Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Sikap Kevin Yang Berubah-Ubah


__ADS_3

"Setelah berbuka, rasa lapar dan haus hilang. Namun rasa ingin memilikimu masih tetap ada."


"Gimana masih sakit?" Kevin mengembus kening agar rasa sakitnya berkurang.


"Sedikit berkurang," jawab Ry.


"Kamu jangan nangis lagi ya." Kevin kembali menghembus kening Ry setelah itu Kevin menghapus air mata yang membasahi wajah Ry dengan menggunakan telapak tangannya.


"Ry masih mau nangis, hiks hiks hiks." Ry kembali menagis lagi di hadapan Kevin.


"Cup cup cup, jangan nangis lagi dong. Entar orang-orang lihat kamu nangis di kira aku udah ngapain kamu." Kevin bingung melihat Ry nangis kembali lalu Kevin berusaha membujuk Ry untuk berhenti menangis.


"Hiks hiks hiks." Bukannya Ry berhenti nangis setelah di bujuk Kevin malah Ry semakin menjadi-jadi menangis nya.


"Aduh kok kamu nangis lagi sih?" Kevin bingung melihat Ry yang kembali menagis tersedu-sedu.


"Kan Ry sayang ama tisu udah di beli masak gak pakai." Ry mengambil sebungkus tisu dari dalam kantong plastik lalu Ry menarik tisu dari tempat kemudian Ry menghapus air matanya mengunakan tisu tersebut.


"Hah." Kevin yang mendengar ucapan Ry semakin terkejut, Kevin melihat Ry sambil mulutnya terbuka. Dia benar-benar tidak mengerti jalan pikir istri sirih nya yang tidak masuk akal.


"Mase kok ngeliatin Ry gitu sih? tutup tuh mulut entar lalat masuk." Setelah Ry menghapus air matanya mengunakan tisu tersebut, Ry melihat Kevin yang menatap dia dengan mulut terbuka.


"Ah kamu benar-benar menyebalkan." Kevin membalikkan badan dengan wajah kesal, Kevin tadi khawatir dengan Ry yang tiba-tiba saja nangis. Tetapi Kevin sudah berusaha membujuk Ry yang menangis malah makin bertambah nangis dengan alasan yang tidak masuk akal.


Kevin dan Ry sudah tiba di depan rumah Kevin. Ry terlebih dahulu turun dari motor di susul oleh Kevin.


"Mana kunci rumah?" Kevin yang sudah berdiri di samping Ry mengulurkan tangannya untuk meminta kunci rumah.


"Ini." Ry mengeluarkan kunci rumah dari saku celana lalu Ry memberikan kunci rumah kepada Kevin.


"Kamu mau berdiri aja di situ atau masuk?" Kevin yang sudah berdiri di depan pintu rumah lalu Kevin membuka pintu rumah dengan kunci yang Ry berikan. Pintu rumah Kevin sudah terbuka lalu Kevin membalikkan badan melihat ke arah Ry yang masih berdiri di depan rumah sambil melihat ke arah langit.

__ADS_1


"Ry mau di sini aja dulu." Ry menatap ke atas langit, Ry memandangi langit-langit di malam hari.


"Emang kamu ngeliat apa?" Kevin menghampiri Ry yang sedang berdiri sambil melihat ke arah langit.


"Itu." Ry menangkat tangannya lalu jari Ry menujuk ke arah langit.


"Wah langitnya indah banyak bintang dan ada bulan sabit." Kevin melihat ke arah jari yang Ry tunjuk, Kevin menatap langit malam yang pemandangan begitu indah.



"Iya indah banget, ditambah ada mase." Ry menoleh ke arah Kevin yang berada di samping Ry.


"Jadi yang indah itu langit atau aku?" Kevin menoleh ke arah Ry, sehingga mereka saling menatap satu sama lain.


"Mase." Ry terpesona dengan Kevin tidak menyadari ucapannya kepada Kevin.


"Apa kamu terpesona dengan aku?" Kevin menundukkan kepalanya agar makin mendekat dengan wajah Ry.


