Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Cabe-Cabean


__ADS_3

"Tidak ada kata terlambat untuk memulai karena terlambat adalah ketika kamu di suruh datang jam tujuh malah datang jam delapan."


Kevin yang baru saja tiba di halaman rumah segera memakirkan motornya di samping mobil tersebut. Kevin menoleh ke arah mobil yang berada di sampingnya, Kevin mengenali mobil tersebut dari plat nomor mobil tersebut. Kevin membuka helem terlebih dahulu baru dia meletakkan helem di atas kaca spion motor patroli. Kemudian Kevin turun dari motornya.


"Assalamu'alaikum bunda." Setelah mengucapkan salam Kevin segera berjalan masuk melewati pintu rumahnya yang terbuka, saat Kevin sudah berada di ruangan tamu tetapi dia tidak menemukan keberadaan pemilik mobil tersebut.


"Walaikumsalam." Mendengar ada yang mengucapkan salam maka mereka yang berada di ruangan tamu menjawab salam tersebut secara bersamaan.


"Kalian ada dimana?" Kevin berjalan meninggalkan ruang tamu tersebut sambil berjalan ke arah sumber suara tersebut.


"Dapur," jawab mereka serentak.


"Pantas saja tadi aku cariin di ruangan tamu gak ada ternyata kalian ada di sini." Kevin sudah berada di ruangan tamu, lalu dia menoleh ke arah mereka yang sedang duduk dia atas kursi yang berada di depan mejan makan.


" Vin sini duduk." Asa berdiri dari kursinya lalu dia menarik kursi yang berada di samping kursinya.


"Vin sana duduk di kursi kosong." Bunda menyuruh Kevin untuk duduk di kursi kosong yang berada di samping Asa.


"Jojo cepat bediri." Kevin sudah berdiri di samping kursi Jojo, Kevin menyuru Jojo untuk berdiri dari kursinya.


"Lah, mas mau ngapain nyuruh aku berdiri?" Jojo menoleh ke arah Kevin yang berada di sampingnya.


"Kamu duduk di samping Asa biar aku duduk di sini." Kevin memegang kursi yang sedang di duduki oleh Jojo.


"Gak mau, mas aja yang duduk di sana lagian udah biasa mas duduk di samping kakak Asa." Jojo menolak sambil mengelengkan kepalanya.


"Udah Vin cepatan sana duduk di samping putri bunda." Bunda bersih keras menyuruh Kevin untuk duduk di kursi yang berada di samping Asa.


Dengan terpaksa dan berat hati akhirnya Kevin melangkahkan kakinya ke arah kursinya yang berada di samping Kevin. Kevin mendudukkan pantatnya di atas kursi yang berada di samping Asa.Bunda melihat ke arah mereka yang sudah duduk semua di kursi depan meja makan.


"Apa kalian sudah makan siang?"Bunda melihat ke arah mereka secara bergantian.


"Belum bunda," jawab mereka serentak.


"Kalau begitu, ayo kita makan siang bersama!" bunda mengajak mereka untuk makan siang bersama.


"Baiklah bunda," kata mereka serentak.

__ADS_1


"Vin mau makan pakai lauk apa?" Asa berdiri dari kursi lalu dia mengambil piring yang berada di atas meja makan, Asa memasukkan nasi ke dalam piring tersebut. Asa yang ingin mengambil lauk-pauk untuk Kevin lalu dia bertanya kepada Kevin.


"Tidak usah biar aku ambil sendiri saja." Kevin menolak Asa secara langsung, dia sengaja melakukan hal itu karena dia tidak mau membuat Asa akan semakin berharap kepadanya.


"Ya sudah kalau mas gak mau buat aku aja kakak, aku mau makan pakai lauk itu." Jojo melihat wajah Asa yang berubah menjadi sedih setelah mendapatkan penolakan dari Kevin, Jojo merasa tidak tega sehingga dia meminta Asa mengambil lauk untuknya.


Bunda yang tidak suka dengan sikap Kevin seperti itu kepada Asa, sehingga bunda segera menegur dan memarahi Kevin. Kevin yang mendapat teguran dan kena marah dengan bunda merasa tidak Terima sehingga dia berdiri dari kursi tersebut.


"Vin mau kemana?" Bunda yang melihat Kevin berjalan pergi meninggalkan dapur.


Kevin terus saja berjalan tanpa menoleh ke arah bunda.


