
"Cape-cape belajar berenang, malah tenggelam di hati yang salah."
Hari sudah mulai sore Kevin yang baru saja selesai mandi telah memakai pakaian cansual di dalam kamar mandi. Kevin berjalan ke arah kamarnya dengan membawa handuk di tangan kanannya.
Ceklek......... Ceklek
Pintu kamar di buka oleh Kevin lalu dia melangkah masuk ke dalam kamarnya. Saat Kevin sudah berada di dalam kamar dia melihat Ry sedang duduk di atas tempat sambil memainkan ponsel.
"Mandi sana." Kevin melempar handuk pas di depan muka Ry.
"Dasar laki-laki menyebalkan." Ry segera mengambil handuk yang menutupi wajahnya.
"Kamu bilang aku laki-laki menyebalkan, padahal tadi aku mau ajak kamu jalan-jalan ah gak jadialah, " kata Kevin.
"Ah jangan gitu dong mase, Ry tarik lagi kata-kata Ry yang tadi. Ry segera meletakkan ponsel di atas tempat tidur lalu Ry melihat ke arah Kevin.
"Kata-kata kamu yang mana?" tanya Kevin.
"Kata Ry yang mase itu laki-laki menyebalkan. Ry ralat lagi semua perkataan itu yang benar itu mase itu laki-laki tampan, baik hati, ramah, sopan, rajin beribadah dan gemar menabung." Saat Ry memuji Kevin sebenarnya Ry ingin mutar saat mengatakan semua pujian itu kepada Kevin.
"Heleh, kamu muji aku pasti ada maunya kan. Kamu mau apa dari aku?" Kevin duduk di pinggir tempat tidur sambil melihat ke arah Ry.
"Ry mau jalan-jalan keliling kota P mase." Ry menatap ke arah Kevin dengan wajah yang memohon agar hati Kevin luluh.
"Ya udah sana mandi." Kevin menyuruh Ry untuk mandi.
"Ry mau mandi tapi kita pergi jalan-jalan keliling kota P kan?" tanya Ry.
"Iya, makanya kamu cepatan mandi," jawab Kevin.
"Ini Ry mau mandi dulu." Ry turun dari tempat tidur dengan bersemangat.
__ADS_1
"Kamu jangan mandi bebek, mandi yang bersih biar wangi," kata Kevin.
"Asiiap mase." Ry segera berjalan meninggal Kevin.
Kevin tersenyum memandangi kepergian Ry.
Sebenarnya ada apa dengan aku?
Kenapa tadi jantung aku berdetak kencang saat memegang pinggulnya Tary?
Kenapa aku selalu merasa bahagia bila bersama Tary?
Apakah aku telah jatuh cinta dengan Tary?
Ah itu tidak mungkin, bagaimana mungkin aku jatuh cinta dengan Tary?
Dia bukan tipe wanita ideal yang aku inginkan.
Tary itu tidak memiliki kekurangan melainkan kelebihan.
Belum lagi kalau sudah berbicara Tary itu tidak ada titik, koma dan spasi benar-benar seperti burung beo.
Kadang-kadang aku ingin menyumpal mulut nya itu dengan bibir aku agar berhenti berbicara.
Ry sudah selesai mandi memakai handuk yang sama dengan Kevin. Ry membuka pintu kamar mandi lalu dia segera berjalan keluar kamar mandi. Ry segera masuk ke dalam kamar, sesampai di dalam kamar Ry tidak melihat Kevin di kamar tersebut.
Ry segera mengunci pintu kamar lalu dia berjalan ke arah lemari pakaian. Ry sudah berdiri di depan lemari pakaian. Ry membuka lemari pakaian, Ry terlihat bingung mau memakai pakaian untuk pergi jalan-jalan bersama Kevin. Semua pakaian Ry yang berada di dalam lemari pakaian itu rata-rata celana jeans, baju kaos dan baju tidur.
Tidak ada satu pakaian dalam lemari yang menurut Ry cocok untuk di pakai saat pergi jalan-jalan dengan Kevin. Ry terdiam sambil mengeruti kebodohannya yang tidak membeli pakaian baru yang pantas di pakai ketika jalan.
