arah Abie.
"Sama-sama, setelah ini kamu anterin aku ke rumah." Abie meminta Ry mengantarkan dia sampai rumah.
"Siap abang Abie." Ry meletakkan kantong plastik tersebut di gantung motor setelah itu Ry naik ke atas motor.
Motor yang di kendarai Ry sudah sampai di depan pintu pagar rumah Abie.
"Apa kamu mampir dulu ke rumah aku?"Abie turun dari motor lalu dia berdiri di samping motor Ry.
"Ya sudah kalau begitu, kamu hati-hati bawak motornya. Terimakasih sudah mengantar aku," kata Abie.
"Sama-sama abang Abie." Setelah mengatakan itu Ry mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi dia merasa takut kalau Kevin terlebih dahulu sampai di rumah.
"Bye bye bye." Abie melambaikan tangan kanannya.
Ry merasa legah saat sudah berada di halam rumah Kevin. Ry tidak melihat motor patroli Kevin terpakir di halaman rumah tersebut. Ry segera memikirkan motornya di halaman rumah Kevin.
"Assalamu'alaikum." Ry berdiri di depan pintu rumah yang terbuka sambil memegang kantong plastik berwarna hitam.
"Walaikumsalam, eh mbak Ry udah pulang." Jojo yang berada di ruangan keluarga segera berjalan ke arah ruangan tamu. Jojo yang sudah berada di ruangan tamu melihat Ry yang sedang berdiri di depan pintu rumah.
"Iya Jojo." Ry berjalan masuk ke dalam rumah.
"Mbak Ry bawak apa?" Jojo yang melihat kantong plastik yang berada di tangan Ry menjadi penasaran sehingga dia langsung bertanya kepada Ry.
"Nih ada sedikit makanan buat Jojo." Ry memberikan kantong plastik tersebut kepada Jojo.
__ADS_1
Esokan Malam harinya setelah makan malam kami sekeluarga berkumpul di ruangan keluarga.
"Bunda ini gaji aku bulan ini, mulai bulan ini dan seterusnya aku gak bisa ngasih bunda gaji aku sepenuhnya. Di karenakan aku sudah mempunyai istri maka aku membagi gaji aku buat bunda, Tary dan aku." Kevin memberikan 10 lembar uang berwarna merah bunda.
"Baiklah Vin. " Bunda menerima uang gaji Kevin dengan perasaan yang tidak bersemangat,Bunda merasa tidak rela kalau uang gaji Kevin anaknya harus dibagi 3. Kalau dulu uang gaji Kevin hanya di bagi dia sehingga bunda mendapatkan bagian yang lebih banyak dari sekarang.
"Nah ini buat kamu, kamu harus berhemat biar uang ini bisa cukup selama satu bulan. Karena aku itu gajian cuma satu bulan sekali." Kevin memberikan uang dalam jumlah yang sama kepada Ry.
"Iya mase." Ry mengambil uang tersebut dari. tangan Kevin sambil tersenyum.
Bunda yang melihat hal itu menjadi semakin geram. Sehingga bunda mengebal sebelah tangannya sambil melihat ke arah Ry.
"Mas buat aku mana?" Jojo mengulurkan tangannya ke arah Kevin.
"Ini buat Jojo." Kevin memberikan 3 lembar uang berwarna merah kepada Jojo.
"Terimakasih mas." Jojo terlihat senang mendapat uang dari Kevin.
Ry yang melihat hal itu juga nampak merasa bahagia. Ry pun jadi teringat oleh pesan papa yang mengatakan seberapa besar uang yang di berikan oleh suami kamu maka kami harus menerimanya jangan pernah lihat dari berapa besar jumlah yang dia berikan kepada kamu tapi lihat lah dari ketulusan dan rasa tanggung jawab dia terhadap kamu.
"Eh, kamu kok diam aja. Cepat ucapkan terimakasih kepada Kevin karena telah memberi akan nafkah kepada kamu. Padahal kamu belum becus melayani anak aku dengan baik." Bunda berbicara dengan ketua kepada Ry.
"Baiklah tante, terimakasih mase. Semoga mase di limpahkan banyak rezeki oleh Allah swt. Ry mengucapkan terimakasih lalu Ry mendoakan Kevin.
" Aamiin," kata Bunda, Kevin, dan Jojo serentak.
Tiba-tiba terdengar bunyi ponsel berdering, Kevin yang menyadari bahwa ponsel milik berdering lalu dia segera menangkat panggil telpon tersebut. Kevin yang sedang berbicara si telpon setelah selesai berbicara di telpon Kevin mematikan panggil telponya.
"Bunda, Jojo dan Tary aku pergi dulu." Setelah Kevin berpamitan dia berjalan pergi meninggalkan ruang keluarga.
"Tunggu kamu mau kemana?" Bunda yang melihat Ry hendak berjalan menyusul Kevin, bunda segera mencekal tangan Ry.
"Ry cuma mau tanya mase kemana?" Ry yang tidak jadi menyusul Kevin karena tangannya di cekal oleh Bunda.
"Paling-paling Kevin itu pergi bertemu dengan temannya jadi kamu tidak perlu bertanya lagi," jawab bunda.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1