Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Kedatangan Besan


__ADS_3

"Jangan tinggalkan ibadah tinggalkan yang tidak menghargaimu sama sekali."


"Saudara" jawab Ry.


"Pacar," jawab Kevin.


"Jadi yang benar yang mana nih?" Nunu bingung mendengar dia jawaban yang berbeda dari Ry dan Kevin.


"Pacar," jawab Ry.


"Saudara," jawab Kevin.


"Kok lagi-lagi jawaban kalian berbeda, ini gimana sih?" Nunu makin di buat bingung oleh ucapan Ry dan Kevin berbeda.


"Dua duanya benar," kata Ry.


"Maksudnya nih gimana Ry?" tanya Nunu.


"Kami itu berpacaran tetapi juga ada hubungan saudara." Ry memberitahukan Nunu bahwa dia dan Kevin berpacaran juga memiliki hubungan saudara.


Sebulan kemudian..........


Waktu berjalan begitu lambat bagi Ry karena setiap harinya Ry di perlakuan seperti babu oleh bunda. Sedangkan Kevin sama sekali tidak mengetahui perbuatan bundanya terhadap Ry. Hanya Jojo yang mengetahui semua yang bunda lakukan terhadap Ry.


Tetapi Jojo tidak berani untuk mengadu kepada Kevin tentang perbuatan bunda kepada Ry. Jojo tidak ingin Kevin dan bunda menjadi ribut hanya karena permasalahan tersebut.


Ry yang baru saja selesai membantu bunda berjulan sampai semua dagang jualan bunda habis. Ry yang merasa lelah akhirnya mendudukkan pantatnya di atas bangku yang berada di warung tersebut.


"Enak ya kamu bisa santai sambil duduk di sini. " Bunda yang melihat Ry duduk di atas bangku merasa tidak suka, sehingga dia menegur Ry sambil berdecak pinggang.


"Tante ini Ry baru aja duduk belum ada lima menit." Ry memberitahukan kepada bunda bahwa dia baru saja mendudukkan pantatnya di atas bangku tersebut bahkan belum ada lima menit Ry mendudukkan pantatnya.


"Heleh itu cuma alasan kamu saja, tuh coba lihat kerjaan masih banyak tapi kamu malah duduk santai di sini." Bunda menujukan jarinya ke arah beberapa peralatan makan yang kotor masih berada di atas meja.


"Natik juga Ry bersihkan." Ry yang masih merasa enggan untuk berdiri dari tempat duduknya.


"Tidak ada nantik-natik, sekarang kamu kerjakan." Bunda menyuruh Ry untuk segera membersihkan peralatan kotor tersebut, bunda berbicara dengan nada suara yang lantang.


"Baiklah tante." Dengan terpaksa akhirnya Ry berdiri dari bangku tersebut.

__ADS_1


Ry yang baru saja selesai mencuci semua peralatan kotor tesebut merasa haus lalu Ry berjalan ke arah kulkas. Ry membuka pintu kulkas lalu Ry mengambil sebotol air mineral dari dalam kulkas tersebut. Ry meneguk air dari dalam botol tersebut sehingga tinggal setengah.


Bunda yang baru saja tiba dia dapur melihat ke arah Ry yang sedang meneguk air yang berada di dalam botol.


"Kamu sekarang pergi ke warung belikan gula, kopi dan teh." Bunda menghampiri Ry yang berdiri di depan pintu kulkas.


"Baiklah, uangnya mana tante?" Ry sudah selesai meminum air dari dalam botol tersebut lalu dia memasukkan kembali botol tersebut ke dalam kulkas.


"Ini uang." Bunda memberikan selembar uang kertas berwarna hijau kepada Ry.


"Kunci motor mana tante?" Ry mengambil uang dari tangan bunda lalu Ry bertanya mengenai kunci motor.


"Motor di bawak Kevin jadi kamu pergi ke warung dengan berjalan kaki." Bunda menyuruh Ry pergi ke warung dengan berjalan kaki.


Ry yang sudah selesai membeli gula, kopi dan teh di warung lalu Ry segera keluar dari warung tersebut. Saat Ry sudah keluar dari warung tersebut, Ry merasakan sinar matahari begitu terik. Sinar matahari tersebut mengenai wajah dan lengan Ry, sehingga wajah Ry yang putih berubah menjadi kemerahan karena terkena sengatan matahari tersebut.