Akhirnya Ry memakai pakaian yang biasa dia pakai saja celana jeans dan baju kaos. Setelah Ry memakai pakaian lalu dia bercermin di depan kaca lemari tersebut. Ry melihat ke arah cermin tersebut, penampilan Ry yang terlihat biasanya. Dengan penampilan seperti itu Ry yakin bahwa Kevin pun tidak akan perang tertarik atau jatuh cinta kepada Ry.
__ADS_1
Ry memakai bedak serta lip tin di bibir, agar bibir Ry tidak kering. Ry menyisir rambut sehingga terlihat rapi, Ry membiarkan rambut terurai agar kelihat lebih cantik. Ry menyemprotkan parfum di seluruh anggota badan biar Ry wangi.
Ry keluar dari kamar lalu Ry mencari keberadaan Kevin. Di ruang keluarga Ry tidak menemukan Kevin lalu Ry berjalan ke ruangan tamu. Sesampainya di ruangan tamu Ry tidak menemukan Kevin. Ry berjalan ke teras rumah, di teras Ry juga tidak menemukan Kevin.
Bahkan Ry melihat bahwa motor Kevin yang satu lagi tidak ada di halaman rumah. Ry memutuskan duduk sambil menunggu Kevin. Detik pun berganti dengan menit, menit pun berlalu hingga menjadi 1 jam. 1 Jam Ry duduk di kursi teras smbil menunggu kedatangan Kevin.
Tetapi belum ada tanda-tanda bahwa Kevin akan pulang ke rumahnya. Akhirnya Ry mengeluarkan ponsel yang berada di saku celana. Ry menghubungi nomor ponsel Kevin. Tetapi ponsel Kevin tidak aktif sehingga Ry memutuskan panggil telpon tersebut.
Ry terus mencoba menghubungi nomor telpon Kevin sampai sebanyak 13 kali, tetapi semua panggil telpon tersebut mengatakan bahwa nomor Kevin tidak aktif. Sehingga Ry merasa cemas tidak biasanya nomor ponsel Kevin tidak aktif seperti itu.
Ry mendengar suara adzan yang berasal dari mesjid yang berjarak tidak terlalu jauh dari rumah Kevin. Jojo membuka pintu rumahnya lalu dia berjalan keluar dari rumahnya.
"Mbak kok di sini?" Jojo terkejut saat melihat Ry sedang duduk di kursi yang ada di teras rumah.
"Jojo tahu mase kemana?" Ry melihat ke arah Jojo.
"Lah aku kira tadi mas pergi jalan-jalan sama mbak," jawab Jojo.
"Tadi sih rencana begitu, tapi setelah Ry selesai mandi dan bersiap-siap.Ry mencari keberadaan mase tetapi Ry tidak menemukan mase malah Ry melihat motor dia yang satu lagi tidak ada di halaman rumah.
"Apa mbak udah menghubungi nomor mase?" tanya Jojo.
"Udah," jawab Ry.
"Terus gimana mbak?" Jojo merasa penasaran.
"Nomor tidak aktif Jojo, makanya Ry merasa khawatir takut terjadi sesuatu dengan mase." Ry yang wajahnya terlihat khawatir memikirkan Kevin yang nomor ponsel tidak aktif di hubungi.
"Insyallah mas baik-baik saja mbak, sebaiknya kita masuk mbak. Lalu kita shalat maghrib dan berdoa meminta kepada Allah agar mas pulang dengan keadaan selamat tidak kurang satu apa pun." Jojo mengajak Ry untuk masuk ke dalam rumah, Jojo juga mengajak Ry untuk shalat maghrib dan berdoa.
"Iya Jojo." Ry berdiri dari kursi tersebut lalu Ry berjalan ke arah pintu rumah.
__ADS_1
Ry terlebih dahulu berjalan masuk ke dalam rumah lalu setelah itu Jojo berjalan di belakang Ry.
...~ Bersambung ~...