Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Bunda Sakit


__ADS_3

"Mau lebaran bukannya senang, tapi malah mikir, nantik habis lebaran gimana ya? apa masih sama gini-gini aja."


Kevin yang melihat susu cap nona terbungkus oleh kacamata hitam sehingga ingin mengeluarkan susu cap nona dari kacamata hitam tersebut.


Tok........ Tok


"Mas mas mas." Jojo yang sudah berdiri di depan pintu kamar Kevin lalu dia mengetuk pintu kamar Kevin.


"Mase tuh di cariin Jojo." Mereka yang berada di dalam kamar mendengar Jojo yang terus saja memanggil Kevin.


"Biarin saja." Kevin tidak memperdulikan Jojo yang terus memanggil dirinya, tangan Kevin sudah berada di dada Ry. Kevin berusaha mengeluarkan susu cap nona dari kacamata berwarna hitam dengan menggunakan tangannya.


"Mas buka pintunya." Jojo terus saja mengedor pintu kamar Kevin sambil berteriak meminta Kevin untuk membuka pintu kamarnya.


"Mase sana buka dulu pintunya." Ry menyuruh Kevin membuka pintu kamarnya.


"Ah, tuh anak ganggu aja." Kevin menarik tangannya dari susu cap nona, Kevin berdiri dari tempat tidurnya.


"Mbak Ry cepat suruh mas buka pintu kamarnya," kata Jojo.


Cklek........ Cklek


"Ada apa kamu manggil mas?" Kevin membuka pintu kamar sedikit lalu dia menyembul kepala dari pintu tersebut.


"Mendingan sekarang mas ikut aku," jawab Jojo.


"Ikut kemana?" tanya Kevin.


"Udah gak usah banyak tanya mas, ikut aja." Jojo memaksa Kevin untuk ikut bersamanya.


"Baiklah." Kevin keluar dari kamar lalu dia kembali menutup pintu kamarnya.


Kevin dan Jojo sudah berada di dalam kamar bunda.


"Bunda kenapa?" Kevin melihat kearah bunda yang sedang berbaring di atas tempat tidur.


"Coba mas pegang kening bunda." Jojo menyuruh Kevin untuk memegang kening bunda.


"Aww, panas." Kevin berjalan di samping tempat tidur bunda. Saat Kevin sudah berada di samping tempat tidur. Kevin meletakkan telapak tangannya di atas kening bunda.


"Bunda demam kan mas?" Jojo yang sudah berdiri di samping Kevin.


"Iya." Kevin mengangkat telapak tangannya dari kening bunda.


"Apa kita panggil kak Asa aja mas?" Jojo yang khawatir melihat bunda yang sedang sakit demam.


"Jangan," jawab Kevin.

__ADS_1


"Lah, kenapa tidak boleh memanggil kak Asa kesini mas?" tanya Jojo.


"Mas gak mau ngerepotin Asa lagian kami sudah tidak punya hubungan apa-apa." Kevin memberitakan alasan kepada Jojo.


"Terus apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Jojo.


"Ini sudah malam sebaiknya kamu tidur karena besok harus sekolah biar mas yang merawat bunda." Kevin menyuruh Jojo untuk tidur, sementara dia yang akan merawat bunda.


"Baiklah mas aku tidur dulu." Setelah mengatakan itu Jojo berjalan meninggalkan kamar.


Kevin berjalan sambil membawa mangkok berisi air hangat.


"Mase itu apa?" Ry berpapasan dengan Kevin di ruangan keluarga.


"Air hangat." Kevin berhenti berjalan.


"Air hangat untuk apa?" tanya Ry.


"Ngompres bunda," jawab Kevin.


"Apa tante sakit mase?" tanya Ry.


"Iya." Setelah mengatakan itu Kevin berjalan ke arah kamar bunda.


"Mase tunggu dulu," kata Ry.


"Apa Ry boleh ikut ke kamar tante?" tanya Ry.


"Boleh." Kevin melajunkan melangkahkan kakinya.


Kevin dan Ry sudah berada di dalam kamar bunda, Ry melihat bunda yang sedang berbaring di atas tempat tidur. Kevin sudah duduk di pinggir tempat tidur sambil meletakkan sapu tangan di kening bunda. Ry berjalan menghampiri Kevin yang sedang duduk di pinggir tempat tidur.


