
"Penderitaan paling parah adalah seseorang yang bukan milikmu, bukan takdirmu tapi ia tinggal si hati mu."
"Mama sudah lah maafkan saja dia, lagian itu sudah berlalu sekitar empat tahun lalu." Ry mencoba membujuk mama nya.
"Ada apa ini?" Papa yang mendengar suara ribut-ribut dari teras rumah akhirnya dia berjalan. Sesampainya dia di teras rumah di kejutan dengan pemandangan Kevin yang sedang meminta maaf kepada mama.
"Papa." Kevin yang melihat mantan papa mertuanya segera menghampiri mantan papa mertuanya.
"Sebaiknya kita semua masuk ke dalam rumah." Papa mengajak semua orang yang berada di teras rumah untuk masuk ke dalam rumah.
Mereka sudah duduk di sofa yang berada di ruangan tamu.
"Papa, saya minta maaf karena telah menceraikan Tary waktu itu. Saya benar-benar pria yang bodoh sudah membuangnya berlian seperti Tary." Kevin berbicara sambil menatap mata papa dengan tatapan bersalah.
"Bagus lah kalau kamu nyadar bahwa kamu itu memang pria yang bodoh membuang berlian hanya demi baru kerikil." Mama tersenyum culas kepada Kevin.
"Mama cukup. Kami sekeluarga sudah memaafkan kamu." Papa menyuruh mama untuk berhenti berbicara.
"Mama tidak akan pernah memaafkan dia papa." Mama segera angkat bicara saat papa mengatakan bahwa mereka sekeluarga sudah memaafkan Kevin.
"Apakah benar papa sekeluarga sudah memaafkan aku?" Kevin terlihat binggung saat mendengar ucapan papa dan mama yang bertilak belakang sehingga Kevin menanyakan kembali.
"Sudah," kata papa.
"Belum," kata mama.
"Jadi yang benar ini yang mana?" tanya Kevin.
"Papa mau pipis." Tary yang merasa ingin pipis.
"Ayo sini tante antar ke kamar mandi." Ru sudah berdiri dari sofa lalu dia mengulurkan tangan ke arah Tary.
"Iya mama." Tary menyambut uluran tangan dari Ry lalu dia berdiri.
Sekarang yang berada di ruangan tanya hanya ada mama, papa dan Kevin.
__ADS_1
"Mama, Allah saja maha Pemaaf masak mama sebagai umatnya tidak mau memaafkan sesamanya.Mama umur kita ini juga sudah bertambah tua tidak baik menyimpan dendam." Papa memegang tangan mama sambil menasehati mama dengan pelan-pelan.
"Yang papa katakan memang benar, lebih baik kita memaafkan dia." Akhirnya hati mama pun tersentuh sehingga dia pun memaafkan Kevin.
"Kami sekeluarga sudah memaafkan kamu."
"Terimakasih papa, mama sudah mau memaafkan saya." Kevin merasa legah setelah mendapatkan maaf dari kedua orang tua Ry. Kevin semakin memiliki harapan untuk bisa menjadikan Ry sebagai istri nya kembali.
"Sama-sama Vin, papa juga berterimakasih karena waktu itu kamu menceraikan putri papa."
"Bukan kah papa sekeluarga tidak menerima keputusan aku waktu itu karena menceraikan Tary." Kening Kevin berkerut saat mendengar ucapan papa Ry.
"Waktu itu papa shock sampai sakit, tapi seiring berjalannya waktu papa pikir pasti ada hikmah dari kejadian itu."
"Sekali lagi saya minta maaf papa, gara-gita keputusan saya waktu itu papa sekeluarga jadi tersakiti. Papa mama saya berniat untuk melamar Tary menjadikannya istri dan mama dari anak-anak saya." Kevin tidak ingin membuang kesempatan, dia segera mengutarakan keinginannya kepada kedua orang tua Ry.
Ya Allah
semoga saja kedua orang tua Tary mau menerima niat baik aku untuk melamar putrinya batin Kevin.