"Kenapa rambut kamu suka terurai?" Kevin berhenti memajukan wajah ke arah wajah Ry, lalu Kevin merapikan rambut Ry dengan menyelipkan rambut di dekat telinga.


Perlakuan manis Kevin terhadap Ry seperti itu membuat jantung Ry berdetak lebih kencang. Maklum saja setelah putus dengan mantannya Ry sama sekali tidak pernah menjalin hubungan dengan laki-laki mana pun. Ry lebih memilih buat berteman dengan laki-laki makanya itu membuat Ry menjadi tomboy.


"Hei, kamu kok diam aja aku tanya." Kevin melihat Ry yang terdiam sambil menatap ke arah nya.


"Ry merasa lebih cantik kalau rambutnya terurai," kata Ry.


"Kamu salah, kamu terlihat lebih cantik saat rambut kamu di kucir." Kevin mengatakan bahwa Ry terlihat lebih cantik kalau rambut di kucir dari pada di terurai.


"Apakah itu benar mase?" tanya Ry.


"Iya, kamu akan terlihat lebih rapi dengan rambut di kucir. Apa lagi kalau di kucir dia kayak kuda." Kevin yang membayangkan rambut Ry di kucir dua seperti kuda lalu dia tersenyum.

__ADS_1


"Isisiis mase menyebalkan kalau rambut Ry di kuncir dua itu mirip anak TK, ah itu terpaksa aja Ry karena Ospek." Ry wajah berubah jadi kesal setelah mendengarkan ucapan Kevin.


"Tapi menurut aku seperti itu lebih rapi dari pada terurai kayak gini. Apa kamu gak kepanasan kalau rambut terurai kayak gini?" tanya Kevin.


"Gak." Ry menggelengkan kepalanya.


"Udah malam, ayo masuk ke dalam rumah!" Kevin memegang tangan Ry lalu dia menggandeng tangan Ry sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


"Iya mase."Ry terlihat senang malam ini karena Kevin bersikap begitu manis sehingga senyum mengembang dari bibir Ry.


Kevin dan Ry sudah berada di dalam rumah, tiba-tiba saja terdengar suara ponsel berbunyi. Kevin segera menghentikan langkah kakinya, Ry juga mengikuti Kevin menghentikan langkah kakinya. Kevin melepaskan tangan Ry lalu Kevin segera mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


Kevin yang melihat itu panggil telpon dari Asa segera berjalan pergi meninggalkan Ry di ruangan keluarga. Ry melihat ke arah Kevin yang pergi sambil mengangkat panggil telpon tersebut. Ry merasa yakin bahwa panggil telpon tersebut pasti berasal dari seorang perempuan maka nya Kevin menjauh saat mengangkat panggil telpon tersebut.


Pagi harinya setelah Ry terbangun dari tidur dia segera melihat ke arah jam dinding. Ry terkejut saat melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 06.00wib. Ry segera turun dari tempat tidur lalu berlari ke arah kamar mandi. Ry buru-buru mandi karena takut terlambat.


Ry sudah di dapur hendak berpamitan dengan Kevin.


"Ry berangkat dulu ya mase." Ry sudah berdiri di samping Kevin lalu Ry menyalim punggung tangan Kevin.


"Kamu gak sarapan dulu?" tanya Kevin.


"Gak, Ry lagi buru-buru takut terlambat," jawab Ry.


"Apa uang saku kamu udah habis?" tanya Kevin.


"Masih ada, natik kalau kurang Ry minta lagi." Sebenarnya uang saku yang Kevin berikan hanya cukup untuk ongkos Ry saja makanya Ry jarang jajan tapi Ry berpikir hitung Ry harus belajar berhemat sekalian diet untuk mengurangi jajan Ry.


"Ya udah natik kalau habis kasih tahu aku, kamu ke kampus mau naik apa?" tanya Kevin.


"Kayak biasa naik bus way, kenapa mase?" Ry melihat ke arah mase sambil berharap mase mau mengantar Ry ke kampus biar Ry gak terlambat.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2