
"Jika antartika adalah tepian bumi, mungkin antara kita hanya sebatas menemani."
"Dimana para korban kecelakaan itu pak?" tanya Arlan.
"Mereka sudah di bawa ke RS terdekat," jawab si bapak tersebut.
"Kalau si pengendara mobil trunk mana?" tanya Arlan.
"Itu dia, mereka sudah mengamankan si pengendara mobil trunk tersebut agar tidak kabur." Si pria tersebut menujukan jarinya ke arah seorang pria yang berusia 40 tahun. Si pengendara mobil tersebut sedang duduk di bangku bersama beberapa orang yang duduk di bangku yang sama dengan si pengendara tersebut.
"Apa pak tahu nama korban yang si tabrak?" tanya Kevin.
"Kata seorang perempuan yang mengenal korban tersebut bernama Putri," jawab si bapak tersebut.
Setelah mendengar nama si korban kecelakaan tersebut bernama Putri. Perasaan Kevin menjadi tidak menentu sehingga Kevin segera menghubungi nomor ponsel Ry ketika Kevin menghubungi nomor ponsel Ry ternyata nomor ponsel Ry sudah tidak aktif.
Kevin menghubungi nomor ponsel Ry sampai tuga kalian tetapi nomor ponsel Ry tidak aktif. Akhirnya Kevin memutuskan untuk menghubungi nomor ponsel mama Ry.
Tuuutt........ Tuuutt
"Assalamu'alaikum, Vin." Mama menangkat panggil telpon dari Kevin.
"Walaikumsalam, mama apa tary ada di sana?" Kevin yang wajahnya terlihat khawatir.
"Tidak ada, kenapa memangnya Vin?" Mama yang mendengar suara Kevin seperti sedang khawatir kepada Ry.
"Tidak ada apa-apa mama, mama apa aku boleh minta telpon nomor mbak Lia?" tanya Kevin.
"Untuk apa Vin?" Mama yang penasaran Kevin tiba-tiba saja meminta nomor
"Aku mau bertanya tentang keberadaan Ry," jawab Kevin.
"Ya sudah mama matikan dulu telpon, biar bisa ngirim nomor Lia." Setelah mengatakan itu mama mematikan panggil telpon dari Kevin.
Arlan yang sudah berada di hadapan si pengendara truk tersebut. Arlan melakukan introgasi kepada si pengendara truk. Arlan mendengarkan kronologi terjadinya kecelakaan tersebut. Arlan menulis kronologi kejadian tersebut di buku catatan kecil yang selalu Arlan bawak.
Setelah Kevin mendapat nomor ponsel Lia, dia segera menghubungi nomor ponsel Lia.
"Halo, ini siapa?" Lia yang menangkat panggil telpon dari nomor yang tidak di kenal.
"Halo, maaf menganggu mbak Lia ini aku Kevin suami Tary," jawab Kevin.
__ADS_1
"Ada apa kamu nelpon?" tanya Lia.
"Apa Tary masih di rumah mbak?" tanya Kevin.
"Tidak, dia sudah pulang. Kenapa emangnya?" tanya Lia.
"Apa udah lama Tary pulang dari rumah mbak?" tanya Kevin.
"Kira-kira sekitar 30 menit yang lalu, sebenarnya ada apa?" Lia merasa Kevin sedang mengkhawatirkan Ry, makanya dia sampai menghubungi Lia.
"Aku nelpon nomor ponsel Tary tapi tidak aktif mbak," jawab Kevin.
"Mungkin baterai ponsel Ry lobet, kamu kapan main kerumah mbak?" tanya Lia.
"Insyallah besok malam, mbak udah dulu aku mau lanjut kerja." Setelah mengatakan itu Kevin mematikan telpon nya.
Kevin kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. Kevin yang masih berdiri di TKP tersebut sambil memikirkan Ry. Tiba-tiba saja terdengar suara bunyi klakson motor.
Tiiinn......... Tiiinn
Kevin yang masih sibuk memikirkan Ry tidak memperdulikan suara klakson motor tersebut. Si pengendara motor tersebut membunyikan lagi klakson motornya. Kevin yang mendengarkan bunyi klakson motor lagi merasa jengkel. Dia segera membalikkan badannya, saat dia membalikkan badan dia terkejut melihat motor yang berhenti di sampingnya.
