
"Maafkan Ry sudah lancang jatuh cinta, berani-beraninya menaruh rasa kepada yang seharusnya tak bersama."
Dua Minggu Kemudian.......
Ry yang baru saja selesai mandi hanya mengenakan handuk di badan, Ry masuk ke dalam kamar. Ry yang sudah berada dalam kamar mendengar suara ponsel Ry berbunyi. Ry segera berjalan ke arah tempat tidur untuk mengambil ponsel. Saat ponsel Ry sudah berada di tangan, Ry hendak menangkat panggil telpon yang berasal dari Za.
Tetapi panggil telpon itu sudah terputus , Ry melihat panggilan telpon yang tidak terjawab dari Za yang berjumlah 13 kali. Ry merasa ada yang penting makanya Za sebanyak 13 kali menghubungi Ry.
Tuuutt........... Tuuutt
"Assalamu'alaikum," kata Za.
"Walaikumsalam, ada apa kamu nelpon aku?" tanya Ry.
"Hari ini kita pembagian ijazah, Ry kok belum datang kesekolah?" tanya Za.
"Aduh, kok Ry gak tahu sih," jawab Ry.
"Ya udah sekarang Ry cepatan ke sini." Za menyuruh Ry untuk segera datang ke sekolahan.
"Aduh, gimana ya Za?" Ry terlihat bingung.
"Ry sekarang dimana? biar aku jemput." Za yang sudah tiga tahun bersahabat dengan Ry sehingga dia mengetahui bahwa Ry mengalami kesulitan untuk datang kesekolahan, makanya Za berniat untuk menjemput Ry.
"Ry di rumah mbah Milah, Za bisakan jemput Ry di sini?" tanya Ry.
"Aku otw ke sana." Setelah mengatakan itu Za segera memutuskan panggil telpon.
Ry berjalan ke arah lemari pakaian, Ry mengambil baju kaos oblong berwarna biru dan celana jeans berwarna hitam. Ry segera memakai pakaian karena dia yakin sebentar lagi Za akan tiba di sini. Ry yang sudah memakai pakaian berdiri di depan cermin sambil menyisir rambutnya, dia memakai bedak tabur di wajah lalu dia mengoles lip tin di bibirnya.
Ry menyemprotkan parfum di pakaian sehingga wangi. Ry mendengarkan suara ketukan pintu di rumah mbah Milah. Ry segera keluar dari kamar lalu dia berjalan melewati ruang keluarga. Mbah Milah yang sedang duduk sambil menonton televisi.
"Mbah." Ry menghampiri mbah Milah di ruangan keluarga.
"Embem mau kemana?" Mbah Milah melihat ke arah Ry.
"Ke sekolahan." Ry yang sudah berdiri di hadapan mbah Milah.
"Mau apa ke sekolahan?" tanya mbah Milah.
"Mau ngambil ijazah, Ry pergi dulu ya mbah."Ry menyalim punggung tangan mbah Milah.
"Mau pergi ama siapa?" tanya mbah Milah.
"Teman, itu dia udah nunggu di depan." Ry pergi meninggalkan ruangan keluarga.
Za mengendarai motor ke arah jalan raya sedangkan Ry duduk di belakang Zaza. Za melajukan motornya dengan kecepatan standar. Za membelokkan motor nya di persimpangan jalan.
Priiitt........... Priiitt
__ADS_1
Kevin membunyikan peluitnya saat melihat Ry sedang di bonceng oleh seorang. Zaza yang mendengarkan bunyi peluit dari pakpol lalu dia menepikan motornya.
"Bisa kamu tunjukkan SIM dan STNK?" Kevin berdiri di samping motor Za.
"Bisa pak." Za membuka kaca helemnya lalu dia mengambil dompet yang berada di saku celana nya. Za membuka dompet nya lalu dia mengambil SIM dan STNK. Za menyerahkan SIM dan STNK kepada Kevin.
Ry yang dari tadi melihat ke arah Kevin, sedangkan Kevin sama sekali tidak melihat ke arah Ry. Kevin membaca SIM milik Za, sebenarnya Kevin penasaran dengan Za yang membonceng Ry. Kevin ingin mengetahui ada hubungan apa Za dengan Ry yang sudah berstatus istrinya. Kevin membaca STNK yang Za berikan.