"Kamu ini sudah di kasih hati malah jantung." Mama merasa geram saat mendengar ucapan Kevin yang berniat melamar Ry untuk menjadi istri dan mama bagi anak-anak nya.
"Kami sudah memaafkan semua kesalahan kamu. Tetapi untuk keinginan kamu yang ingin melamar putri kamu menjadi istri sekaligus mama dari anak-anak kamu itu tidak bisa kami terima." Papa langsung menolak keinginan Kevin.
"Kenapa papa?"
"Sebelum kamu menikah dengan putri kami, kami sudah menjodohkan putri kami dengan anak teman aku. Tetapi putri kami kabur dari rumah karena mendengar perjodohan itu sehingga dia menikah dengan kamu. Setelah kamu menceraikan dia, kami melarang dia untuk berpacaran karena kami sudah memutuskan untuk melanjutkan perjodohan itu."
"Apakah Tary menerima perjodohan itu?"
Aku mohon semoga Tary menolak perjodohan itu
Agar aku masih punya kesempatan untuk memperjuangkan cinta aku kepada Tary batin Kevin.
Kevin terus saja berbicara di dalam hati sambil membaca doa agar Tary menolak perjodohan itu.
__ADS_1
"Nantik kamu bisa tanya langsung kepada Tary, apa dia sudah menerima perjodohan itu."
"Baiklah papa." Walaupun nantik Tary menerima perjodohan itu akan akan mencoba menyakinkan Tary bahwa aku mencintai dia. Semoga saja aku bisa menyakinkan Tary sehingga dia membatalkan perjodohan itu batin Kevin.
Kevin terus berbicara dalam hati sambil berdoa. Dia berharap doanya di kabulkan oleh Allah.
Ry berjalan sambil membawa nampan yang berisi tiga gelas minuman sedangkan Tary berjalan di samping Ry. Mereka sudah tiba di ruangan tamu lalu Ry segera meminta nampan di atas meja. Setelah itu Ry duduk di sofa singel.
"Apa aku boleh duduk sama?" Tary yang berdiri di samping sofa Ry.
"Boleh sini tante pangku." Ry menepuk pahanya agar Tary bisa duduk di atas pahanya.
"Baiklah mama." Tary segera duduk di pangkuan Ry.
"Silahkan di minum." Papap menyuruh Kevin untuk minum.
"Baiklah papa." Kevin mengambil secangkir gelas yang berisi kopi dari atas meja tersebut.
"Nama kamu siapa?" Papa melihat ke arah anak kecil yang berada di atas pangkuan Ry.
"Tary kakek." Tary berbicara dengan lancar tetapi dengan khas anak-anak.
"Pasti papa merasa Tary kecil itu mirip dengan wajah putri kita saat masih kecil kan?" tanya mama.
"Iya mama, kenapa bisa begitu padahal mereka tidak punya hubungan darah tapi kenapa bisa mirip?" Papa yang merasa binggung Tary kecil mirip wajahnya dengan Ry saat masih kecil dulu.
"Mungkin karena almarhum Istri saya yaitu mama Tary waktu hamil ngidam ngeliat Tary tapi karena kami lagi dinas di desa maka saya kasih dia melihat foto Tary."
"Heleh, paling istri kamu itu membenci saya maka nya anak kamu itu mirip wajahnya dengan Ry." Ry tidak percaya langsung angkat bicara.
"Itu tidak benar. Almarhum istri begitu menyukai Tary maka dia selalu ngelihat foto Tary sambil mengelus perutnya. Bahkan nama Astary Putri Kevin itu dia yang memberikannya. Dia ingin nama kita berada di nama putri kami. AS itu diambil dari nama Asa sedangkan Tary itu berasal. dari Mentary dan Kevin sudah pasti nama aku."
"Oo.... seperti itu." Ry mendengarkan ucapan dari Kevin.
"Almarhum Asa juga memiliki permintaan terakhir sebelum meninggal dunia."
__ADS_1
"Menang apa permintaan terakhir almarhum kak Asa?" tanya Ry.
...~ Bersambung ~...