Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Mengusir Ry


__ADS_3

"Dari semua kehilangan, aku hanya merindukan uangku yang habis entah kemana."


Setelah Kevin dan Jojo pergi tinggal Ry dan bunda di rumah. Ry sudah berdiri di depan pintu kamar bunda, Ry masuk ke dalam kamar bunda.


"Apa kamu tidak pernah di ajarkan sopan santun dengan kedua orang kamu, kalau masuk kamar orang lain ketuk pintu terlebih dahulu?" Bunda mendengar suara pintu kamarnya terbuka lalu dia menoleh ke arah pintu kamar, dia melihat pintu kamar terbuka lalu Ry berjalan masuk ke dalam kamar sambil melewati pintu kamar bunda.


"Maaf Ry lupa ngetuk pintu pas mau masuk ke sini." Ry sudah berdiri di depan tempat tidur bunda, Ry melihat bunda yang sedang duduk sambil berdasar di dasbor tempat tidur. Ry menundukkan kepalanya saat mendengarkan ucapan bunda.


"Kamu mau ngapain kesini?" Bunda berbicara dengan nada yang ketus kepada Ry.


"Ry mau jagain dan ngerawat tante," jawab Ry.


"Saya tidak butuh di jaga dan di rawat dengan kamu," kata Bunda.


"Tapi _____," kata Ry


"Tidak ada tapi tapi sebaiknya kamu keluar dari kamar saya." Bunda mengusir Ry dari kamarnya.


Ry masih berdiri di depan tempat tidur bunda dia enggan untuk beranjak pergi dari tempat tersebut. Bunda melihat Ry yang masih berdiam diri di situ merasa kesal terhadap Ry.


"Apa kamu tuli?" Bunda berbicara sambil membentak Ry.


"Gak." Ry mengelengkan kepalanya.


"Kalau kamu tidak tuli seharusnya setelah apa yang aku katakan tadi kamu keluar dari kamar ini," kata Bunda.


"Baiklah Ry keluar dari kamar ini. Tapi kalau tante butuh sesuatu panggil saja Ry." Dengan berat harti Ry berjalan keluar dari kamar bunda.


"Tutup pintunya." Bunda melihat Ry sudah berada di luar kamar, lalu dia menyuruh Ry untuk menutup pintu kamarnya.


"Ini mau Ry tutup kamarnya." Setelah Ry mengatakan itu dia menutup pintu kamar bunda secara berlahan-lahan.


Setelah Ry selesai mengerjakan semua pekerjaan rumah, terdengar bunyi ponsel Ry yang berada di dalam kamar. Ry segera berlari ke arah kamar, Ry masuk kedalam kamar lalu Ry mengambil ponsel yang berada di atas meja.


Drrrtt........ Drrrtt


πŸ“ž"Assalamu'alaikum mase." Ry mengangkat telpon.


πŸ“ž"Walaikumsalam, apa kamu udah ngasih bunda sarapan?" tanya Kevin.

__ADS_1


πŸ“ž"Belum," jawab Ry.


πŸ“ž"Aku udah pesan gofood buat bunda, natik kalau gofood datang kamu bayarin dulu. Kamu kasih bunda sarapan setelah itu suruh bunda minum obat," kata Kevin.


πŸ“ž"Nantik Ry bayarin kalau gofoodnya datang, terus Ry kasih bunda makanannya biar bunda sarapan terus minum obat biar cepat sembuh," kata Ry.


πŸ“ž"Sudah dulu aku mau balik kerja lagi." Setelah mengatakan itu Kevin mematikan panggil telpon nya.


Lima menit kemudian terdengar suara ketukan pintu.


Tok........... Tok


"Gofood."


"Tunggu, sebentar." Ry memasukan ponsel ke saku bajunya lalu dia mengambil dompet yang berada di atas meja. Ry sudah berada di depan pintu rumah lalu Ry membuka pintu rumah.


"Kak ini makananya." Si abang Ojol menyerahkan sebuah kantong plastik berwarna hitam kepada Ry.


"Iya, berapa semuanya abang?" Ry mengambil kantong plastik dari tangan abang Ojol.


"Dua puluh lima ribu rupiah kak," jawab si abang Ojol


"Apa itu sudah sama ongkir abang?" tanya Ry.