"Mase geser." Ry sudah berdiri di hadapan Kevin, Ry meminta Kevin untuk mengejar tubuhnya.


"Iya." Kevin pun mengeserkan tubuhnya sehingga memberikan tempat agar Ry bisa duduk di pinggir tempat tidur tersebut.


"Biar Ry aja yang ngompres tante." Ry sudah duduk di pinggir tempat tidur, Ry mengambil sapu tangan yang berada di kening bunda. Ry memasukkan sapu tangan tersebut kedalam mangkok lalu Ry mengambil sapu tangan dari dalam mangkok . Ry memeras sapu tangan setelah itu Ry meletakkan sapu tangan di kening bunda.


"Baiklah." Kevin membiarkan Ry mengompres bunda.


Satu jam telah berlalu Kevin dan Ry masih terjaga sambil duduk di pinggir tempat tidur.


"Apa panas sudah turun?" Kevin berbicara dengan raut wajah khawatir.


"Belum." Ry menggelengkan kepalanya.


"Kamu minggir dulu, aku mau periksa panas tubuh bunda." Kevin menyuruh Ry untuk minggir dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Iya mase." Ry berdiri dari pinggir tempat tidur, Ry berdiri di pinggir tempat tidur sambil melihat ke arah Kevin.


"Panas belum turun." Kevin bergeser duduk di tempat duduk Ry lalu Kevin meletakkan telapak tangannya di di kening bunda.


Ry mengambil mangko yang berisi sapu tangan lalu Ry berjalan sambil membawa mangkok tersebut.


"Mau kemana?" Kevin melihat ke arah punggung Ry.


"Ry mau ganti airnya dengan yang baru soal airnya sudah tidak hangat lagi." Ry membalikkan badan sambil melihat ke arah Kevin.


"Sekalian bawa segelas air putih kesini." Kevin meminta Ry untuk membawakan segelas air.


Ry sudah berada di dalam kamar bunda sambil membawa mangkok dan gelas.


"Mase ini diminum dulu." Ry sudah berdiri di hadapan Kevin lalu Ry menyerah segelas air putih kepada Kevin.


"Terima kasih." Kevin mengambil gelas dari tangan Ry lalu dia meminum air dari gelas tersebut.


"Sama-sama." Ry duduk di pinggir tempat tidur lalu Ry kembali mengompres kening bunda.


Setelah menghabiskan air dari dalam gelas hingga tandas tak tersisa, Kevin meletakkan gelas tersebut di atas lantai. Kevin merasakan kantuk sehingga beberapa kali dia menguap.


"Mase kalau ngatuk tidur saja dulu." Ry yang melihat Kevin beberapa kali menguap.


"Terus kalau aku tidur siapa yang jaga bunda?" Kevin sedang berusaha menahan kantuknya.


"Biar Ry aja yang ngerawat dan menjaga tante," jawab Ry.


"Kamu yakin bisa merawat dan menjaga bunda seorang diri?" Kevin yang tidak yakin bahwa Ry akan bisa menjaga dan merawat bunda seorang diri.


"Insyaallah Ry bisa." Ry menyakinkan Kevin dengan cara memegang tangan Kevin.


"Kamu besok kuliah masuk apa?" tanya Ry.


"Siang, maka nya itu biarin Ry yang ngerawat dan jagain bunda malam ini." Ry mengelus punggung tangan Kevin.


"Ya sudah kalau begitu, aku mau tidur dulu." Kevin berdiri dari tempat duduk nya.


"Selamat malam mase, jangan lupa mimpi Ry ya." Ry menatap Kevin sambil tersenyum.


"Iya, kalau ada apa-apa bangunkan saja aku," kata Kevin.


"Cup." Kevin menundukkan kepalanya lalu dia mengecup Kening Ry. Kevin melepaskan tangannya dari tangan Ry lalu dia berjalan kearah menuju ke kamarnya.


Sekarang di dalam kamar bunda hanya ada Ry dan bunda. Ry terus saja mengompres kening bunda sambil melihat ke arah wajah bunda. Wajah Ry berubah menjadi sedih melihat kondisi bunda yang sedang sakit, walaupun bunda sering memperlakukan Ry seperti babu tapi saat melihat bunda sakit rasanya Ry ingin sekali memindahkan sakitnya bunda kepada Ry. Biar Ry saja yang merasakan sakit dari pada bunda.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2