Ry Benci PakPol

Ry Benci PakPol
Di Kira Ngaku-Ngaku


__ADS_3

"Dia yang benar-benar mencintaimu adalah, dia yang selalu bersamamu meskipun kau hanya menjadi duri dalam genggamannya."


Dua minggu kemudian selama itu Bie dan Ry menjalin hubungan LDR. Bie harus bekerja di mengurus perusahaan milik papinya di kota P sedangkan Ry tinggal di rumah kedua orang tua yang berada di kota D.


Pagi harinya Ry sudah berada di mobil travel yang akan membawanya ke Kota P. Ry harus ke kota P untuk mengambil ijazah di kampusnya. Ry juga sengaja tidak memberitahukan Bie, Ry mau memberikan kejutan kepada Bie.


Mobil travel tersebut sudah tiba di kota P, mobil travel yang di kemudikan oleh pak supir mulai mengantarkan penumpang nya.


"Nak kamu mau kemana?" tanya pak supir.


"Saya mau ke kampus R pak," jawab Ry.


"Apa kamu sedang buru-buru?" tanya pak supir.


"Gak pak," jawab Ry.


"Bagaimana kalau saya mengantarkan kamu yang terakhir?" tanya pak supir.


"Iya tidak apa-apa pak," jawab Ry.


Satu persatu penumpang mobil travel tersebut di antarkan pak supir ke tujuan mereka masing-masing. Di dalam mobil travel tersebut hanya tinggal Ry dan pak supir. Pak supir mengendarai mobil travel menuju ke arah kampus R. Pak supir memberhentikan mobil travel karena sudah tiba di depan kampus R.


Ry membuka pintu mobil lalu dia turun dari mobil tersebut.Setelah Ry berada di luar Lalu dia menutup kembali pintu mobil. Ry berjalanke arah kaca jendela. Ry mengetuk kaca jendela mobil, pak supir segera menurunkan kaca jendela.


"Pak berapa ongkos nya?" tanya Ry.


"Ongkos sudah di bayar sama papa kamu. Kalau begitu saya pamit dulu." Pak supir menutup kaca mobil lalu dia mengendarai mobil tersebut.


Ry sudah berada di depan ruangan Tu kampus R. Beberapa mahasiswa sudah berada di ruangan kampus tersebut.


"Ry datang juga, kangen." Nunu segera menghampiri Ry sambil merentangkan tangan nya. Nunu segera memeluk tubuh Ry.


"Masak sih kangen ama Ry, baru juga dia minggu gak ketemu." Ry membalas pelukan Nunu.


"Btw, kabar kamu gimana?" Nunu melepaskan pelukan dari tubuh Ry.


"Alhamdulillah Ry sehat, kalau kabar Nunu bagaimana?" tanya Ry.


"Seperti yang Ry lihat, eh ini." Nunu memperhatikan di jari manis tangan Ry sebelah kiri terpasang sebuah cincin. Nunu memegang tangan Ry sebelah kiri.


"Ini apa?"


"Kamu udah bertunang ya?"


"Sama siapa?"


"Tapi kamu gak punya pacar, kok udah tunangan aja."


"Apa kamu di jodohkan?"


"Terus abang Bie gimana?"


"Nunu kalau tanya itu satu persatu, Ry bingung mau jawab yang mana dulu."


"Kamu tunangan ama siapa?"

__ADS_1


"Laki-laki."


"Aku juga tahu kalau kamu bertunang dengan laki-laki. Siapa nama laki-laki itu?"


"Habie Aprilio Saputra."


"Ah, kok bisa kamu tunangan ama abang Bie?" Nunu yang terkejut dia tidak menyaka bahwa mereka malah bertunang padahal sudah 3 tahun status hubungan mereka gak jelas.


"Ternyata papa Ry dan papi abang Bie itu temana lalu meraka memutuskan buat jodohhin kita berdua."


"Wah, senang dong kamu dia jodohin ama dia."


"Awalnya aku nolak karna gak tahu kalau abang Bie yang di jodohkan dengan aku.".


" Pasti kamu di paksa kan sama papa buat menerima perjodohan itu." Nunu yang tahu betul sifat temannya.


"Iya, Ry tahu kalau laki-laki yang mau di jodoh itu abang Bie. Saat dia menyanyikan lagu sambil berlutut kepada Ry barulah Ry melihat ke arah dia ternyata dia abang Bie." Ry mengingat kembali moment saat pertunangan sambil senyum-senyum.


"So sweet. Cie....... cie yang hati lagi berbunga-bunga bertunangan sama pujaan hatinya." Nunu yang sengaja meledek Ry.