"Ini abang." Ry membuka dompet yang berada di tangan yang satunya, Ry mengambil dua lembar uang kertas satu lembar uang kertas berwarna hijau dan satu lembar lagi uang kertas berwarna coklat. Ry mengulurkan uang tersebut kepada si abang Ojol.


"Terimakasih kak." Si abang Ojol mengambil uang dari tangan Ry.


"Kembali kasih," kata Ry.


Setelah si abang Ojol pergi meninggalkan rumah Kevin, Ry berjalan masuk ke dalam rumah setelah Ry berada di dalam rumah dia kembali menutup pintu rumah. Ry berjalan sambil membawa kantong plastik dan dompet di tangan.


Ry sudah berada di depan pintu kamar bunda sebelum masuk Ry mengetuk pintu kamar bunda terlebih dahulu. Setelah Ry membuka pintu kamar bunda.


Ceklek...... Ceklek


"Mau apa lagi kamu?" Bunda menatap Ry dengan tatapan tidak suka.


"Ry bawakan sarapan untuk tante." Ry berjalan kesamping tempat tidur, Ry sudah berada di samping tempat tidur.

__ADS_1


"Aku tidak mau makan" kata bunda.


"Apa bunda mau terus sakit?" tanya Ry.


"Kamu mendo'akan saya sakit supaya saya meninggal dunia, begitukan?" tanya bunda.


"Astagfirullah, bukan seperti tante." Ry beristighfar mendengar ucapan bunda.


"Ah, sudahlah. Mana ada maling ngaku kalau maling ngaku pasti penjara penuh," kata bunda.


"Sekarang tante sarapan dulu." Ry duduk di pinggir tempat tidur, Ry membuka kantong plastik berwarna hitam. Ternyata di kantong plastik tersebut terdapat dua wadah styrofoam. Ry membuka kedua wadah styrofoam secara bergantian ternyata isi berbeda-beda, isinya bubur ayam dan bubur sumsum.


"Tidak mau, saya sedang tidak berselera makan." Bunda menolak untuk sarapan.


"Tante bubur ayam dan bubur sumsum ini enak, jadi tante makan ya sedikit saja biar ada isi perutnya." Ry mencoba membujuk bunda untuk sarapan.


"Tidak, apa kamu tidak mengerti sekali saya bilang tidak maka itu artinya tidak." Bunda berbicara dengan nada yang ketus kepada Ry.


"Tante makan ya walaupun sedikit, coba buka mulut nya." Ry menyuapi sesendok bubur ayam kepada bunda.


Bunda yang tidak mau membuka mulut nya, saat sendok tersebut sudah beradadi depan mulut bunda. Bunda mengambil sendok yang berada di tangan Ry lalu bunda melemparkan sendok tersebut ke atas lantai.


Teng....... Teng


Terdengar suara sendok yang berisi bubur ayam terjatuh di atas lantai rumah tersebut. Ry terkejut mendapati sikap bunda yang seperti itu kepada Ry. Ry tidak percaya bahwa bunda akan melakukan penolakan dengan bersikap seperti itu kepada Ry.


"Sekarang kamu pergi dari sini bawak semua makanan ini, atau aku akan melemparkan kelantai." Bunda mengacam Ry akan membuang makan tersebut ke atas lantai kalau Ry tidak mau pergi dari kamarnya.


"Iya Ry pergi." Ry segera pergi dari kamar bunda sambil membawa kantong plastik yang berisi makanan, Ry tidak ingin makanan yang berada di kantong plastik tersebut di buang oleh bunda kelantai.


Siang harinya Kevin sudah pulang lalu dia berada di dalam kamar bunda. Kevin melihat bunda yang terlihat begitu lemas sedang berbaring di atas tempat tidur.


"Apa sudah merasa baikan?" Kevin duduk di pinggir tempat tidur, sambil melihat kondisi bunda yang berbaring dengan lemah di atas tempat tidur.


"Tidak, bunda semakin sakit," Jawab bunda.


"Apa tadi bunda sarapan?" tanya Kevin.


"Tidak." Bunda mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kenapa bunda tidak sarapan?" tanya Kevin


...~ Bersambung ~...


__ADS_2