"Mase sebenarnya ini ada apa?" tanya Ry.
"Ada kecelakaan, kamu mau kemana?" tanya Kevin.
"Mau pulang," jawab Ry.
"Pulang kemana?" tanya Kevin.
"Rumh mbah, kenapa Mase?" tanya Ry.
Esok Harinya..........
Mbah Milah dan Ry lagi duduk di kursi yang berada di teras rumah. Motor patroli yang di kendarai oleh Kevin berhenti di halaman rumah mbah Milah. Ry segera berdiri dari kursi tersebut lalu dia berjalan ke arah Kevin.
"Assalamu'alaikum." Kevin turun dari motornya lalu dia membuka helem nya.
"Walaikumsalam Mase." Ry sudah berdiri di hadapan Kevin lalu dia menyalim punggung tangan Kevin.
"Kamu nunggu aku pulang?" tanya Kevin.
__ADS_1
"Sini biar Ry bawak helemnya." Ry tidak menjawab pertanyaan Kevin malah dia mengambil helem dari tangan Kevin.
"Apa kamu udah mandi?" tanya Kevin.
"Udah, kenapa emangnya?" tanya Ry.
"Aku mau mengajak kamu pergi," jawab Kevin.
"Kita mau pergi kemana?" Mata Ry berbinar-binar saat mengetahui Kevin mau mengajak Ry pergi. Ry berpikir mungkin malam ini Kevin akan mengajaknya pergi berkencan. Sebagai pasangan pengantin baru Kevin dan Ry belum pernah berkencan. Sehingga Ry berpikir bahwa Kevin akan mengajaknya pergi kencan malam ini.
"Nanti juga kamu tahu." Setelah mengatakan itu Kevin berjalan terlebih dahulu meninggalkan Ry yang masih berdiri di tempat tersebut.
"Kamu sudah pulang." Mbah Milah melihat Kevin yang sudah berjalan mendekati dia.
"Iya mbah." Kevin yang sudah berdiri di hadapan mbah Milah segera menyalim punggung tangan mbah Milah.
"Sana kamu mandi dulu udah sore." Mbah Milah menyuruh Kevin untuk segera mandi.
" Aku masuk dulu ya mbah." Kevin berjalan ke arah pintu rumah, dia membuka pintu rumah lalu dia berjalan masuk ke dalam rumah.
Ry sudah berada di dalam kamar, Ry tidak melihat keberadaan Kevin di dalam tersebut. Ry yakin bahwa Kevin sedang mandi, sehingga Ry membuka lemari pakaian untuk menyiapkan pakaian yang akan di pakai Kevin.
Ceklek........ Ceklek
Pintu kamar terbuka Kevin berjalan masuk ke dalam kamar hanya dengan mengunakan handuk yang terikat di pinggang. Ry yang melihat Kevin yang bertelanjang dada, Ry melihat roti sobek milik Kevin.
"Hm, kamu lihat apa?" Kevin yang menyadari bahwa dari tadi Ry terus melihat arah dirinya.
"Ry tidak melihat apa-apa." Ry merasa malu karena ketahuan oleh Kevin dari tadi melihat roti sobek milik Kevin. Makanya Ry segera membuang muka sehingga melihat ke arah lain.
"Semvak aku mana?" Kevin yang sudah berdiri di pinggir tempat tidur, dia melihat ke arah atas tempat tidur tersebut sudah ada pakaian dan celana. Tetapi tidak melihat ada semvak di situ.
"Ada di dalam lemari pakaian, Mase ambil saja sendiri." Ry tidak berani menoleh ke arah Kevin, dia tidak ingin Kevin berpikir bahwa dia mesum.
"Gak mau, aku mau kamu ambilin semvak aku." Kevin menyuruh Ry untuk mengambil semvak nya dalam lemari pakaian," kata Kevin.
"Aku gak mau ngambil semvak Mase." Menundukkan kepalanya dia tidak berani melihat ke arah Kevin.
"Kamu itu kan udah jadi istri aku, ingat surga seorang istri itu ada di telapak kaki suaminya." Kevin sengaja mengingatkan itu agar Ry mau menuruti Kevin.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1