"Ih Nunu kan Ry jadi malu." Ry menutup wajahnya yang malu karena di ledekin Nunu.


Mereka sudah berada di kantin kampus setelah selesai mengambil ijazah. Mereka sedang makan sambil mengobrol.


"Ini Ry yang traktirkan?" tanya Ambar.


"Iyalahkan calon istri Ceo, kalau cuma traktir segini aja mah kecil." Nunu berbicara sambil menjentikan kedua jarinya.


"Betul-betul, bila perlu semua yang ada di kantin bakal di borong ama calon istri Ceo," kata Nunu.


"Udah ah kalian berdua gak usah lebay, yang kaya itu kedua orang tua abang Bie bukan Ry."


"Mendingan sekarang kalian habiskan makanan dan minuman yang sudah kalian pesan." Ry yang malas menagapi pertanyaan Ambar.


"Apa aku boleh nambah?" tanya Nunu.


"Boleh, kalau kamu mau nambah tinggal pesan aja."


"Mumpung calon istri Ceo yang teraktir aku nambah lah," kata Nunu.


"Yang itu belum habis aja udah mau nambah." Ambar mengelengkan kepala nya sambil melihat ke arah Nunu.


"Kalau gak habis boleh bungkus kan Ry?" Nunu melirik ke arah Ry.


"Boleh, Ambar kalau mau nambah pesan aja lagi."


"Gak ah, yang ini aja belum habis." Ambar menolak untuk menambah pesanan nya.


"Kamu gak boleh nolak rezeki bungkus aja lagi, mumpung ada yang traktir," kata Nunu.


Mereka sudah berada di depan kampus, Nunu yang tangannya penuh dengan beberapa kantong plastik yang berisi makanan.


"Apa kamu mau langsung pulang?" tanya Ambar.


"Gak."

__ADS_1


"Kamu pasti mau ketemu sama abang Bie kan," kata Nunu.


"Mau kangen ya sama abang Bie," kata Ambar.


"Terus Kikuk kikuk gitu." Nunu berbicara sambil membuat keduanya tangan seperti orang berciuman.


"Ah kalian ini." Ry wajahnya bersengut mendengar ucapan temannya.


Tiiin........ Tiiin


"Apa di antara kalian ada yang bernama Mentary?" Sebuah mobil taxi online berhenti di hadiah mereka. Si supir taxi online tersebut membuka kaca mobil lalu dia melihat ke arah tiga perempuan tersebut.


"Dia pak." Ambar dan Nunu secara bersamaan menjawab dan menujukan jarinya ke arah Ry.


"Kalau begitu Ry pamit dulu sampai bertemu kembali." Ry berpamitan lalu dia memeluk tubuh Ambar dan Nunu bergantiian.


Taxi online yang Ry tumpangi sudah berada di depan perusahaan Papi Bie. Ry turun dari taxi online tersebut. Ry mengetuk kaca mobil tersebut, pak supir menurunkan kaca mobilnya.


"Pak, ongkos berapa?" tanya Ry.


"150 ribu," jawab pak supir.


"Ini pak." Ry mengeluarkan dua lembar uang kertas dari saku bajunya, dia memberikan kepada pak supir.


"Apa tidak ada uang pak dek?"


"Tidak ada, ambil aja pak."


"Tapi tidak ada kembalinya dek."


"Sisa ambil buat pak aja."


"Terima kasih banyak, semoga rezeki adek di murahahkan. " Pak supir mengambil uang dari tangan Ry.


"Aamiin, sama-sama pak." Setelah mengatakan itu Ry masuk ke dalam perusahaan papi Bie.


"Selamat siang kak, apa pak Habie Aprilio Saputra nya ada?" Ry sudah berdiri di depan meja resepsionis.


"Ada, kamu ada perlu apa dengan pak Habie?" tanya resepsionis.


"Saya mau bertemu dengan pak Bie."


"Apa kamu sudah buat janji dengan pak Habie?"


"Belum."


"Kalau begitu kamu tidak bisa bertemu dengan pak Bie."


"Tapi saya ini calon istri pak Bie."


"Hahahaha, sudah banyak perempuan seperti kamu yang ngaku-ngaku calon istri pak Habie. Sebaiknya kami pergi dari sini."


"Saya tidak mau pergi dari sini sebelum bertemu dengan pak Bie." Ry yang ngotot tidak mau pergi dari tempat tersebut.


"Pak Satpam, usir perempuan ini dari sini." Si resepsionis memanggil pak satpam, setelah pak satpam datang dia menyuruh pak satpam mengusir Ry.

__ADS_1


"Silahkan kamu pergi dari sini." Pak Satpam sudah berdiri di hadapan Ry mengusir Ry.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2