"Ini SIM dan STNK kamu. " Kevin memberikan SIM dan STNK kepada Za.
"Iya pakpol, apa kami sudah boleh pergi?"Za mengambil SIM dan STNK dari tangan pakpol.
" Sudah." Kevin berbicara dengan perasaan yang bercampur aduk.
Za melajukan motornya meninggalkan pakpol, Ry mengeluarkan ponsel dari saku celana jeans lalu dia mengirimkan chat kepada Kevin.
π"Assalamu'alaikum Mase."
π"Mase Ry pergi kesekolah dulu."
π"Jangan cemburu Za itu cuma teman sekelas Ry."
π"Mase semangat kerjanya."
Kevin mengalihkan pandangannya dia tidak ingin melihat Ry di bonceng oleh laki-laki lain sehingga dia menoleh ke arah lain. Ponsel Kevin yang berada di saku celananya berbunyi.
Ting......... Tong
π"Walaikumsalam, ngapain kamu kesekolah?"
π"Ry mau Sim."
π"Tapi kamu udah punya Sim."
π"Noh Mase tahu, Ry mau ngambil Ijazah lah."
π"Ooo."
π"Bulat kayak donat."
π"Bukan bulat kayak pipi kamu, Tary Chubby."
π"Jangan panggil Tary Chubby gak suka Ry."
π"Tapi aku suka."
π"Apa Mase suka ama Ry? gak salah baca nih Ry.
π"Cih pede amat nih perempuan, maksud aku suka dengan manggil kamu dengan sebutan Tary Chubby."
__ADS_1
π"O..... begitu tu, o..... begini ni."
π"Kamu udah nyampai mana?"
π"Sampai hati Mase β€."
π"Aku tanya serius malah jawabnya bercanda."
π"Ry juga jawabnya serius udah sampai hati Mase β€." Ry senyum-senyum sendiri saat mengirimkan chat kepada Kevin yang sudah berstatus suami.
Kevin sudah membaca chat Ry ada perasaan aneh yang dia rasakan saat membaca chat dari Ry. Kevin memutuskan untuk tidak membalas chat dari Ry lalu dia segera meletakkan ponselnya kedalam saku celananya. Ry melihat chatnya sudah di baca oleh Kevin tetapi tidak si balas.
Za dan Ry sudah berada di ruangan TU (Tata Usaha) sekolah. Kami sedang menunggu nama kami dipanggil. Saat Ade teman sekelas kami keluar dari TU.
"Ade ngambil Ijazah bayar berapa?" tanya Za.
"25 ribu Za." Ade yang sudah berdiri di depan kami.
"Apa jadi bayar?" Ry terkejut saat mendengar bahwa pengambilan ijazah itu bayar.
"Ya bayar lah hari gini mana ada yang gratis," jawab Ade.
"Kencing aja bayar 2 ribu," kata Za.
Ry mengeluarkan ponsel dari saku celana lalu dia memeriksa setiap saku celananya untuk mencari uang.
"Kamu kenapa?" Ade yang melihat ke arah Ry.
"Aduh,gimana nih aku gak bawa uang?"Ry tidak menemukan uang dari saku celananya.
"Coba kamu pinjam uang ama Za, " kata Ade.
"Za bawak uang berapa?" tanya Ry.
"Maaf Ry aku bawa uang pas-pasan nih, coba aja kamu minjam ama teman yang lain." Za memberikan ide kepada Ry.
Ry menghampiri teman-teman sekelasnya satu persatu untuk meminjam uang tetapi tidak ada yang mau meminjamkan uang kepada Ry. Akhinya Ry menghubungi mama meminta di antarkan uang kesekolah. Ry berdiri di depan TU sambil menunggu mama datang membawakan uang.
Nama Za di panggil untuk masuk ke dalam ruangan TU, Za berjalan masuk ke dalam ruangan TU. Ponsel yang berada di tangan Ry berbunyi, Ry melihat panggil telpon dari mama segera menangkat panggil telpon.
Drrrtt........Drrrtt
"Adek dimana?" tanya mama.
"Di depan TU, mama dimana?" tanya Ry.
"Tunggu di situ." Mama menyuruh Ry menunggu di situ.
Setelah itu mama mematikan pangilan telpon dengan Ry. Tiba-tiba saja seorang sudah berdiri di belakang Ry sambil menepuk bahu Ry.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...