Ry berjalan terburu-buru agar segera sampai di rumah Kevin. Saat Ry sudah berada tidak jauh dari rumah Kevin, Ry melihat ke arah halaman rumah Kevin terpakir sebuah mobil Kijang Inova berwarna putih. Ry yang merasa penasaran dengan tamu tersebut segera berjalan ke arah rumah Kevin.


"Assalamu'alaikum." Ry melepaskan sandalnya di depan teras lalu Ry berjalan ke arah pintu rumah Kevin.


"Papa mama." Saat Ry sudah berada di dalam ruangan tamu, Ry melihat kedua orang tuanya sedang duduk di atas tikar. Ry segera menghamburkan pelukan kepada papa.


"Bagaimana kabar adek?" Papa membalas pelukan Ry, sehingga mereka berpelukan.


"Alhamdulillah Ry sehat papa." Ry segera melepaskan pelukan.


"Syukur kalau begitu, papa senang mendengarnya." Papa tersenyum setelah mengetahui keadaan Ry.


"Dek kenapa terlihat agak kurusan?" Mama memperhatikan berat badan Ry seperti berkurang.


"Bisa mah adek banyak tugas kampus jadi sering telat makan." Ry segera memeluk badan mama yang duduk di samping papa.


"Adek jangn sampai mengabaikan waktu makan sehingga jadi telat makan dan sampai gak makan. " Mama menasehati Ry lalu mama membalas pelukan Ry sambil mengelus rambut Ry.


"Iya mama." Ry memeluk mama dengan begitu erat hingga Ry tidak mau melepaskan pelukannya dari mama.


"Jangan lupa juga kewajiban ngurus suami." Papa menasehati Ry untuk tidak lupa mengurus Kevin yang berstatus suami.

__ADS_1


"Nah, dengerin tuh yang papa mama omongin." Saat mama memeluk badan Ry, mama merasa ada sesuatu yang berbeda dengan Ry. Lalu mama melepaskan pelukan dari Ry.


"Ini udah adek dengerin mama papa." Ry yang duduk di sebelah mama.


"Jangan saja yang papa mama omongin ke adek itu masuk ke telinga kanan terus keluar ketelinga kiri," kata papa.


"Gak, papa mama tenang saja udah Ry masuk ke dalam memori otak Ry nih." Ry berbicara sambil tersenyum nyegir ke arah papa mama, sebenarnya wajar papa mengatakan hal seperti itu kepada Ry.Karena biasanya Ry itu memasukkan ucapan papa di telinga kanan lalu keluar dari telinga kiri ,seperti angin lalu saja.


"Bagus kalau begitu," kata papa.


"Nak Kevin mana?" tanya mama.


"Kevin lagi kerumah temannya karena ada urusan pekerjaan," jawab bunda.


"Apakah masih lama Kevin pulang Ira?" tanya mama.


"Saya tidak tahu, kalau begitu tunggu sebentar mau saya telpon dulu Kevin." Bunda yang berniat untuk menghubungi Kevin.


"Sudah tidak usah Ira." Papa melarang bunda untuk menghubungi nomor Kevin.


"Kenapa tidak usah mas?" tanya bunda.


"Kami tidak ingin menganggu nak Kevin, lagian kami ke sini ingin menemui dan melepaskan rindu kepada Mentary," jawab papa.


"Kalau begitu saya pamit mau ke balakang dulu." Bunda berpamitan kepada keluarga Ry untuk bisa pergi ke dapur.


"Ira mau kemana?" Mama melihat ke arah bunda.


"Ke dapur mbak." Bunda yang sudah berdiri dari tempat duduknya.


"Kamu gak usah repot buatin minuman untuk kami." Papa meminta bunda untuk tidak repot membuatkan minuman.


"Tidak ngerepotin kok mas." Setelah mengatakan itu bunda pergi berjalan meninggalkan ruangan tamu.


"Papa mama ke sini cuma berdua aja?" tanya Ry.


"Tidak," jawab mama.


"Terus ada siapa lagi?" tanya Ry.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2