"Kan Kevin jadi pergi ini semua gara-gara aku bunda." Asa semakin sedih dan merasa bersalah melihat Kevin yang sudah berjalan pergi meninggalkan dapur.


"Tidak, itu bukan salah putri bunda. Melainkan ini salah Kevin yang sudah berani-beraninya secara terang-terangan menolak maksud baik dari putri bunda." Bunda melihat Asa yang tampak sedih dan merasa bersalah merasa tidak tega, Bunda tidak menyalahkan Asa melainkan menyalahkan Kevin yang bersikap seperti itu kepada Asa.


Diwaktu yang bersamaan dengan tempat yang berbeda Ry sedang duduk di bangku yang berada di kelas sambil meletakkan lengan Ry di atas meja sambil menopang dagu mengunakan telapak tangannya. Ry yang sedang duduk sambil sambil melamun.


Braaakk........... Braaakk


"Astagfirullah." Ry terkejut saat mendengar gebrakan meja tersebut, setelah itu dia mengucapkan istighfar sambil memegang dadanya.


"Apa ada yang lucu membuat kamu tertawa?" Ry menatap ke arah si perempuan tersebut.


"Lucu ngelihat kamu kaget, habis kamu dari aku masuk ke kelas kayak lagi melamun. Kamu lagi ngelamun apa?" Si perempuan tersebut duduk di bangku kosong yang berada di samping Ry.


"Heleh, paling dia lagi ngelamun si pacarnya yang pakpol itu." Nunu yang duduk di bangku belakang Ry ikut nimbrung.


"Gimana rasanya pacar ama pakpol? Jiwa kepo aku jadi meronta nih." Si perempuan tersebut penasaran makannya bertanya kepada Ry.


"Ry cerita dong aku juga pengen tahu gimana rasanya pacar ama pakpol?" Nunu yang ikut-ikutan penasaran gimana rasa pacaran ama pakpol.


"Apa kalian tahu permen nano?" tanya Ry.


"Tahu," jawab mereka serentak.


"Nah pacaran ama pakpol itu rasanya seperti permen nano," kata Ry.

__ADS_1


"Manis, Asem, Asin, Nano rasanya." Nunu yang berbicara seperti iklan di televisi.


"Berarti gak ada rasa pahit, kalau pacaran ama pakpol?" tanya si perempuan tersebut.


"Ada, malah banyak rasa pahit ketimbang manis-manisnya," jawab Ry.


"Masak sih? tapi kalau aku lihat-lihat waktu itu pakpol sikap so sweet gitu sampai nyusulin Ry ke kosan aku." Nunu yang tidak mempercayai ucapan Ry karena dia melihat dengan mata dan kepalanya sikap pakpol begitu so sweet terhadap Ry.


"Kalau kamu gak percaya ama Ry ya udah, percaya saja dengan orang mati." Ry kesal mendengar ucapan Nunu yang tidak mempercayainya.


Setelah mata kuliah selesai Ry bersama kedua teman berjalan keluar dari kelas.


"Kamu pulang sama siapa?" tanya Nunu.


"Sendirian," jawab Ry.


"Naik apa?" tanya Ambar.


"Bisa Bus Way," jawab Ry.


"Emang udah sore gini bus way masih ada?" tanya Ambar.


"Ada sih tapi lama gitu nunggu bisa magrib baru sampai rumah Ry," jawab Ry.


"Kenapa kamu gak minta jemput dengan pacar kamu yang pakpol itu?" tanya Ambar.


"Udah Ry chat, tapi belum baca dan di balas dengan dia," jawab Ry.


"Kalau gitu kita teman kamu di halte sampai dapat bus way," kata Nunu.


Mereka sudah 30 menit duduk di halte bus way sambil menunggu bus way tapi belum ada bus way yang berhenti di halte tersebut.Setelah merasa bosan menu di halte bus way akhirnya, Nunu memaksa Ry untuk dia antar ke rumah Ry. Akhirnya mereka bertiga naik di atas motor yang Nunu kendarai.


Mereka menaiki satu motor bertiga seperti cabe-cabean, Nunu terus saja mengendarai motornya menuju ke arah jalan menuju rumah Ry.


Saat di perjalanan tiba-tiba terdengar suara klakson motor.


Tiiinn.......... Tiiinn

__ADS_1


"Kepada motor yang berada di depan di harap menepikan motornya."


"Mampus kita." Ambar dan Ry menoleh ke arah belakang.


__ADS_2